Friday, August 12, 2022

Agar Oksigen Turun ke Dasar

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Waterlift bukan barang baru dalam budidaya lobster air tawar. ‘Peternak di Australia sudah lama memakainya,’ ujar Agung Lukito, peternak lobster di Bekasi. Agung sudah menerapkan sistem itu pada kolam seluas 300 m2 miliknya sejak pertengahan 2007 (baca: Waterlift, Dongkrak Oksigen Terlarut, Trubus Oktober 2007). Prinsip kerjanya, meningkatkan oksigen di dasar kolam dengan cara menaikkan air dari dasar ke permukaan.

‘Air di permukaan oksigennya lebih tinggi karena kontak langsung dengan udara,’ tutur Agung. Naiknya air dari dasar kolam mendorong air permukaan turun membawa oksigen. Itu sekaligus mengurangi konsentrasi amonia dan hidrogen sulfida yang mengendap di dasar. Di permukaan, kedua senyawa sisa-sisa metabolisme itu terurai karena lingkungan sekitar mengandung cukup oksigen.

Meskipun sistem waterlift dapat membuat lobster ukuran 5 cm menjadi 17 cm dalam 6 bulan tanpa perlu sering menguras air, Ir Cuncun Setiawan tetap merasa perlu memodifikasinya. ‘Supaya oksigen itu dapat menyentuh lobster yang merayap di dasar kolam,’ kata peternak di Bintaro, Tangerang itu. Sistem yang dirancangnya hanya menggunakan pipa PVC berdiameter 1,25 cm dan keran udara sebagai komponen utama. Itu berbeda dengan waterlift asli yang perlu selang plastik, pipa berdiameter 10 cm, dan pemberat.

Gelembung

Seperti waterlift, Cuncun tidak memasang pompa tambahan untuk menaikkan air. Untuk mengangkat air dari dasar, ia memanfaatkan gelembung udara dari aerator. Bedanya, pipa PVC sepanjang 5 m berdiameter 1,25 cm asal aerator dipasang membujur di dasar kolam. Sedangkan pada sistem waterlift, pipa itu ada di permukaan.

Di tengah pipa ada 3 lubang kecil, masing-masing terpisah jarak 1 m. Lubang-lubang itu disumbat keran udara. Pangkal sebuah pipa berdiameter sama dipasang di ujung lain keran udara itu dengan posisi diagonal. Untuk memperluas jangkauan sirkulasi air, di ujung pipa diagonal itu dipasang pipa melintang yang mengarah ke tepi kolam membentuk huruf T.

Kedua ujung pipa melintang itu diberi gabus styrofoam sebagai pelampung. Udara dari aerator keluar berupa gelembung. Itu mendorong air di atasnya sehingga air di dasar kolam tersedot masuk. Terciptalah aliran air dari dasar kolam ke permukaan. Kecepatan aliran ditentukan oleh pengaturan bukaan ulir keran udara. Makin besar bukaan, gelembung yang keluar semakin banyak sehingga kecepatan aliran naik.

Cuncun membuat pipa tegak lebih panjang ketimbang ketinggian air. Itu supaya posisinya tidak benar-benar tegak melainkan miring diagonal. ‘Supaya enteng sehingga air mudah naik,’ ungkapnya. Untuk kolam dengan kedalaman 50 cm, ia membuat pipa sepanjang 60 cm. Sedangkan pipa melintang yang diberi pelampung dibuat sepanjang lebar kolam, minimal duapertiganya. Tujuannya agar seluruh air kolam tersirkulasi dan oksigen terlarut tersebar merata.

Kurang

Timbunan amonia dan hidrogen sulfida di dasar kolam bisa membawa petaka kalau jumlahnya banyak. Namun, menurut Prof Ir Judjono Suwarno, dosen Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, sebenarnya amonia dan hidrogen sulfida dapat terurai alami. Syaratnya, oksigen cukup. Makanya peternak lantas memasang aerator dan blower. Gelembung yang dihasilkan, selain langsung memasok oksigen, juga menyebabkan gerakan permukaan sehingga oksigen dari udara masuk dalam air.

Namun, saat populasi lobster dipadatkan sampai 8 ekor/m2, embusan aerator tidak mencukupi. Menurut Dr Coco Kokarkin, MSc, koordinator peneliti udang-udangan dari Balai Budidaya Air Payau di Jepara, Jawa Tengah, keluarga udang-udangan?termasuk lobster?perlu oksigen minimal 5 mg/l air supaya tumbuh baik. Kurang dari itu, perkembangannya terhambat karena pakan tidak menjadi daging.

Untuk mengatasinya, peternak mesti kerap membersihkan dasar kolam. Bagi pemilik akuarium atau kolam kecil, itu tidak menjadi soal. Namun, akan sangat merepotkan kalau peternak punya beberapa kolam yang luasnya lebih dari 100 m2. Ujung-ujungnya biaya membengkak sehingga keuntungan menyempit. Dengan waterlift hasil modifikasi, Cuncun berharap produksi lobster dapat digenjot tanpa pembengkakan biaya. (A. Arie Raharjo)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img