Friday, December 9, 2022

Akibat Perjumpaan Sekerabat

Rekomendasi

Bunga jantan dan betina durian tinggal di rumah berbedaIni kasus selingkuh yang bagus: menghasilkan keturunan nan sedap di mata, juga di lidah. Keturunan itu adalah durian pelangi.

Selinguh itu akibat bunga jantan dan betina durian Durio zibethinus tinggal di rumah berbeda. Begitu juga anggang Durio graveolens, sudah suratan takdir jantan dan betina juga terpisah. Bunga kedua pohon itu memang berumah dua. Nah, ketika bunga betina durian siap serbuk, sang pejantan zibethinus tak kunjung datang. Jadilah pejantan anggang Durio graveolens cepat berkunjung sehingga terjadi penyerbukan.

Atau sebaliknya, betina anggang siap serbuk, tetapi pejantan lambat berkunjung. Eh, pejantan zibethinus datang tepat waktu sehingga terjadilah fertilisasi. Mengapa jantan terlambat datang? Menurut peneliti di Pusat Riset Durian Universitas Brawijaya, Dr Lutfi Bansir SP MS, bunga jantan dan betina zibetiinus serta graveolens mekar 2 bulan sejak muncul bunga. Bunga-bunga itu biasanya mekar pada pukul 15.00-21.00 dan siap membuahi 4 jam sejak mekar. Persoalannya, “Bunga jantan enggan membuahi,” kata Lutfi. Penyebab keengganan itu hingga kini masih diteliti oleh Lutfi. Namun, yang pasti karena jantan dan betina tak satu rumah sehingga memerlukan “penghulu” yang mempertemukan keduanya.

Rasa dan warna

Antara anggang dan durian memang masih sekerabat, sama-sama anggota keluarga Bombacaceae sehingga berpeluang terjadi penyerbukan silang. “Kekerabatan mereka sangat dekat, kompatibilitas penyerbukan silang sangat tinggi,” kata periset durian di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropik (Balitbu) di Solok, Sumatera Barat, Panca Jarot Santoso SP MSc. Menurut Jarot jika penyerbukan silang itu betina berasal zibethinus atau betina graveolens, tak ada perbedaan spesifik pada keturunannya.

Banyak orang malah bersorak riang melihat mereka berselingkuh. Harap mafhum, hasilnya berupa durian pelangi yang berdaging buah bergradasi merah, kuning tembaga, dan semburat kehijauan di sudut pongge. Durian itu tumbuh di kebun Sunarto di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Persilangan silang tersebut pendapat ahli botani alumnus Universitas Birmingham, Inggris, Gregori Garnadi Hambali, yang mengoleksi beragam jenis durian dan Panca Jarot Santoso.

Berdasarkan uji DNA pelangi berkerabat dekat dengan D. zibethinus, D graveolens, dan D. dulcisSifat D. dulcis pada pelangi tidak terlihat karena tak semua gen diekspresikan oleh tanaman dalam bentuk sifatMenurut Panca Jarot, “Pelangi kemungkinan hasil silangan alami zibethinus dengan graveolens ratusan tahun lalu,” katanya. Adapun pakar buah dari PT Taman Wisata Mekarsari, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Dr Mohamad Reza Tirtawinata, menduga durian pelangi merupakan turunan kedua hasil persilangan zibethinus dengan graveolens.

Warisan khas zibethinus pada hasil silangan, yakni durian pelangi, terlihat dari bentuk buah, aroma harum yang kuat, dan citarasa manis dan legit. Sementara durian anggang menyumbang gen warna daging buah yang berwarna merah. Rasa durian anggang memang tak semanis durian zibethinus. “Manisnya mirip jambu air,” ujar Gregori Hambali. Namun, menurut Lutfi warna merah pada durian pelangi belum tentu warisan graveolens. Sebab, “Gen pembawa warna pada durian belum ditemukan,” kata doktor alumnus Universitas Brawijaya itu.

