Monday, November 28, 2022

Alfamart Lou han Competition & Expo 2006 : Sinar Kemilau di Tubuh Kemalau

Rekomendasi

Gelar bergengsi bagi kemalau itu sudah diprediksi para pengunjung yang menyesaki arena kontes. Ikan ini pasti juara, ujar Effendi, dari Batavia Lou han Club, Jakarta. Dengan gaya renang elegan, kemalau itu berlenggak-lenggok memamerkan corak tubuh merah-kuning terang berhias mutiara pasir dan marking penuh. Gradasi warnanya sempurna, ujar Tommy Adi Prasetyo, juri lain.

Menurut Acuan Kirtajaya, ketua panitia kontes, kemalau itu layak menyabet gelar terhormat. Tubuhnya kotak dan proporsional. Sirip atas-bawah seimbang. Hal senada diamini Pudjianto, managing director Alfamart, yang langsung mengawasi jalannya lomba. Keistimewaan lou han milik tim Karaeng Lou han Club itu sulit ditandingi lou han lain. Semuanya tampak bagus, ujar Pudjianto.

Kemalau cantik

Meski begitu, perjuangan kemalau meraih posisi tertinggi tidak gampang. Sebelum memasuki babak grand champion, ia harus menumbangkan 9 kemalau lain asal Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, dan Makassar. Di kelas bergengsi itu semua lawan tampil mempesona. Namun, dengan keunggulan gradasi warna yang mencolok di sekujur tubuh, ia sukses melibas semua lawan. Warnanya mengkilap dan bersih, ujar Budihartono. Tak pelak, rival terberatnya, kemalau andalan Anton asal ILC Jakarta, dibuat tak berkutik.

Di babak final, kemalau mendapat perlawanan sengit dari jawara cinhua klasik dan cinhua B. Keduanya terus-menerus membuntuti. Cinhua klasik milik Rennes Harjono tampil dengan mutiara penuh di tubuh dan kepala. Warna merah kombinasi jingga khas cinhua klasik menambah nilai. Sayang, saat babak akhir kondisinya menurun. Ia tampak termenung di pojok akuarium. Mental bertandingnya turun saat penilaian, ujar Tommy.

Begitu pula nasib jawara cinhua B kebanggaan Titto Rusbagja asal Bandung. Di babak grand champion ia tampil memikat. Tubuh kotak, nongnong jumbo, dan semua sirip meliuk sempurna. Namun, ia belum bisa mengungguli sang jawara. Kualitasnya beda tipis dengan kemalau, ujar Ferry dari Makassar.

Cencu A seru

Persaingan ketat untuk menjadi yang terbaik juga terjadi di kelas cencu A. Kualitas 10 besar cencu dari berbagai daerah di tanahair nyaris setara. Kualitasnya sama, sulit dibedakan, ujar H Tony Sudarmedi, peternak di Jakarta. Cencu jagoan Suwito asal Jakarta dinobatkan sebagai jawara. Meski tubuh tidak kotak, ia memiliki keunggulan nongnong bulat dan besar.

Cencu klangenan Anton asal Jakarta sebenarnya tampil cantik. Itu ditunjang bentuk tubuh proporsional dan sirip serta ekor sempurna. Sayang, ukuran kepala dan nongnong kurang besar sehingga ia terpuruk ke posisi kedua.

Di kelas cencu B juga menyuguhkan pertandingan seru. Sebanyak 10 ikan yang didominasi hobiis asal Jakarta dan Makassar beradu molek merebut perhatian ketiga juri. Cencu B milik Heru Desanto dari Indonesian Lou han Club, Jakarta keluar sebagai jawara. Berbekal taburan mutiara di sekujur tubuh dan warna merah terang, ia memikat hati juri.

Fisiknya sempurna. Gradasi warnanya menyala, ujar Irwansyah, pengunjung kontes. Menurut Irwan-panggilan akrab Irwansyah-selain warna, penghuni akuarium CCB-210 itu mempunyai keseimbangan tubuh yang baik, agresif, dan mutiaranya putih bersih.

