Friday, August 12, 2022

Alfamart Solo Lou Han Competition 2005Gaya Klasik Menjadi yang Terbaik

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Keputusan juri memang tak salah. Sejak awal perlombaan, fi rst impression ikan bernongnong besar itu mampu memukau pengunjung dan juri. “Ia ngeform dan agresif. Head dan body sangat proporsional. Gradasi warna pun sangat perfect. Wajar bila ia yang terbaik,” tutur Eff endy. Menurutnya keistimewaan lain cinhua klasik terletak pada marking dan fl ower yang bagus dan rapi. “Pokoknya, ia mendekati sempurna,” tambahnya.

Pertarungan cinhua klasik memperebutkan gelar terbaik terbilang sengit dan penuh pengorbanan. Sebelum melenggang ke arena bergengsi, ia harus menekuk 13 jagoan dari Makassar, Medan, Semarang, Solo, dan Jakarta. Semua saingan tampil dengan top performance. Bermodal tubuh bongsor dan prima, ditambah mental juara yang bagus, ia berhasil menyisihkan pesaing dan menjadi kampiun di kelasnya.

Rintangan

Langkah menuju babak berikutnya ternyata tak lepas dari rintangan. Untuk mendapatkan posisi terhormat, ia harus mengempaskan jawara-jawara di 12 kelas yang diperlombakan, kecuali kelas bonsai dan freehead. Tak ayal, ia harus beradu molek dengan rival terberatnya goldenbase jagoan Halley, Yogyakarta. Peraih grand champion di perhelatan Alfamart Bandung Lou Han Competition 2004, Bandung itu memiliki fi rst impression yang luar biasa. Warna dasar merah berpadu oranye menjadi keistimewaan untuk memikat juri. Selain itu, kepala, tubuh, hingga gradasi warna tak kalah cantik.

“Kepala dan tubuh proporsional. Warna juga bagus. Pantas menjadi saingan terberat cinhua klasik,” ujar Hadi mengomentari penampilan penghuni akuarium GB 53 itu. Sayang, di akhir penilaian ia tampil di bawah performa terbaik. Luka di nongnong mengurangi kecantikan dan keindahan. Ia pun harus rela menyerahkan gelar terhormat kepada cinhua klasik.

Saingan lain, jawara cencu modern A pun berusaha menjegal langkah cinhua klasik. Bermodalkan warna tubuh yang apik, agresivitas, dan kelincahan, ia tampil percaya diri. “Dia ngeform. Kondisi ikan juga fi t,” ucap juri asal Bandung itu. Sayang, kelebihan cencu andalan Anton, ILC itu tidak didukung ukuran kepala dan marking yang bagus.

Freemarking ketat

Kontes yang mempertontonkan 12 kelas itu menyuguhkan pertarungan ketat. Di kelas freemarking misalnya. Diikuti 15 ikan jawara dari Malang, Yogyakarta, Solo, Bandung, Banten, dan Kalimantan menunjukkan kelasnya tersendiri. Lou han andalan Sulistyanto Wibowo, ILC, berhasil mempertahankan gelar jawara. Sebelumnya, pada kontes Bengawan Solo Expo and Lou Han Competition 2004, Solo, ia pun dinobatkan sebagai jawara lou han tanpa marking. “Tubuh bongsor dan proporsional. Warnanya pun ngeform,” ucap Eff endy. Saingan terberatnya, freemarking andalan Nanang sebenarnya mampu mendahului perolehan nilai sang jawara. Sayang, ukuran tubuh kurang bongsor dan mutiara tidak full di punggung mengurangi penampilan. Tak pelak, poin terpaut 8,75 dari sang jawara.

Tak hanya kelas freemarking yang seru. Kategori freehead pun menguras pikiran para juri. Maklum, kelas tanpa menilai ukuran kepala itu diikuti 14 peserta dengan performa terbaik. “Hampir semua ikan tampil di atas rata-rata. Sulit menilai dan mencari yang terbaik,” ucap Hadi. Mengantongi nilai tertinggi—212,50 poin—, penghuni akuarium FH 150 berhak mengusung gelar terbaik di kelasnya. Keistimewaan ikan jagoan Halley itu terletak pada mutiara, komposisi tubuh dan kepala, serta fi sik secara keseluruhan.

Rival terberatnya, lou han andalan Elmer Esco dari Java Tim. “Ikan itu memiliki marking bagus. Fin tail lebar dan nutup,” kata Hadi. Sayang, gradasi warna, marking, dan komposisi mutiara belum mampu mengalahkan sang jawara. Ia harus rela menduduki posisi kedua dengan total nilai 198.

Dilaksanakan di bilangan Honggowongso No. 133, Solo, kontes yang bertajuk Alfamart Solo Lou Han Competition 2005 itu terbilang sukses. Diikuti 137 peserta dari berbagai daerah di Indonesia semuanya tampil bagus. Tak heran bila keputusan juri untuk menobatkan gelar terbaik di setiap kelas cukup sulit. Sesaat setelah hujan berhenti, kontes yang diketuai Teguh Mulyadi itu menobatkan tim ILC sebagai juara umum. (Rahmansyah Dermawan)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img