Sumbangan lahong

Untuk memastikan asal-usul durian pelangi, Jarot mengirimkan contoh asam deoksiribonukleat (DNA) dari daun durian pelangi ke sebuah lembaga penelitian di Korea Selatan. Mula-mula Jarot mengeringkan selembar daun pelangi dengan silika gel, kemudian mengisolasi DNA, memperbanyak potongan DNA dengan Polymerase Chain Reaction (PCR). Mahasiswa program strata tiga di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung itu merunutkan kode DNA dan memasukkan kode itu ke komputer untuk menganalisis kekerabatan suatu spesies.

Sebelumnya, ia memasukkan data DNA seluruh jenis durian yang diperoleh dari bank gen ke dalam program komputer itu. Hasil analisis gen menunjukkan, durian pelangi memiliki kekerabatan dekat dengan Durio zibethinus, D. graveolens, dan lahong D.dulcis. Lahong berkulit merah, merah kecokelatan, hingga merah tua. Daging buah spesies itu berwarna krem hingga kuning. Kulit buah tak terbelah meski buah telah masak dan jatuh dari pohon. Meski begitu, tak satu pun sifat lahong yang terwariskan di durian pelangi.

D. zibethinus mewarisi rasa manis, legit, dan lembut pada pelangi Dr Lutfi Bansir SP MS, "Gen pembawa warna pada durian belum ditemukan."“Itu karena hanya 3-5% gen saja yang diekspresikan dalam bentuk sifat,” kata Jarot. Penelitian untuk menyibak identitas durian pelangi belum tuntas. Menurut Jarot perlu penelitian lanjutan menggunakan sistem mikrosatelit, yaitu penanda genetik yang melibatkan perunutan basa nukleotida pendek pada DNA yang berulang-ulang tanpa sela. Walau membutuhkan waktu panjang untuk memastikan identitas pelangi, tapi kehadiran durian pelangi menambah daftar durian merah di tanahair (baca: Melacak Jejak Merah halaman 24-25).

Selain pelangi dengan sapuan warna merah, durian merah lain juga ada di Bulungan, Provinsi Kalimantan Timur. Luthfi Bansir dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bulungan, menemukan durian merah solid pada 2009. Begitu pula Eko Mulyanto SP di Banyuwangi, Jawa Timur, yang menemukan 25 durian merah dengan baragam varian: merah, semburat merah, dan merah muda.

Para ahli seperti Gregori Hambali atau Reza Tirtawinata mengatakan proses pemunculan durian-durian merah di berbagai lokasi itu mirip durian pelangi. Artinya kelahirannya akibat penyerbukan silang antara dua kerabat dekat, yakni durian dan anggang. Masing-masing spesies itu mewariskan sifat tertentu pada keturunannya. Apa pun hasilnya, itulah hasil perjumpaat sekerabat dekat. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Bondan Setyawan & Tri Istianingsih)


Uji DNA Pelangi

  1. Isolasi DNA dari daun pelangi
  2. Potongan DNA kemudian diperbanyak dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) pada daerah Internal Transcribed Spacer (ITS)-nrDNA
  3. Runutkan kode DNA kemudian masukkan ke komputer yang memiliki program khusus untuk analisis kekerabatan. Sebelumnya, pada program komputer itu dimasukkan data DNA durian yang diperoleh dari bank gen.
  4. Hasil analisis DNA, pelangi berkerabat dengan D. dulcis, D. graveolens, dan D. zibethinus.

 

Uji DNA PelangiKeterangan Foto :

  1. Bunga jantan dan betina durian tinggal di rumah berbeda
  2. Berdasarkan uji DNA pelangi berkerabat dekat dengan D. zibethinus, D graveolens, dan D. dulcis
  3. Sifat D. dulcis pada pelangi tidak terlihat karena tak semua gen diekspresikan oleh tanaman dalam bentuk sifat
  4. D. zibethinus mewarisi rasa manis, legit, dan lembut pada pelangi
  5. Dr Lutfi Bansir SP MS, “Gen pembawa warna pada durian belum ditemukan.”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mentan Ingin Produk Hortikultura Segera Tembus Pasar Mancanegara

Trubus.id — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginginkan produk hortikultura, seperti buah dan sayur bisa tembus pasar mancanegara. Mengingat,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img