Sunday, May 24, 2026

AI Bantu Identifikasi Cabai Hibrida, Proses Pemuliaan Lebih Cepat

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai merambah sektor pemuliaan tanaman. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) mengembangkan sistem identifikasi cabai rawit hibrida berbasis karakter fenotip menggunakan teknologi deep learning.

Peneliti Ahli Utama PRSDI, Wiwin Suwarningsih, mengatakan riset itu mengombinasikan proses hibridisasi manual dengan teknologi AI untuk mengenali tanaman cabai hasil persilangan secara lebih cepat dan akurat.

Penelitian tersebut memanfaatkan karakter fenotip tanaman seperti bentuk daun, tinggi kanopi, hingga ukuran buah sebagai dasar identifikasi digital berbasis citra. Menurut Wiwin, pendekatan itu dapat mempercepat pengujian hibriditas yang selama ini masih banyak dilakukan secara konvensional.

“Pemanfaatan AI memungkinkan analisis karakter tanaman dilakukan secara digital melalui pengolahan citra,” ujarnya dalam kegiatan internal PRSDI, Rabu (20/5).

Dalam riset itu, tim peneliti menggunakan induk jantan CR-55 dan induk betina CR-56 untuk menghasilkan varietas F1 CR-58. Masing-masing induk memiliki karakter berbeda sehingga memudahkan sistem AI mengenali sifat turunannya.

Induk jantan CR-55 memiliki tajuk lebih tinggi, daun halus, dan buah berukuran besar serta panjang. Adapun induk betina CR-56 berciri kanopi lebih pendek, daun bergerigi, dan ukuran buah lebih kecil. Perbedaan karakter itulah yang menjadi dasar pembentukan model identifikasi.

Sistem AI bekerja melalui beberapa tahapan, mulai dari pengumpulan data citra tanaman, preprocessing, ekstraksi fitur, hingga klasifikasi menggunakan model deep learning. Selanjutnya peneliti mengevaluasi performa sistem menggunakan parameter akurasi, precision, recall, dan F1-score guna memastikan hasil identifikasi optimal.

Tidak hanya berhenti pada pengembangan model identifikasi, riset itu juga menghasilkan konsep aplikasi pemantauan cabai hibrida berbasis web dan perangkat bergerak. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat mengidentifikasi tanaman langsung di lapangan sekaligus memantau pertumbuhan tanaman secara real time.

Menurut Wiwin, penerapan AI dalam pemuliaan tanaman mendukung pengembangan pertanian presisi dan digitalisasi sektor pertanian nasional. Teknologi itu berpotensi mempercepat proses sertifikasi varietas, perlindungan varietas tanaman, hingga pendaftaran benih untuk peredaran komersial.

BRIN berharap integrasi AI dan teknologi pemuliaan tanaman dapat meningkatkan efisiensi produksi benih unggul nasional sekaligus memperkuat pengembangan pertanian cerdas di Indonesia.


Artikel Terbaru

Mengenal Susunan Filter pada Sistem RAS Budidaya Sidat

Trubus.id-Keberhasilan budidaya sidat dengan sistem recirculating aquaculture system (RAS) sangat bergantung pada kualitas filtrasi air. Sistem filter pada RAS...

More Articles Like This