Friday, August 12, 2022

Agar Layu Menjauh

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Tanaman pisang terkena layu fusarium, daun layu berwarna kuning hingga cokelat.
(foto : Scot Nelson/Wikimedia Commons)

TRUBUS — Sulit mengobati tanaman pisang terserang layu fusarium. Cegah serangan dengan detergen.

Daun tua menyempit berwarna hijau kekuningan, batang pecah, bagian dalam bonggol berwarna gelap, dan tunas atau anakan kerdil. Itu yang tampak pada tanaman pisang raja bulu di kebun Wasja. Sejatinya itulah sinyal akibat serangan cendawan Fusarium oxysporum. Celakanya bukan satu dua tanaman yang terserang, tetapi mencapai 800 tanaman di lahan 1 hektare. Tanaman terserang dominan berumur 2—3 bulan.

“Mungkin juga dari kualitas bibit yang rendah,” kata pekebun pisang di Desa Kedungneng, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, itu. Layu fusarium momok bagi para pekebun pisang. Penyakit akibat ulah cendawan anggota famili Nectriaceae itu menyerang tak kenal umur tanaman dan masif. Kerugian akibat serangan layu fusarium mencapai 50%.

Bibit sehat

Di lahan Wasja separuh populasi terserang. Padahal, lazimnya satu tanaman menghasilkan 35—40 kg buah. Potensi kerugian mencapai Rp200 juta. Pekebun pisang sejak 1997 itu mengatakan, serangan layu fusarium makin parah berbarengan dengan serangan hama ulat atau nematoda pada pisang. “Jika serangan ulat rendah, serangan layu fusarium pun rendah,” katanya. Begitu juga sebaliknya.

Menurut dosen di Departeman Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Suryo Wiyono, M.Sc., nematoda bisa berinteraksi dengan fusarium. Nematoda menimbulkan luka dengan cara menggerogoti tanaman sehingga memperlemah daya tahannya. Dari luka itulah cendawan masuk dan menginfeksi tanaman. Itu senada dengan hasil riset Friska Erawati Sitepu dari Program Studi Agroekologi, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Bibit pisang hasil kultur jaringan steril tanpa membawa bibit penyakit. (foto : dok.Trubus)

Menurut Friska serangan nematoda Radopholus similis berkolerasi dengan serangan layu fusarium. Korelasi antara populasi nematoda R.similis dan propagul Fusarium oxysporum antara 10—64,5%. Peneliti di Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu), Dra. Jumjunidang, M.Si, lebih menyarankan upaya pencegahan.

Adapun upaya pencegahan fusarium dengan menerapkan budidaya tanaman sehat, antara lain rutin sanitasi kebun, perlakuan agensi hayati seperti Trichoderma, dan membersihkan alat-alat pertanian. Upaya pencegahan lain dengan menambahkan kapur pertanian. Tujuannya membuat lahan menjadi basa atau ber-pH 7. Itu lantaran cendawan fusarium berkembang pada tanah dengan pH kurang dari 7.

Pencegahan lain dengan memilih bibit yang bebas fusarium. Hindari menggunakan bibit dari tanaman induk yang terserang fusarium. Menurut ahli fisiologi tumbuhan di Kota Bogor, Jawa Barat, Ir. Edhi Sandra, M.Si., perbanyakan kultur jaringan menghasilkan tanaman steril tanpa membawa bibit penyakit. Oleh karena itu, Edhi Sandra lebih menyarankan pekebun anyar atau penanaman baru memanfaatkan bibit tanaman asal kultur jaringan.

Detergen

Wasja mencegah serangan fusarium dengan rutin memberikan detergen bubuk dan nematisida dengan rasio 3:1. Artinya ia mencampur 3 kilogram detergen dan 1 kilogram nematisida hingga merata. Pemberian kering dengan menabur merata di sekitar tanaman. Adapun pemberian basah dengan menambahkan sedikit air agar detergen bisa lebih melekat. Empat kilogram campuran untuk luasan 500 meter persegi, atau populasi sekitar 80 tanaman pisang.

Frekuensi pemberian 1—2 kali setiap bulan selama masa budidaya. “Pemberian rutin itu sukses menekan serangan fusarium kurang dari 5%,” katanya. Menurut penyuluh pertanian setempat, Munaji, S.P.,M.P., aplikasi detergen dan nematisida bukan obat atau bersifat kuratif. “Sebetulnya tidak ada obat untuk layu fusarium, agen hayati sekalipun hanya bersifat pencegahan,” kata Magister Agronomi alumnus Universitas Swadaya Gunung Jati itu.

Sanitasi kebun buruk bisa memicu serangan layu fusarium. (foto : dok. Trubus)

Menurut Munaji nematisida sabagai salah satu campuran berperan efektif membunuh nematoda. Adapun detergen, selain perekat juga berfungsi membuat pH lingkungan selalu dalam kedaan basa. Aplikasi rutin campuran itu membuat hama pemicu fusarium dan lingkungan tidak cocok untuk perkembangan fusarium. Bagaimana jika telanjur terserang fusarium? Menurut Jumjun eradikasi solusi yang paling benar.

Cara tepat mengeradikasi dengan menyuntik batang menggunakan minyak tanah atau herbisida. Dosis minyak tanah yang dibutuhkan 25—40 ml (3—5 sendok makan) untuk tanaman dewasa, 15—25 ml (2—3 sendok makan) untuk tanaman muda, dan 5—15 ml (1—2 sendok makan). Adapun menggunakan herbisida 10 ml per tanaman.

Petani dapat menggunakan injektor untuk menyuntikkan cairan berkemiringan 45—60o hingga menyentuh bagian empulur. Titik injeksi sekitar 50 cm dari permukaan tanah. Bila tanaman kokoh atau sedang musim hujan, lakukan penyuntikan dua kali. Penyuntikan berikutnya dengan takaran yang sama satu pekan setelah penyuntikan pertama. Setelah tanaman mati yaitu 3—5 pekan bongkar dan bakar sisa tanaman sampai habis. (Muhamad Fajar Ramadhan/Peliput: Riefza Vebriansyah)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img