Saturday, May 18, 2024

Ampuh Cara Tangkal Busuk Batang pada Tanaman Pepaya

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Serangan cendawan Phytophthora sp. membuat petani pepaya merugi. Penyelamatan tanaman pepaya dariserangan itu  dengan penyemprotan pestisida dan pemeliharaan intensif seperti yang dilakukan pekebun pepaya di Cianjur, Jawa Barat, Siska Mulyani.

Pada lubang bekas bongkaran tanaman yang sakit parah, Siska segera menuangkan larutan yang mengandung fungisida dan bakterisida. Ia melarutkan 30 ml campuran fungisida dan bakterisida berbahan aktif oksitetrasiklin dalam 20 liter air.

Pada hari kedua, ia melarutkan 20 ml hidrogen peroksida dalam 15 liter air. Lantas ia menyemprotkan larutan itu ke bekas lubang tanam. Pada hari ketiga, ia menaburkan 100 gram kapur pertanian per lubang tanam.

Pada tanaman yang sakit ringan, Siska disiplin menyemprotkan fungisida, bakterisida, dan insektisida selama 4 pekan. Pada pekan pertama, ia menyemprotkan 20 ml campuran fungisida dan bakterisida berbahan aktif oksitetrasiklin yang dilarutkan dalam 15 liter air ke seluruh bagian tanaman. Frekuensi penyemprotan dua kali sepekan.

Pada pekan kedua, ia menyemprotkan 20 ml campuran fungisida dan bakterisida berbahan aktif oksitetrasiklin bersama 20 ml hidrogen peroksida serta 10 ml perekat yang dilarutkan dalam 15 liter air. Frekuensi penyemprotan juga 2 kali sepekan.

Pada pekan ketiga, Siska menyemprotkan 20 ml hidrogen peroksida, 10 gram fungisida berbahan aktif mankozeb, dan 10 ml perekat yang dilarutkan dalam 15 liter air. Frekuensi penyemprotan dua kali sepekan.

Perlakuan pada pekan ketiga diulangi pada pekan keempat. Upaya itu memberikan hasil memuaskan. Daun tanaman yang semula layu menjadi hijau kembali. Bintik hitam berubah menjadi cokelat, tanda bakteri dan cendawan mati.

Siska tetap melanjutkan rangkaian perlakuan untuk melindungi tanaman, tetapi komposisi bahan yang digunakan berbeda. Ia berupaya mempertahankan buah karena tanaman sudah dewasa. Paling tidak dengan kondisi tanaman setengah sehat, ia mampu mengamankan hasil panen.

Siska mencampurkan 10 ml hidrogen peroksida, 10 gram fungisida berbahan aktif mankozeb, 10 ml insektisida berbahan aktif profenofos, dan 10 ml perekat dalam 15 liter air. Jenis insektisida yang diberikan sesuai hama yang ada di kebun.

Jika terdapat kutu daun maupun kutu putih, ia memilih insektisida berbahan aktif profenofos. Sementara jika terdapat tungau maka ia menggunakan insektisida berbahan aktif diafenturon. Frekuensi penyemprotan berselang setiap pekan.

Siska juga memberikan nutrisi cukup selama tanaman berproduksi. Ia mengurangi pemberian pupuk yang mengandung nitrogen. “Tanaman yang sedang sakit jika diberi nitrogen justru semakin rapuh,” ujar Siska. Siska memperbanyak pupuk dengan unsur fosfor dan kalsium.

 Ia juga memberikan pupuk mikro setiap 6 bulan. Dengan perlakuan itu, perlahan-lahan kondisi tanaman membaik. Tanaman juga tetap berproduksi, meskipun 50% dari populasi tanaman menghasilkan buah yang kurang memuaskan dari segi penampilan.

Daging buah tetap berwarna merah dan bercita rasa manis khas calina. Semula Siska menargetkan panen 1,2 ton pepaya. Lantaran tanaman terserang patogen, Siska hanya panen 1 ton pepaya.

Selain itu ia hanya bisa mendapatkan 30% setara 300 kg pepaya yang masuk grade A. Biasanya, ia memperoleh 70% pepaya grade A dari total panen. Siska menuturkan, mayoritas kulit buah bertotol hitam sehingga masuk grade C.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Pilihan Mengolah Biji Ketumbar Praktis  

Trubus.id–Ketumbar berpotensi sebagai penurun gula darah. Hal itu sesuai peneliti di Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img