Saturday, August 13, 2022

117 Tahun Lalu Santapan Raja

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Rasa renyah, gurih dan manis yang lengket di lidah langsung memikat Anak Agung Ngurah Karangasem, Raja Kerajaan Karangasem Sasak. Kelezatan yang dicicipi 117 tahun silam itu masih bisa dinikmati oleh anak-cucu dan rakyat sang raja.

Nangka persembahan dari pemuda itu tak mau dinikmati Anak Agung seorang diri. Ia mengundang segenap bangsawan di Istana Narmada untuk mencicipinya di acara jamuan makan. Semuanya sepakat. Kerabat cempedak itu paling lezat di seantero Pulau Lombok. Pada acara itulah para bangsawan menobatkan Artocarpus integra sebagai nangka prabu.

Tak hanya para bangsawan di Istana Narmada yang mengagumi kelezatan nangka prabu. Acungan jempol pun diberikan oleh para penikmat buah-buahan saat ini. “Nikmatnya luar biasa. Tak salah menjadi pilihan masa lalu,” kata Dr Ir Moh Reza Tirtawinata, MS, pakar buahbuahan di Bogor. Dibanding jenis lain yang dikenal seperti panji, gilik, canting, poh bate, brekot, dan gadung, kualitas nangka prabu memang paling baik.

Keturunan terbaik

Sampai saat ini, nangka prabu masih bisa dinikmati masyarakat setempat atau pelancong yang datang ke Pulau Lombok. Pohon induk tumbuh di pekarangan rumah Amaq Main, di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada. Letaknya 11 km dari kota Mataram ke arah timur. Menurut Reza, pohon induk itu salah satu keturunan nangka prabu yang dimakan Anak Agung.

Sosoknya tak meraksasa seperti nangka yang berumur ratusan tahun. Batang pohon masih bisa dipeluk oleh orang dewasa. Bandingkan dengan durian tong medaye yang ditanam sang raja di luar kompleks Istana Narmada (baca: Tong Medaye Durian 110 Tahun, Trubus Desember 2004, hal 58). Kini pohon induk itu menjadi sumber entres. Dari hasil seleksi tim Balai Pengawasan dan Sertifi kasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSB-TPH), Nusa Tenggara Barat, ia keturunan paling baik dari nangka prabu asli.

Di pasaran harga nangka prabu selangit. Bila sebuah nangka biasa dihargai Rp25-ribu, nangka prabu bisa 2 kali lipat. “Itu juga orang harus antre,” kata Ir Ahmad Sarjana, MM, kepala BPSB-TPH. Ia tak sempat menjadi nangka olahan karena selalu habis. Maklum panen buah segar baru mengandalkan produksi dari pohon induk warisan.

Karena itulah nangka prabu bagaikan raja diraja di antara nangka yang ada di Pulau Lombok. Jenis lain yang tumbuh di Narmada lebih banyak diolah menjadi dodol, selai, dan keripik.

Varietas unggul

Kini setelah dilepas sebagai varietas unggul pada Juni 2003, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat mulai mengembangkan nangka prabu. Pada tahap awal, tak kurang 100 bibit asal okulasi disiapkan. Direncanakan jumlah itu kian meningkat seiring permintaan yang datang.

Menurut Sarjana, nangka prabu cocok tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1.300 m dpl. Namun, ia optimal di ketinggian 0—800 m dpl. Ia tumbuh baik di daerah kering sampai basah. “Seperti nangka lain, ia bandel dan tumbuh di mana saja,” katanya. Di Pulau Lombok, kerabat sukun itu tumbuh di lahan tandus sampai subur. Buah banyak bermunculan pada Juli—Januari. (Wardi SP, Balai Pengawasan dan Sertifi kasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, Nusa Tenggara Barat)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img