Tuesday, February 27, 2024

Akuaskap: Lima Tahun Tetap Jernih

Rekomendasi
- Advertisement -
Akuaskap juara Amano Design Aquarium di Jepang pada tahun 2010 milik H Asari.
Akuaskap juara Amano Design Aquarium di Jepang pada tahun 2010 milik H Asari.

Akuarium milik Asari tetap jernih meski sudah 5 tahun tidak dikuras.

Akuarium berukuran 200 cm x 24 cm x 60 cm di sebuah restoran itu menyajikan panorama menawan. Dalam akuaskap itu terdapat bebatuan yang berselimut lumut sehingga tampak seperti bukit berbalut semak. H Asari, pemilik restoran, merancang akuaskap itu dengan tema hutan lumut. Pantas bila akuaskap itu meraih peringkat pertama tingkat nasional dan peringkat 104 dunia.

Padahal, 6.000 peserta mengikuti kontes akuaskap yang diselenggarakan Amano Design Aquarium (ADA) di Jepang. Asari mendapat hadiah 1-juta yen setara Rp108.790.000 pada 2010. Yang menakjubkan kondisi akuaskap itu tidak berubah hingga sekarang, lima tahun pascakontes. Kondisi airnya sangat jernih. Moss dan lumut yang tumbuh di dalamnya pun tetap terlihat indah dan terawat.

H Asari bersama akuaskap juara yang kini disimpan di restorannya.
H Asari bersama akuaskap juara yang kini disimpan di restorannya.

Batu mineral
Padahal, selama lima tahun itu pemilik tidak pernah menguras dan mengganti seluruh air di akuarium. Menurut dosen Budidaya Perikanan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Ir Ahmad Taofik MP, kualitas air yang baik akan tercapai jika unsur fisik, kimia, dan biologi kolam atau akuarium seimbang. Pada kondisi itu air kolam atau akuarium terlihat jernih.

Untuk menjaga kualitas air Asari rutin mengurangi air akuarium sekitar 10 cm setiap dua pekan, lalu menambahkan kembali air baru. Asari juga menambahkan batu mineral ke dalam akuarium agar tingkat keasaman air stabil pada pH 7—7,5. “Untuk tema hutan lumut perlu pH agak basa,” katanya. Menurut pehobi akuaskap asal Jakarta, Hendro, tingkat keasaman air akuarium pada kisaran 5,5—6,5 agar moss dan ikan dapat tumbuh optimal.

Pengelolaan air salah satu kunci hasilkan akuaskap bagus.
Pengelolaan air salah satu kunci hasilkan akuaskap bagus.

“Suhu juga mesti dijaga pada kisaran 25—26°C,” kata Hendro. Asari memasang 2 lampu neon berdaya 80 watt agar moss dan lumut tetap tumbuh optimal. “Lampu dengan calvin tinggi dengan lama penyinaran sekitar 8—10 jam dapat membantu fotosintesis,” kata ayah tiga anak itu. Asari juga memberikan pupuk AB mix—lazim digunakan dalam budidaya hidroponik.

Sebelum dimasukkan ke dalam akuarium, ia mengencerkan pupuk dahulu dengan konsentrasi 1 ml per 5 liter air. Ia juga menambahkan 10 ml larutan bakteri pengurai ke dalam larutan AB mix yang sudah diencerkan. Setelah itu Asari menuangkan 125 ml campuran larutan pupuk dan bakteri itu setiap pekan.

Bakteri nitrifikasi
Menurut Taofik bakteri yang digunakan Asari itu adalah bakteri nitrifikasi yang berfungsi sebagai biofilter. Bakteri yang biasa menempel pada saringan itu berperan dalam menjernihkan air secara tidak langsung. “Bakteri itu berperan mengurai hasil metabolisme ikan, seperti feses atau urine ikan yang berupa amonia,” ujar pria alumnus Universitas Padjajaran jurusan Bidang Reproduksi dan Pemuliaan Ternak itu.

Kolam kecil milik H Asari jernih dan tidak berbau amis.
Kolam kecil milik H Asari jernih dan tidak berbau amis.

Kandungan amonia berlebih pada akuarium dapat bersifat racun dan merangsang pertumbuhan alga sehingga air menjadi keruh. Menurut Taofik pemberian bakteri pengurai sebaiknya cukup sekali saja. Itu karena bakteri dapat berkembang biak. “Namun, harus disediakan pula makanan untuk bakteri agar bisa berkembang biak,” tuturnya. Oleh karena itu bakteri pengurai biasanya diberikan sebelum ikan dimasukan ke akuarium.

“Untuk sumber makanan bakteri tambahkan Urea pada 3—4 hari sebelum ikan dimasukan,” katanya. Untuk menjaga kejernihan air, Asari menggunakan filter seluas akuarium dengan ketebalan 10% dari tinggi akuarium. Pria yang juga menggemari sepeda itu memilih busa dan pasir gunung sebagai bahan filter. Menurut Asari, manajemen air yang baik adalah modal utama dalam mengelola akuaskap atau kolam.

Kolam atap yang juga tetap jernih.
Kolam atap yang juga tetap jernih.

Jika kualitas airnya buruk maka ikan yang hidup di dalamnya tidak akan sehat. “Dengan manajemen air yang baik, ikan yang sakit pun jika dipindah ke kolam pasti akan segera cepat sembuh,” katanya sambil tersenyum. Itulah rahasia Asari memiliki akuarium berair jernih meski lima tahun tak menguras. (Muhamad Fajar Ramadhan/Peliput: Syah Angkasa)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Inovasi Pakan Itik: Riset Ilmiah Membuktikan Eceng Gondok Terfermentasi Meningkatkan Bobot Itik

Trubus.id—Riset ilmiah membuktikan eceng gondok terfermentasi meningkatkan bobot itik. Siska Fitriyanti, S.Si, M.P., peneliti muda di Badan Penelitian dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img