Sunday, May 24, 2026

Mengenal Susunan Filter pada Sistem RAS Budidaya Sidat

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Keberhasilan budidaya sidat dengan sistem recirculating aquaculture system (RAS) sangat bergantung pada kualitas filtrasi air. Sistem filter pada RAS berfungsi menyaring kotoran, mengurangi amonia, hingga menjaga kestabilan kualitas air agar sidat tumbuh optimal.

General Manager PT Laju Banyu Semesta (Labas), Angga Kurniawan, menuturkan bahwa sistem filter pada RAS umumnya dibagi menjadi empat ruang dengan fungsi berbeda.

Pada ruang pertama digunakan media japmat atau japan mat. Media berbentuk lembaran serat kaku itu berfungsi sebagai filter mekanis sekaligus biologis. Japmat efektif menyaring kotoran fisik dan menjadi tempat tumbuh bakteri pengurai.

Air kemudian mengalir ke ruang kedua yang juga dilapisi japmat. Pada bagian bawah ditambahkan zeolit sebagai filter kimia. Zeolit berfungsi menyerap amonia yang berasal dari sisa metabolisme dan kotoran sidat.

“Jadi amonia yang nanti keluar dari sisa metabolisme sidat akan diserap langsung oleh zeolit,” kata Angga.

Selanjutnya air masuk ke ruang ketiga yang berisi bioball. Ada dua jenis bioball yang digunakan yakni bioball rambutan dan bioball bola atau golf.

Bioball rambutan memiliki bentuk seperti duri yang memperluas area permukaan untuk pertumbuhan bakteri baik. Sementara bioball bola berbentuk bulat berlubang dengan diameter sekitar 30—50 mm yang juga mendukung proses filtrasi biologis.

Kombinasi kedua jenis bioball itu membantu proses nitrifikasi, yakni mengubah amonia menjadi nitrit lalu menjadi nitrat yang lebih aman bagi sidat.

Pada ruang terakhir dipasang pompa untuk mengalirkan kembali air menuju kolam budidaya. Khusus fase glass eel, pembudidaya biasanya menambahkan filter tambahan berupa filter UV dan filter zeolit untuk meningkatkan biosecurity.

Penggunaan ultraviolet penting karena fase glass eel sangat rentan terhadap serangan penyakit. Sinar UV membantu mensterilkan air dari bakteri, virus, maupun jamur tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.

Siklus filtrasi itu harus berjalan selama 24 jam agar kualitas air tetap stabil. Dengan sistem filtrasi yang baik, tingkat kelangsungan hidup sidat menjadi lebih tinggi dan pertumbuhan lebih optimal.


Artikel Terbaru

AI Bantu Identifikasi Cabai Hibrida, Proses Pemuliaan Lebih Cepat

Trubus.id-Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai merambah sektor pemuliaan tanaman. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)...

More Articles Like This