Tuesday, November 29, 2022

1st Bogor Koi Show 2009 : 30 Menit Menuju Juara

Rekomendasi

Selain bersosok ideal seperti kapal selam, showa kampiun memiliki sumi hitam menawan yang menghiasi kepala. Pola merah di atas tubuh tampak pekat dan mengkilap saat kena cahaya lampu. ‘Batas warna pattern tegas. Warna-warna itu seolah dilukis dengan kuas berbeda-beda,’ kata Sven Keller, salah satu juri dari Bekasi.

Pendapat berbeda diungkapkan Suwira Susanto, juri dari Jakarta. Meski mengakui kelebihan showa, tapi menurut Wira, taisho sanshoku tak kalah indah. ‘Pola hitam yang cemerlang dengan batas tegas seperti itu jarang dijumpai pada taisho,’ paparnya. Meski demikian, di mata pendukung showa, taisho kalah proporsi tubuh dan warna dasar. ‘Saya lebih memilih showa,’ kata Hiroshi Miyatake, juri dari ZNA Jepang.

Runner up

Langkah sang GC memang sulit terbendung. Tak perlu waktu lama, ikan sepanjang 62 cm kepunyaan Daniel dan Catherine langsung mengungguli rival-rival sekelasnya dan menjadi best in variety untuk jenis showa sanshoku. ‘Mayoritas kualitas showa yang lain jauh tertinggal,’ kata Suwira. Cuma koi sepanjang 63 cm kepunyaan Koi Castle yang bisa mendekati penampilan sang kampiun. Juri pun mengganjarnya dengan gelar jawara showa 61-65 cm.

Untuk perebutan runner up GC, juara I kohaku maju menghadapi taisho andalan Suharto Sunjoto yang baru tersingkir. Sayang, setelah diukur ulang, ikan berpola merah dan putih itu panjangnya lebih dari 66 cm. Padahal ia berlaga di kelas kohaku 61-65 cm. Nisihikigoi bongsor itu pun digantikan posisinya oleh koi milik Djajadi Wikara. Kohaku sepanjang 65 cm yang menjadi juara ke-2 di kelasnya itu pun melaju ke perebutan runner up GC.

Meski mendapat durian runtuh, terbukti kualitas kohaku milik Djajadi tak kalah mentereng. Corak pattern solid ditambah batas warna tegas membuat 6 juri sepakat mendaulatnya sebagai runner up GC. ‘Ia bisa cepat pulih meski bolak-balik dipindahkan dari bak ke plastik,’ ungkap Suwira. Toh, meski tersingkir, taisho tetap dapat mendulang trofi best in size ukuran 61-65 cm.

652 peserta

Persaingan seru juga terjadi di kelas kohaku besar ukuran di atas 60 cm. ‘Rata-rata koi yang berlaga berkualitas prima,’ ungkap Suwira. Oleh karena itu, ke-6 juri-Suwira Susanto, Sven Keller, Roy Andre da Costa, Andi Suryadi, Hiroshi Miyatake, dan Sinya Umeda-menilai dengan seksama. Akhirnya klangenan Michelle Emilia asal Jakarta tampil sebagai juara kelas 61-65 cm mengandaskan pesaingnya. ‘Ia punya mental bertanding prima,’ ungkap Sinya Umeda, juri dari ZNA Jepang.

Adu molek ikan samurai asal Jepang itu merupakan lomba koi perdana yang digelar pada 2009 di Kota Hujan Bogor. Dipelopori Bogor Nishikigoi Club (BNC), lomba bergengsi itu menyedot banyak peserta. Tidak tanggung-tanggung, 652 peserta dari Jabodetabek, Bandung, Cirebon, Sukabumi, Solo, Kediri, Blitar, Bali, sampai Samarinda bertanding. Bahkan lomba yang diadakan pada 9-11 Oktober 2009 itu juga dihadiri 2 kontestan asal Singapura yang membawa 4 koi. (A. Arie Raharjo)

^ GC A, memiliki batas pattern tegas

> GC B, nongosanke

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mencetak Petani Milenial, untuk Mengimbangi Perkembangan Pertanian Modern

Trubus.id — Perkembangan pertanian modern di Indonesia harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Dalam hal ini...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img