Monday, August 15, 2022

Ampuh Atasi Ulah Badak

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Beragam cara menghentikan serangan kwangwung, penyebab pohon kelapa mati.

Serangan kwangwung menurunkan produksi kelapa hingga 60%.
Serangan kwangwung menurunkan produksi kelapa hingga 60%.

Tak sulit mengenali kehadiran kumbang kwangwung Oryctes rhinoceros. Kumbang itu senantiasa meninggalkan jejak berupa daun kelapa yang tergunting membentuk huruf V. Hama utama kelapa itu terbang ke pucuk nyiur ketika malam. Dalam kesenyapan itulah kwangwung bergerak ke ketiak pelepah daun paling atas. Ia menyerang pucuk dan pangkal daun muda yang masih kuncup.

Itulah sebabnya begitu daun terbuka membentuk huruf V. Pada serangan parah—terutama mengenai titik tumbuh—mengakibatkan kelapa Cocos nucifera mati. Sebab, tanaman serbaguna itu tidak dapat membentuk daun baru lagi. Celakanya kumbang badak berwarna hitam dengan bagian bawah berwarna cokelat kemerahan itu dapat berpindah tempat hingga 9 km. Kumbang sagu Rhynchophorus sp membonceng serangan kwangwung.

Serasah

Kumbang badak menyerang sentra kelapa Jawa Timur hingga 298.079 ha pada triwulan pertama 2015. Itu setara 25% dari total luas areal 1.159.614 ha. Stadia yang mengakibatkan kerusakan adalah imago atau serangga dewasa. Kumbang yang mampu bertahan hidup hingga 5 bulan itu banyak menyerang kelapa di dekat pembuangan sampah atau kotoran hewan.

Harap mafhum serangga betina memanfaatkan sampah atau kotoran hewan—selain pohon kelapa yang melapuk—untuk meletakkan telur. Fekunditas seekor serangga betina 49—61 telur. Telur berwarna putih, semula berbentuk oval, kemudian bulat berdiameter 3 mm. Setelah 2 pekan telur-telur itu menetas. Petani kelapa di Jawa Timur berujar, semakin banyak ternak semakin rusaklah kelapa.

Larva kumbang badak atau kwangwung.
Larva kumbang badak atau kwangwung.

Satu ekor kumbang mampu merusak rata-rata 4 pelepah daun. Sebuah pohon kelapa terdiri atas 5 – 6 kumbang. Serangga dewasa itu bertahan di pohon kelapa selama 5–10 hari. Artinya selama masa aktif (4–4,5 bulan) seekor kumbang merusak 24–27 tanaman kelapa. Itulah sebabnya langkah pengendalian kwangwung harus secara terpadu, yaitu memadukan pengendalian mekanis, fisik, biologis, perangkap imago berferomon dan perangkap telur.

Pengendalian secara fisik dengan memusnahkan sarang larva atau uret kwangwung antara lain kotoran ternak, tumpukan sampah, dan tunggul kelapa. Olah kotoran ternak menjadi pupuk kompos. Cara lain tutupi kotoran dengan tanaman penutup tanah atau mulsa plastik. Kebun harus bersih dari sampah. Buang tunggul kelapa atau tutupi dengan tanaman penutup tanah.

Petani wajib mengendalikan hama anggota famili Scarabaeidae itu guna mematahkan mitos yang berkembang selama ini—banyak ternak banyak serangan. Pengendalian secara mekanis dengan mengumpulkan dan memusnahkan larva yang terdapat pada sisa-sisa batang tanaman yang membusuk dan penangkapan kumbang dewasa. Secara biologis dengan menggunakan pengendali hayati seperti cendawan Metarhizium anisopliae.

Infeksi larva
Petani dapat mencari cendawan Metarhizium anisopliae dengan cara memendam 5—10 ulat hongkong. Tiga atau lima hari berselang tubuh ulat berubah hijau indikasi terinfeksi cendawan. Untuk memastikan cendawan itu memang perlu pengujian laboratorium. Cara praktis adalah membeli inokulum di instansi tertentu seperti Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan. Apalagi harganya juga terjangkau.

Pohon kelapa rentan serangan kwangwung.
Pohon kelapa rentan serangan kwangwung.

Petani membuat sediaan cendawan dalam 10 liter air, mengaduk rata, dan menyemprotkan ke larva-larva kumbang. Cara lain memperbanyak inokulum cendawan dengan tepung beras atau jagung. Kemudian menaburkan tepung yang mengandung inokulum cendawan Metarhizium anisopliae. Dosis penaburan 25 gram per meter persegi. Cendawan akan menginfeksi tubuh larva kwangwung.

Mekanisme M. anisopliae masuk ke dalam tubuh larva melalui spirakel dan pori-pori atau kutikula tubuh serangga. Setelah masuk ke dalam tubuh serangga, cendawan menghasilkan perpanjangan hifa lateral yang akhirnya berkembang biak dan mengonsumsi organ internal serangga. Pertumbuhan hifa berlanjut hingga serangga penuh penuh miselia. Selanjutnya cendawan akan beristirahat melalui kutikula dan sporulates, yang membuat serangga tampak seperti berselimut bulu halus berwarna putih.

Seiring bertambahnya waktu, cendawan pada tubuh serangga berwarna hijau. M. anisopliae  dapat melepaskan spora (konidia) pada kondisi kelembapan rendah atau kurang dari 50%. Cendawan itu  memperoleh nutrisi dari lemak pada kutikula serangga dan menghasilkan destruksin. Metabolit sekunder itu bersifat insektisida pada serangga. Zat metabolit sekunder dari fungi itulah yang bermanfaat sebagai insektisida. Efektivitas pengendalian hama dengan cendawan mencpai 80%.

Pohon kelapa terserang kumbang badak.
Pohon kelapa terserang kumbang badak.

Selain itu petani juga dapat memanfaatkan nematoda entomopatogen jenis Steinernema sp dan Heterorhabditis sp. Dosis satu spons nematoda untuk 500 m² sarang, aduk rata, dan kocorkan. Nematoda masuk ke tubuh larva melalui lubang-lubang alami seperti spirakel, mulut, anus, dan stigma atau dengan jalan penetrasi secara langsung melalui kutikula ke dalam haemocoel serangga (hanya untuk Heterorhabditis spp.) Setelah masuk ke tubuh inang, nematoda melepaskan bakteri simbion ke dalam haemolimfe.

Kutikula larva O. rhinoceros terserang nematoda berubah warna, putih kekuningan menjadi cokelat karamel pada Steinernema spp. atau merah menyala pada Heterorhabditis sp. Gejala lain struktur jaringan tubuh larva menjadi lunak, tetapi bentuknya tetap utuh dan tidak berbau busuk. Bila tubuh larva ditekan, dari dalam tubuhnya mengeluarkan cairan yang terdapat infektif juvenil Steinernema spp. dan Heterorhabditis sp.

Kedua nematoda entomopatogen itu memenuhi kebutuhan hidupnya dari inang. Mereka baru berpindah atau mencari inang baru bila cadangan makanan habis. Cara lain untuk mengontrol populasi kumbang badak adalah dengan melepas 10 imago yang terinfeksi virus per ha. Kumbang dewasa itu menularkan virus kepada pasangannya ketika kopulasi. Namun, harus dipastikan bahwa kumbang-kumbang yang dilepas harus terinfeksi virus. (Erna Zahro’in, peneliti di Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya)

Previous articlePanen Nira Sambil Berdiri
Next articleKatrol Omzet 300%
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img