Monday, November 28, 2022

Aeromonas pada Gurami

Rekomendasi

  1. Bagaimana cara mengobati gurami yang terserang penyakit pathek? Apakah cara itu bisa juga diterapkan untuk lele dumbo?
  2. Bagaimana cara memilih benih gurami?
  3. Apa ciri-ciri lele yang sudah bisa dipijahkan?
  4. Bagaimana cara agar gurami tumbuh cepat?
Fajar Agus P
Perumahan Tegalsari Indah
Jl. Yudistira No. 8 Dukuh Waluh
Purwokerto, Jawa Tengah
Pepen Efendi
  1. Pathek, salah satu penyakit ikan berbahaya. Penyakit yang disebabkan bakteri Aeromonas sp dan Pseudomonas sp itu kerap kali menyerang gurami dan lele. Cirinya Osphronemus gouramy berwarna kemerahan karena pendarahan, sisik satu per satu lepas, perut busung, dan ikan selalu di permukaan air dengan posisi miring. Untuk mengobatinya, 25 kg ikan direndam dalam air yang telah dicampur kalium permanganat dengan dosis 20 g/m3 air selama 30—60 menit. Aerator tetap dipasang untuk pasokan oksigen. Bahan lain yang bisa digunakan, nitrofuran. Campur 5—10 g nitrofuran ke dalam 1 m3 air, lalu rendam 25 kg ikan selama 12—24 jam. Selain perendaman, bisa juga dengan penyuntikan. Gunakan 20—40 mg oxytetracyclin atau kanamycin untuk 1 kg ikan. Kemudian suntikan secara intramuscular— menginjeksi di bagian tengkuk ikan. Cara lain dengan mencampur 0,5 g oxytetracycline dengan 500 g pakan untuk 10 kg ikan. Ikan yang diobati dengan antibiotik, baru dapat dikonsumsi 2 minggu setelah pengobatan.
  2. Keseragaman benih menentukan pertumbuhan. Ikan yang berukuran sama cenderung akan mengkonsumsi pakan secara merata. Bayangkan, jika ukuran ikan beragam. Bisa dipastikan ikan bertubuh besar akan menghabiskan pakan, sementara yang kecil tidak kebagian. Selain itu benih harus sehat. Ikan yang fi t nafsu makannya tinggi. Akibatnya pertumbuhan lebih cepat.
  3. Induk betina yang sudah matang telur, perutnya buncit dan lembek. Bila diurut keluar telur. Lubang anus berwarna kemerahan. Begitu pula induk jantan, bila diurut akan mengeluarkan cairan berwarna putih (sperma).
  4. Pemberian pakan berkualitas, salah satu cara mempercepat pertumbuhan. Pakan alami seperti chlorella, artemia, dan cacing rambut diberikan saat ikan dalam masa pembenihan. Itu sangat cocok untuk benih ikan yang belum memiliki sistem pencernaan sempurna dan komposisi gizinya seimbang serta mudah dicerna. Saat pembesaran, ikan diberi pakan buatan. Pembuatannya bisa dilihat pada buku Permasalahan Gurami dan Solusinya yang diterbitkan Penebar Swadaya. ***

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img