Pesaing sang kampiun, cencu B milik Warsa asal tim Mamiri, Makassar sebenarnya layak jadi jawara. Marking sempurna. Gradasi warna tidak pudar. Tubuh berbentuk kotak, ujar Lucky, kontestan lomba. Sayang, mutiaranya kurang dominan dan sirip atas serta bawah tidak seimbang. Penghuni akuarium CCB- 239 itu pun harus puas di posisi kedua.

Perebutan jawara pertama di kelas free marking juga tak kalah seru. Ikan klangenan K. J Lou han asal tim Indonesian Lou han Mania, Solo, kembali mengukuhkan dirinya sebagai jawara sejati. Prestasi itu diperoleh dari kesempurnaan gradasi warna hingga totol mutiara penuh. Free marking andalan H Dalle asal Makassar itu mempunyai warna menyala dan marking prima. Pesaingnya kalah karena bentuk muka dan mutiara kurang sempurna tapi nilainya hanya beda tipis, terpaut 0,95, ujar Budihartono. Penghuni akuarium FM-067 itu hanya menduduki juara kedua dengan total nilai 200,15.

Di kelas golden base pertandingan tak kalah ramai. Golden base jagoan Rennes Harjono terpilih sebagai juara. Berbekal tubuh kotak ia memikat mata juri. Bentuk tubuh dan muka sempurna, ujar Tommy. Menurut Tommy, kelebihan lain, pengisi akuarium GB-171 itu gradasi warnanya solid.

Musuh bebuyutan sang jawara, golden base milik Koh Tjai/Haryanto asal Solo sebenarnya layak juara. Namun, penampilan ikan kurang agresif dan sirip dayung cacat memaksa ia bertengger di urutan kedua. Kontes bertajuk Alfamart Lou han Competititon & Expo 2006 di WTC Manggadua itu sukses besar. Terbukti sebanyak 203 lou han dari penjuru tanahair turut bertanding. Setiap ada kontes lou han di sini selalu diikuti banyak peserta, ujar Pudjianto. Jumlah peserta sebenarnya bisa mencapai 300 ekor. Namun, karena keterbatasan tempat dan akuarium, panitia membatasi jumlah peserta. Kontes lou han putaran ketiga itu menobatkan ILC sebagai tim terbaik disusul KLC di posisi kedua. (Hermansyah)

 

Termolek di Alfamart Lou han Competition & Expo 2006

 

Kelas

Pemilik

Asal

Cinhua A

1. Yohanes

Bandung

 

2. H Dalle

Makassar

 

3. Udin M

Makassar

Cinhua B

1. Tito Rusbagja

Bandung

 

2. Yohanes

Bandung

 

3. Benyamin

Jakarta

Cinhua C

1. Heru Desanto

Jakarta

 

2. Jeremy

Jakarta

 

3. Thai Palace

Bandung

Cinhua klasik

1. Rennes Harjono *)

Makassar

 

2. Suwito

Jakarta

 

3. Budi BNI

Makassar

Cencu A

1. Suwito

Jakarta

 

2. Anton

Jakarta

 

3. Anton

Jakarta

Cencu B

1. Heru Desanto

Jakarta

 

2. Warsa

Makassar

 

3. Selene

Jakarta

Kemalau

1. Rennes Harjono

Makassar

 

2. Anton

Jakarta

 

3. Yohanes

Bandung

Free head

1. H Ansar

Makassar

 

2. H Dalle

Makassar

 

3. Arjuna

Makassar

Free marking

1. K. J Lou han

Solo

 

2. H Dalle

Makassar

 

3. Teguh

Solo

Golden base

1. Rennes Harjono

Makassar

 

2. Koh Tjai/Haryanto

Solo

 

3. Anton

Jakarta

Bonsai

1. Koh Tjai/Haryanto

Solo

 

2. Yohanes

Bandung

 

3. Anton

Jakarta

*)Grand champion

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img