Monday, August 8, 2022

Aksesori Ikan Lima Jam di Riaoping

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Setidaknya ada 6 produsen aksesori asal negeri Tirai Bambu itu kini semakin garang menancapkan kuku. Beruntung Trubus mendapat kesempatan selama 5 jam menengok aktivitas satu pabrik di Riaoping, Propinsi Guangdong, Cina Selatan.

Tak gampang mendapatkan ijin masuk ke pabrik di pinggiran kota satelit Shantou itu. Musababnya, karakteristik orang Cina yang cenderung tertutup soal bisnis. Setelah 3 hari bermalam di Guangzhou, kepastian itu datang tiba-tiba. “Ok, besok kita langsung berangkat,” ujar Iskandar dari Metro Lou Han yang dihubungi per telepon.

Jarum jam menunjukkan pukul 08.12 saat Trubus meninggalkan Hotel Shiweitian Yinshi Jhongsin di Jiangnan Aveneu. Pagi itu di pertengahan Juni 2003, Trubus berencana memenuhi undangan Yu Bing Yan, General Manager Boyu Ltd. Taksi Mazda kuning bersekat jeruji di kabin segera meluncur ke Guangzhou Tianhe Intercity (GTI). GTI adalah terminal bus antarkota antarpropinsi. Yang menarik suasana terminal mirip bandar udara. Bagasi setiap penumpang harus melewati pemeriksaan x-ray sebelum berjalan ke gate sesuai tiket yang desainnya mirip boarding pass.

Jarak dari GTI ke Shantou ditempuh selama 7 jam memakai bus no 9007. Seluruh perjalanan melalui jalan tol yang dimulai dari gerbang Xintang Huangpo dan berakhir di pintu tol Shantou Bay Bridge. Saat matahari berada di tepat di atas kepala, bus beristirahat sejenak selama 15 menit di Haifong. Daerah Haifong dikenal sebagai salah satu sentra pisang di Propinsi Guangdong.

Menjelang pukul 15.10 bus memasuki kota Shantou. Dari kejauhan tampak Pulau Hongkong. Dari Shantou dengan menumpang sedan Cefiro, Trubus segera meluncur lagi. Lokasi Boyu dicapai dalam 45 menit. Pabrik yang berdiri sejak 1990- an itu terletak persis di daerah padat penduduk.

Semua aksesori

Menurut Alen Li, manajer ekspor yang menemani Trubus berkeliling, total jenderal areal Boyu Ltd mencapai 8 ha. Dari luas lahan itu setengahnya dipakai untuk tempat produksi yang terdiri dari 3 gedung utama mirip hanggar pesawat terbang. Sisa tanah lain masih dalam tahap pembangunan untuk 3 gedung lain. Rencananya, selain untuk kantor baru, gedung itu dipakai sebagai gudang penyimpanan.

Boyu Ltd memproduksi sekitar 50 item aksesori ikan hias. Mulai dari aerator, akuarium, lampu, power head, dan filter. Berbagai model pemanis isi akuarium seperti background, batu warna-warni, dan plastik novelty fish juga dibuat. “Untuk saat ini barang diproduksi setelah ada pesanan,”ujar Alen Li. Hal itu semata-mata untuk menghindari penumpukan barang di gudang.

Diakui Yu Bing Yan, untuk mendapat order bukan perkara gampang. Apalagi konsumen seringkali ingin dibuatkan produk khusus yang tidak boleh dijual ke pembeli lain. Seorang pembeli dari Australia contohnya, minta dibuatkan pompa head berukuran kecil tapi berkemampuan menyemprot besar untuk water gardening. “Biasanya kita desain dulu, lalu dibuat jumlah terbatas. Bila setuju baru dibuat sesuai jumlah pesanan. Soal harga mereka tidak terlalu peduli,” ujar Yu Bing. Konsumen model itu benarbenar mendapat service khusus.

Cara lain berpromosi melalui internet dan membuka stan di pameran-pameran internasional. “Hampir 75% pelanggan kami diperoleh dari cara seperti ini. Meski rata-rata mereka ingin harga murah,” ujar Alen. Contoh, seperangkat akuarium berkapasitas 1200 l lengkap dengan buffet dijual sekitar 240 yuan setara Rp240.000. Kini setiap bulan tak kurang dari 5 kontainer berisi beragam produk dikirim ke berbagai negara tujuan.

Dikontrol

Perusahaan yang meraih sertifikat ISO 9002 itu benar-benar memperhatikan kualitas. Saat Trubus masuk ke salah satu gedung pembuatan aerator tampak beberapa pekerja cekatan menyolder dan memasang karet di tubuh aerator. Aerator setengah jadi yang ditumpuk dalam keranjang segera diangkut ke ruang pengecekan. Di sana 3 pekerja langsung mengecek kondisi aerator dan sistem kelistrikan. Barang yang tak berfungsi segera disingkirkan. Pengecekan berlangsung 2 kali dengan orang yang berbeda.

Kondisi serupa tampak di ruang pembuatan akuarium. Akuarium yang didesain melengkung bila tidak lolos melewati suatu alat berupa pipa baja akan segera dipecahkan. Bila lolos ia akan berpindah ke ruang pengeleman untuk dirakit lebih lanjut. “Tingkat kerusakan setiap kali produksi kurang dari 5%,” papar Alen.

Puas melihat pembuatan aerator dan akuarium, Trubus diberi kesempatan melongok proses pembuatan ornamen terarium berupa bebatuan dari bahan fiber. Di ruang dengan lampu temaram tampak beberapa pekerja wanita sibut mengecat bebatuan yang selesai dicetak. Setiap pekerja memiliki spesialisasi tersendiri. Ada yang cukup melabur cat cokelat mirip warna batu. Yang lain akan menyelesaikan dengan memberi corakcorak hitam agar mirip aslinya.

Perlu riset

Untuk menjaga pasar, Boyu Ltd memiliki departemen riset. Departemen beranggotakan 6 orang itu ‘dipaksa’ membuat inovasi-inovasi baru dari beragam produk. Salah satu yang dibuat adalah terarium mungil. Terarium berukuran 60 cm x 30 cm x 45 itu didesain memakai paduan tanaman plastik dan asli. Di salah satu ujung, sebuah selang kecil akan menyemprotkan dry ice untuk menciptakan suasana kabut. Produk unggulan itu sempat Trubus jumpai di Singapura saat berlangsung pameran ikan hias Aquarama 2003.

Tak terasa malam pun menjelang. Untuk menghormati tamu jauh, Yu Bing pun mengajak makan malam di sebuah restoran tak jauh dari lokasi pabrik. “Saya masih ingin menunjukan satu tempat lagi kepada Anda,” ujar Yu Bing bersemangat. Tempat yang dimaksud ternyata ruang pamer seluruh aksesori yang sudah dibuat. “Di sinilah tamu kami dari luar negeri dapat melihat sekaligus bernegosiasi,” paparnya.

Kunjungan di Riaoping berakhir pada pukul 20.30 waktu setempat. Diantar sedan Cefiro, Trubus bersama Iskandar kembali ke jantung kota Shantou. Dari sana bus no 9005 siap menemani kembali selama 7 jam menuju Guangzhou. (Dian Adijaya S)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img