Monday, November 28, 2022

Aglaonema Dicincang Biar Banyak

Rekomendasi

 

Jalan pintas memperoleh anakan lewat setek boleh saja diterapkan. Namun, pada aglaonema perbanyakan itu penuh risiko. Salah perlakuan berakibat fatal. Itulah sebabnya ada yang menyarankan, perbanyakan aglaonema dengan setek dilakukan pada tanaman tua yang penampilannya sudah jelek.

Saran memakai aglaonema tua masuk akal. Soalnya, agar setek menumbuhkan tunas, harus dipilih batang yang sudah cukup umur. Batang terasa keras jika ditekan. Jika masih empuk itu pertanda belum dewasa. Batang empuk mudah sekali terserang penyakit busuk batang.

Steril

Cara menyetek batang tua aglaonema sederhana. Syarat pertama, pakai pisau steril untuk memotong. Setiap potongan sepanjang 3—5 minimal harus memiliki satu mata tunas. Paling aman jika dalam satu ruas ada dua mata tunas. Oleskan atau celupkan setek itu selama 30 menit di cairan zat perangsang tumbuh.

Siapkan media di pot atau meja berbentuk bedengan. Isi dengan sekam bakar yang sudah steril. Buat garis sedalam 2 cm. Benamkan setek, kemudian tebarkan sekam. Jaga agar batang setek tidak terbenam seluruhnya. Selanjutnya semprot tanaman dengan air lalu tutup dengan plastik bening untuk menjaga kelembapan. Letakkan di tempat teduh. Perawatan selanjutnya hanya menyiram jika media terlihat kering. Tiga minggu kemudian di ruas akar terbentuk akar.

Model agak berbeda dilakukan Suhandono. Pemilik Kusuma Floracipta di Ragunan itu membebat pangkal setek dengan tanah merah. Tujuannya supaya batang tidak goyah. “Tanah liat bisa menghambat pembusukan karena steril,” kata Suhandono.

Caranya, basahi tanah merah lalu buat adonan dan bebatkan langsung di ujung setek. Selang 2—4 minggu kemudian keluar akar. Setelah muncul akar maka daun akan segera menyusul. Biasanya satu akar akan memunculkan satu daun. Perawatan berikut yang dilakukan hanya menyiram tanaman. Setelah terbentuk 2—3 daun, tanaman muda itu siap dipindahkan ke pot individu. (Syah Angkasa)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img