Saturday, August 13, 2022

126 Naungan Sepanjang Hayat

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Rusaknya ratusan tanaman itu lantaran Dede, pekebun di Desa Bojong, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, membudidayakan kapulaga tanpa naungan. Bandingkan dengan kapulaga di lahan Asep Romli, pekebun di desa yang sama, tampak sehat. Romli membudidayakan kapulaga di bawah tegakan sengon berjarak tanam 7 m x 7 m. Sedangkan kapulaga berjarak 2 m x 2 m sehingga total jenderal populasi 12.500 tanaman di lahan 5 ha.

Menurut Dr Ir Rosihan Rosman MSc APU, periset di Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatika, Bogor, naungan syarat mutlak budidaya kapulaga. Intensitas cahaya yang terlalu kuat mengakibatkan daun keriting dan sobek persis yang terjadi di lahan Dede. Sebab, tanaman anggota famli Zingiberaceae itu memerlukan kelembapan tinggi, 80%. Kanopi sengon atau pohon peneduh lain, cocok untuk menjaga kelembapan itu.

Terbaik 70%

Penaung di kebun Romli memang berdampak baik bagi kapulaga. Namun, ketika terlampau rapat justru menghambat pertumbuhan dan produksi kapulaga. Dr Ir Munif Ghulamahdi MS dari Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, menuturkan penaung sebaiknya menyediakan intensitas sinar matahari 35 – 70%. Pohon penaung antara lain kelapa, aren, lamtoro, nangka, pisang, sengon, kopi, kakao, dan pala.

Kebanyakan pekebun menanam kapulaga di bawah pohon yang lebih dulu dibudidayakan. Namun, jika belum ada penaung, pekebun dapat menanam bersamaan dengan pohon yang pertumbuhannya cepat. Menurut Dr Ir Zulkarnain Siregar MForSc, dosen budidaya tanaman Fakultas Kehutanan  Institut Pertanian Bogor, spesies cepat tumbuh antara lain sengon dan jabon.

Namun, produksi terbaik tetap dari tegakan yang memberikan intensitas sinar 70%. Itu dibuktikan oleh Dr Ir Prasetyo MS dari Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu yang meriset kapulaga di 3 area berbeda: bawah tegakan sengon dengan intensitas sinar matahari 35%, 70%, dan tanpa naungan. Luas penanaman masing-masing 1 ha. Ia menggunakan varietas lokal Amomum cardamomum berumur 4 bulan. Dosis pupuk sama: 100 kg Urea dan 200 kg TSP per ha. Hasilnya produksi kapulaga di bawah naungan 70% mengalami peningkatan sebesar 20 – 30%.

Doktor pemuliaan tanaman alumnus Universitas Brawijaya itu mengatakan interaksi antara naungan 70% dan pupuk mengakibatkan ukuran daun kapulaga lebih lebar, mencapai 21.143,66 cm2 per 75 tanaman. Sedangkan ukuran daun tanaman di bawah naungan 35% hanya 8.006 cm2. Semakin banyak daun melakukan fotosintesis maka energi dan nutrisi semakin banyak. Pertumbuhan vegetatif lebih bagus, berbunga lebih cepat, dan berproduksi lebih tinggi.

Khusus

Pekebun lazim membudidayakan 2 jenis kapulaga: lokal dan sabrang. Kapulaga lokal yang tingginya 1 – 1,5 m itu di pasaran internasional dikenal sebagai false cardamomun alias kapulaga palsu. Menurut Drs Laba Udarno, periset di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri, ada 2 tipe kapulaga lokal.

Pertama, tanaman dengan pangkal batang merah berbuah merah. Jenis kedua, pangkal batang hijau muda berbuah putih. Daun kapulaga lokal berbentuk lanset tak bertangkai dan pangkal daun tak begitu runcing. Tangkai bunga pendek, 8 cm dari umbi batang. Buah bergerombol mirip bonggol berbentuk bundar agak pipih berbelah 3. Ukuran biji 4 mm dan rasa manis. Karena bersosok kecil, kapulaga lokal ditanam rapat, 1 m x 1 m atau total populasi 8.000 – 10.000 tanaman per hektar. Jarak tanam kapulaga sabrang 2 m x 2 m.

Kapulaga sabrang Elettaria cardamomum yang lazim dibudidayakan oleh pekebun adalah varietas malabar dan mysore. Tinggi malabar 2,7 m dengan anakan berdaun pendek. Pangkal batang putih, panjang daun 30 – 40 cm, dan permukaan daun berbulu halus dengan ujung daun meruncing. Tangkai bunga menjalar di permukaan tanah sepanjang 60 – 90 cm. Bentuk buahnya bulat kecil dan berwarna hijau. Bila kering, buah berwarna kekuning-kuningan.

Tinggi varietas mysore 4 – 5 meter berdaun lebar, kasar, dan permukaan bawah licin. Tangkai buah tumbuh tegak atau melengkung agak sejajar dengan batang utama, panjang 1 – 2 cm. Buah masak berwarna kuning muda dan kuning cerah bila kering. Menurut Rosman kapulaga lokal sebaiknya dikembangkan di lahan berketinggian 300 – 500 meter di atas permukaan laut (m dpl), meski mampu beradaptasi hingga 1.000 m dpl.

Bandingkan dengan kapulaga sabrang yang butuh ketinggian 750 – 1.200 m dpl. Di bawah itu ia tak dapat tumbuh baik dan produksi anjlok hanya 30 – 50%. Produksi kapulaga sabrang 1,5 ton kering; kapulaga lokal 2 – 3 ton kering per ha. Ir Semangat Ketaren MS dari Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor mengatakan keunggulan kapulaga sabrang berendemen minyak asiri 4 – 6%, kapulaga lokal 2,4%. Aromanya pun lebih harum. (Faiz Yajri)

 

1 2

A

B

a b c

1. a. Kapulaga lokal pangkal batang hijau muda berbuah putih

b. Kapulaga lokal pangkal batang merah berbuah merah

2. Kapulaga sabrang

a. Varietas malabar, tangkai bunga menjalar dipermukaan tanah

sepanjang 60 – 90 cm, bentuk buah bulat kecil dan warna hijau

b. Varietas mysore, tangkai buah tegak atau melengkung agak

sejajar batang utama. Buah masak berwarna kuning muda

c. Varietas vazhukka, tangkai buah agak tegak tinggi tanaman

3 – 5 m, warna buah hijau

Kapulaga Lokal Kapulaga Sabrang

Dr Ir Rosihan Rosman MSc

APU budidaya kapulaga

mutlak butuh naungan

Ditumpangsarikan dengan sengon produktivitas kapulaga maksimal

Perkebunan

Trubus 479 – Oktober 2009/XL 127

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img