Monday, November 28, 2022

Adu Domba Bakteri

Rekomendasi

Hawar daunPenyakit hawar daun akibat serangan bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae menurunkan 36% produksi padi. Paguyuban Petani Organik Purwakarta di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, mengatasinya dengan bakteri Coryne bacterium. Mereka merebus 3 kg umbi kentang dalam 10 liter air, lalu menambahkan 150 gram gula pasir dan 3 tabung biang Coryne bacterium yang tersedia di toko-toko pertanian. Setelah itu mereka menyimpan dalam wadah selama 10-15 hari. Untuk menggunakannya, campur 150 cc larutan bakteri dalam 300 liter air, lalu semprotkan ke seluruh tanaman yang terserang. Untuk pencegahan semprot padi saat berumur 14, 28, 42, dan 60 hari setelah tanam. Jumlah larutan itu cukup untuk sehektar lahan. ***

 

Mulsa AzolaMulsa Azola

Azolla pinnata biasanya dimanfaatkan sebagai pakan tambahan ternak. Kepala Kebun Bina Sarana Bhakti (BSB), produsen sayuran organik di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Darmuji, menggunakannya sebagai mulsa pada saat pembibitan spinach Spinacia oleracea. Ia menaburkan azola segar secukupnya di permukaan media tanam di persemaian. Tujuannya untuk menjaga kelembapan media tanam dan sumber nutrisi benih. Azola kaya nitrogen karena bersimbiosis dengan bakteri biru-hijau Anabaena azollae yang mengikat nitrogen dari udara. Ia juga berprotein tinggi yakni 24-30%. Berkat mulsa dari azola, benih berkecambah 2-3 hari lebih cepat.***

Previous articleJumbo Setelah Dipingit
Next articleJingga Mulus Impian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img