Wednesday, February 8, 2023

10 Buah yang Diprediksi Bakal Jadi Tren dan Berprospek Bisnis Bagus pada 2023

Rekomendasi

Trubus.id — Tahun telah berganti, membuka lembaran baru untuk menapaki bisnis yang gemilang. Dalam sektor agribisnis komoditas buah-buahan, diprediksi ada 10 komoditas buah yang bakal tren di 2023. Berikut ini 10 buah yang diprediksi menjadi tren dan berprospek bisnis bagus.

Pisang

Menurut Dhea Perdana, dari PT Cipta Agri Pratama, posisi pertama buah yang bakal tren di 2023, yakni pisang. Wajar saja, pisang merupakan buah meja yang sudah sangat familiar di lidah masyarakat Indonesia dan luar negeri sehingga tingkat konsumsi pisang dari tahun ke tahun sangat tinggi.

Itulah sebabnya, pisang menempati urutan pertama komoditas buah yang diprediksi bakal tren kembali. Selain itu, menurut Dhea, dari sisi kemudahan tanam, pisang juga termasuk mudah ditanam. Tanaman pisang bisa dipanen pada usia 1 tahun sehingga termasuk komoditas buah tropis paling cepat panen dibanding tanaman buah tropis lainnya.

“Sebenarnya sudah banyak yang membudidayakan pisang, sayangnya belum dibarengi dengan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produksi yang seimbang. Untuk 3 jenis pisang favorit meliputi cavendish, ambon, mas,” jelas Dhea Perdana.

Mangga

Komoditas mangga menempati posisi kedua. Dhea mengatakan, permintaan mangga relatif tinggi. Adapun kompetitornya terbilang relatif rendah. Oleh karena itu, mangga diprediksi menjadi buah yang memiliki prospek bisnis bagus pada 2023.

Namun, salah satu yang masih menjadi persoalan adalah mangga Indonesia belum bisa memenuhi aspek seperti mangga impor. Industri membutuhkan mangga yang berkualitas, mulai dari aroma, tekstur, hingga tingkat kemanisan atau briks. Mangga favorit yang disukai pasar antara lain arumanis dan gedong.

Jeruk

Jeruk diprediksi akan memiliki prospek yang bagus. Permintaan jeruk masih sangat tinggi sehingga masih sangat bagus untuk dikembangkan. Jenis jeruk favorit di antaranya, jeruk medan, lemon, siam, dan gerga.

Melon

Dhea memprediksi melon juga menjadi buah yang bakal tren di 2023. Apalagi, dunia budidaya melon terus berkembang. Tidak hanya ditanam di lahan tanah, tetapi saat ini sudah banyak yang membudidayakan melon dengan teknik hidroponik.

Permintaan melon masih sangat tinggi dengan tingkat kompetitor yang cenderung relatif rendah. Kendati demikian, untuk potensi industri masih rendah.

“Karena saya menilai pasar melon masih terbatas pada buah fresh, untuk katering, hotel, restoran. Belum ada pengembangan industri olahan,” jelas Dhea.

Avokad atau alpukat

Permintaan pasar terhadap komoditas avokad (alpukat) masih cukup besar. Namun, menurut Dhea, kualitas avokad dalam negeri belum banyak yang dapat memenuhi permintaan pasar.

Secara kualitas, avokad di Indonesia masih belum memenuhi ekspektasi pasar secara umum, terutama untuk industri. Jenis avokad favorit meliputi miki, aligator, wina, dan hass.

Avokad hass sudah mulai banyak yang mengebunkan. Pasalnya, kebutuhan pasokan avokad hass masih mengandalkan impor. Ketika masih banyak buah yang diimpor, di situlah ada potensi mengembangkan buah lokal. Tentu dengan peluang yang ada, harus dibarengi dengan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.

Nanas

Jenis nanas favorit yang disukai pasar, di antaranya nanas MD2 dan smooth cayenne. Nanas smooth banyak dibutuhkan untuk sektor industri olahan, seperti industri selai. Nanas masih mempunyai prospek gemilang karena terdapat banyak industri di sektor olahan nanas. Meskipun begitu, kebutuhan nanas segar juga tinggi.

Jambu

Lagi-lagi, kata Dhea, berbicara prospek industri buah-buahan tidak terlepas dari kualitas. Secara kualitas, produksi jambu belum bisa memenuhi permintaan pasar terutama jambu kristal. Untuk mendapatkan buah dengan kualitas premium, dibutuhkan perawatan intensif.

Pepaya

Pepaya kalina menjadi salah satu jenis pepaya yang banyak dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan pasar pepaya di Indonesia. Hal ini karena di beberapa daerah, permintaan buah pepaya cukup banyak. Dengan demikian, pepaya masih menjadi komoditas yang prospek dari tahun ke tahun.

Longan atau lengkeng

Pasokan longan atau lengkeng untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri masih mengandalkan impor. Padahal, lengkeng termasuk tanaman yang memiliki kemudahan untuk dibudidayakan di Indonesia.

Dhea mengaku saat ini tengah melakukan penanaman lengkeng new crystal/new kristal di Bogor. Ia menilai lengkeng yang ditanam itu berpotensi memiliki kualitas bagus karena ditanam di daerah dataran tinggi. Bahkan, bisa lebih manis dibanding lengkeng impor.

“Karena ditanam di Indonesia, tingkat kesegaran buah pun lebih baik dibandingkan buah impor. Dengan begitu, harapan kami lengkeng lokal bisa diterima masyarakat,” papar Dhea.

Durian

Terakhir, tentu saja buah yang tidak bisa tertinggal dari prospek bisnis adalah durian. Si raja buah ini akan selalu menempati buah yang bakal dan tetap tren setiap tahunnya. Mengingat, dari sisi permintaan selalu tinggi. Hal ini karena lebih banyak orang yang menyukai durian dibanding orang yang tidak menyukainya.

Oleh karena itu, potensi industri masih sangat tinggi. Apalagi, banyak sektor industri olahan yang memanfaatkan durian sebagai bahan baku utama. Jenis durian yang terbilang favorit serta mampu memikat hati penikmat di antaranya durian musang king, monthong, dan medan.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peluang Bisnis Bibit Buah Naga

Trubus.id — Banyak yang tertarik untuk ikut mengebunkan buah naga kuning. Wajar saja, sebab banyak masyarakat yang menyukai buah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img