Trubus.id— Kebutuhan serat penting bagi tubuh. Serat diperlukan untuk melancarkan proses pencernaan. Serat membantu melancarkan pencernaan dan berguna juga sebagai pengendali kolesterol.
Supaya sehat dibutuhkan 20 g serat per kapita per hari. Masyarakat Indonesia dapat memperoleh kandungan serat tertinggi dari beras. Sayangnya, serat pada beras kebanyakan terdapat pada kulit arinya, yang justru sudah terbuang dalam proses penggilingan.
Oleh karena itu asupan serat bisa diperoleh dari sayuran dan buah. Gandum dan kedelai merupakan dua komoditas penghasil serat. Kedelai salah satu sumber serat terbaik. Dalam 100 gram kedelai terkandung 2 gram serat.
Adapun serat pada gandum, sejak dulu diketahui sebagai pencegah sembelit. Selain itu ada beragam bahan lain yang juga kaya serat seperti brokoli, bayam, apel, dan nanas.
Mengapa serat begitu penting? Serat merupakan “pegangan” bagi usus agar mudah mengeluarkan kotoran. Serat juga bermanfaat sebagai makanan bagi bakteri baik dalam usus.
Konsumsi rendah serat meningkatkan produksi bakteri endotoksin (bakteri jahat) dan sebaliknya menurunkan persentase produksi lactobacillus (bakteri baik). Bila jumlah bakteri jahat dalam usus sangat tinggi, timbul berbagai penyakit, termasuk kanker.
Serat juga bersifat menyerap. Artinya, semua racun—termasuk kolesterol—yang menempel di dinding usus diserap oleh serat. Bahkan peningkatan kadar gula pada penderita diabetes pun bisa ditekan oleh serat.
Oleh karena itu serat amat dibutuhkan oleh penderita diabetes. Tetapi, fungsi serat yang utama adalah melancarkan sistem pencernaan. Itulah sebabnya kurangnya asupan serat dicirikan dengan susah buang air besar. Walaupun kesannya sepele, tapi sebetulnya hal itu sangat berbahaya.
Dalam sehari seseorang dapat menghabiskan 5 piring nasi sekaligus karena lambung bisa melar. Begitu pula dengan usus. Setiap kali diisi, lambung dan usus akan membesar dan memanjang.
Bayangkan jika dalam sehari sisa makanan dalam usus tidak dikeluarkan. Akibatnya, keesokan harinya saat makanan kembali masuk dalam tubuh, kondisi usus akan semakin besar dan panjang.
Zat-zat racun yang seharusnya sudah dikeluarkan pun kembali diserap oleh usus dan diedarkan ke seluruh tubuh. Akibatnya, penyakit pun mudah menyerang. Agar merangsang buang air besar, banyak yang memanfaatkan peran obat pencahar.
Padahal hal itu tidak dianjurkan karena akan membuat dinding usus lemah. Bila itu terjadi akibatnya fatal. Usus malas melakukan gerak peristaltik yang berfungsi mendorong kotoran keluar.
Lain lagi bila obat pencahar yang digunakan adalah alami. Efek negatifnya masih lebih ramah dibandingkan obat pencahar buatan. Karena itu, konsumsi serat sangat dianjurkan agar tetap sehat.
