Monday, August 8, 2022

Abnormal Jadi Idola

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Turbinicarpus alonsoi unik dengan kepala normal dan kristataE. semidenudata kristata cantik dengan “totoltotol” duriBentuk Homalocephala texensis tak beraturan persis monsterKaktus Turbinicarpus alonsoi koleksi Rusli Hadinata asal Tangerang, Banten, itu tampak seperti tanaman tunggal. Padahal, bila melihatnya secara saksama, kaktus itu terdiri atas 3 tanaman. Dua tanaman di antaranya berbentuk bulat, sisanya berbentuk mengipas. Ketiganya tampak menyatu karena berdempetan.

T. alonsoi yang berbentuk mengipas itu mengalami mutasi kristata. Menurut kepala unit kultur jaringan di Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Edhi Sandra MSi, kristata merupakan salah satu bentuk mutasi karena rusaknya titik tumbuh tanaman.

Akibatnya, proses pembelahan horizontal sel meristem – sel tanaman yang aktif melakukan pembelahan – terganggu. “Tanaman bukannya tumbuh membesar dan menebal, tetapi justru melebar ke samping, kata Edhi. Sosok normal alonsoi berbentuk bulat dengan tuberkel alias batang kaktus gepeng yang bertumpuk-tumpuk.

Langka

Bagi Rusli Hadinata, kaktus itu menjadi salah satu koleksi paling istimewa. Di habitat aslinya di lembah pegunungan daerah Xichú, Guanajuato, Meksiko, populasi alonsoi terus berkurang dan terancam punah. Itulah sebabnya alonsoi termasuk dalam “daftar merah” Convention on International Trade in Endangered Species (CITES). Ia masuk dalam golongan appendix I. Artinya, yang memperjualbelikan alonsoi hasil buruan dari habitat aslinya di alam bakal mendapat sanksi hukum yang berat. “Dari jenisnya saja sulit ditemui, apalagi yang kristata,” ujar Rusli.

Menurut Edhi, peluang terjadinya kristata secara alami mencapai 1 : 1.000.000. Artinya dari penyemaian 1.000.000 biji, hanya satu yang berpeluang mengalami kristata. Oleh karena itu Rusli getol berburu kaktus mutasi itu hingga ke mancanegara.

Yang tak kalah istimewa adalah Echinopsis semidenudata dan Obregonia denegrii kristata. Sosok keduanya seperti kipas hidup. Dari kedua kaktus abnormal itu E. semidenudata kristata memiliki perubahan bentuk paling ekstrem. Pada tanaman normal biasanya memiliki 8 – 12 ribs atau lekukan dan tonjolan. Pada koleksi Rusli, ribs tumbuh berlipat-lipat sehingga tak tampak lagi ciri khas tanaman normal.

Penampilan kaktus abnormal impor asal Jepang itu cantik dengan tumbuhnya duri-duri halus berwarna putih yang membentuk pola totol-totol. Ciri khas tanaman normal pada O. denegrii kristata masih dapat dikenali dari bentuk tuberkelnya. Hanya saja duri yang tumbuh pada bagian tengah jumlahnya lebih banyak dan rapat.

Kristata pada kaktus melahirkan bentuk yang beragam dan unik. Contohnya pada ketiga Lopophora wiliamsii koleksi Rusli. Walaupun spesiesnya sama, ketiga peyote – sebutan lain kaktus bergenus Lopophora – itu memiliki bentuk lipatan unik yang berbeda-beda. Salah satunya berbentuk seperti jaringan otak. Lainnya, memiliki rib gendut berbelimbing ciri khas L. williasmsii normal.

Monstrous

Kaktus yang mengalami mutasi monstrous juga kerap menjadi incaran kolektor. Pada mutasi itu bentuk kaktus biasanya menjadi tidak beraturan. “Penyebab mutasi monstrous adalah rusaknya beberapa gen pengatur ekspresi,” ujar Edhi. Bila kita urutkan ketiga jenis mutasi berdasarkan tingkat kelangkaan, monstrous menduduki peringkat pertama, kedua kristata, dan terakhir variegata. “Peluang terjadinya monstrous sulit diprediksi. Bila peluang kristata 1 : 1.000.000, montrous lebih kecil daripada itu,” ujar Edhi.

Rusli juga mengoleksi beberapa kaktus mutasi monstrous. Salah satunya Lopophora williamsii var caespitosa. Sosok kaktus itu sangat istimewa karena mengalami dua kelainan sekaligus: monstrous dan kristata. Homalocephala texensis berumur 10 tahun tak kalah unik. Sosok keseluruhan menjadi tidak beraturan. Pada tanaman normal, biasanya tumbuh 5 – 7 duri dari areola. Letak areola biasanya beraturan mengikuti pola tertentu.

Pada E. texensis monstrous koleksi Rusli bentuk rib dan letak areola tidak beraturan sehingga penampilan candy cactus – sebutan lainnya – tampak seperti monster. Lalu, apa penyebab mutasi pada kaktus? Menurut dosen Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Ir Ari Wijayani Purwanto MP, kondisi lingkungan yang ekstrem di habitat aslinya di alam seperti paparan suhu dan intensitas cahaya tinggi dapat menyebabkan mutasi pada kaktus.

Mutasi buatan bisa saja dilakukan dengan pemberian bahan kimia atau paparan sinar dengan frekuensi dan gelombang tertentu. “Meski buatan, tingkat keberhasilannya tetap saja rendah,” kata Ari. Pantas bila para hobiis kerap memburu tanaman mutasi karena langka. Demi mendapatkan tanaman anggota keluarga Cactaceae dengan “kelainan-kelainan” unik, Rusli rela menggelontorkan rupiah yang tidak sedikit dari para kolektor di Jepang dan Thailand. “Harga untuk kaktus dengan kelainan seperti kristata dan monstrous tidak bisa dipatok. Apalagi jika bentuknya benar-benar unik dan langka,” ujarnya. (Tri Istianingsih)

Previous articleSibuk? Pilih Taman Awet
Next articleGendola Stop Mag
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img