Thursday, August 18, 2022

Anggrek Besi Berjaya

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Dendrobium violaceo-flavens si mini yang menjadi juara kontes.
Dendrobium violaceo-flavens si mini yang menjadi juara kontes.

Anggrek besi asal Papua menjadi juara pertama kontes di Jakarta Timur.

Daya pikat utama anggrek besi Dendrobium violaceo-flavens itu pada sosok mini, hanya 70 cm. Lazimnya anggrek besi bersosok jangkung dengan tinggi 2—3 m. Meski mungil, anggrek itu memiliki 3 tangkai masing-masing sepanjang 30 cm yang digelayuti 8—12 bunga berdiameter 5 cm. Para juri menobatkan violaceo-flavens milik Perhimpunan Anggrek Indonesia cabang Provinsi Papua itu menjadi juara di kelas dendrobium spesies.

Karena sosoknya pendek, pehobi tak perlu mendongak untuk melihat keelokannya. Pehobi leluasa mengamati dari dekat sosok bunga anggrek besi. Kepala Unit Pelaksana Teknis Pusat Pengujian Mutu dan Promosi Hasil Pertanian, DKI Jakarta, Ir Mardalena yang menjadi juri kontes mengatakan, “Kesehatan tanaman sangat baik, daun-daunnya segar dan utuh tanda pemeliharaan baik.”

Bunga anggrek besi bersosok mini, tetapi bunga tetap lebat.
Bunga anggrek besi bersosok mini, tetapi bunga tetap lebat.

Para juara
Pemilik anggrek Dendrobium violaceo-flavens, Luky Manuputty, merawat koleksinya sejak 16 bulan silam. Ia menemukannya saat masih berupa anakan setinggi 10 cm di satu daerah dataran rendah di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua. Menurut Luky meski ditemukan di Sarmi, sebenarnya di daerah itu jarang dijumpai jenis pendek. Dari 10 anggrek besi yang dijumpai, belum tentu ada satu varian bersosok pendek.

Karena keberadaannya langka sehingga harganya pun jauh lebih tinggi daripada jenis bersosok besar. Harga jenis besar mencapai belasan juta rupiah untuk anggrek setinggi 2 m dan berbunga belasan tangkai. Varian mini amat khas dengan bentuk daun yang bulat panjang atau lonjong. Warna bunga lebih hijau dan berkombinasi lidah ungu. Karena lidahnya yang ungu itulah nama violaceo melekat.

D. taurinum x D lily doo, juara 1 hibrida.
D. taurinum x D lily doo, juara 1 hibrida.

Sementara itu jenis besar berdaun bulat dan warna bunganya kekuning-kuningan kombinasi ungu di lidah. Kedua varian anggrek besi itu memiliki aroma yang harum. Di kontes yang berlangsung di Klender, Jakarta Timur, itu anggrek besi tampil sebagai juara dengan menyisihkan Dendrobium mirbelianum juga milik PAI Provinsi Papua. Sebenarnya anggrek itu tidak kalah semarak bunganya dari sang juara.

Namun, dendrobium berbunga kuning-kehijauan itu sudah lumrah berbunga lebat. Dengan sama-sama memiliki 3 tangkai bunga, maka anggrek besi dianggap lebih istimewa. Menurut juri Frankie Handoyo kedua anggrek asal Papua itu istimewa lantaran bersosok pendek. Juri kontes menetapkan D. smilliae, juga koleksi PAI Provinsi Papua sebagai juara ketiga. Dendrobium sikat botol itu—sebutan lokal smilliae—menjadi juara ke-3 lantaran kesehatannya tidak seprima juara ke-1 dan ke-2.

Luky Manuputty (paling kanan) merawat anggrek-anggrek juara.
Luky Manuputty (paling kanan) merawat anggrek-anggrek juara.

Bunganya yang hanya 5 kuntum, relatif sedikit dibandingkan jumlah bulb yang lebih dari 10 batang. Pada kelas dendrobium spesies yang diikuti 35 tanaman, PAI Provinsi Papua mendominasi juara dengan meraih ketiga gelar. Pada kelas hibrida Dendrobium taurinum x D. lily doo koleksi Samuel (Jakarta) tampil sebagai juara pertama. Adapun purple brown koleksi PT Eka Karya dan dendrobium gaton sunray milik PAI Provinsi Papua menjadi juara kedua dan ketiga.

Menurut Frankie meskipun kecil dibanding saingannya, sang juara memiliki keistimewaan yaitu berbunga lebat. Tangkainya panjang, lebih dari 30 cm dengan 12 kuntum bunga. Kelebihan lain, warna bunganya cukup tajam, ungu gelap kombinasi putih keunguan mengarah ke segala arah. Dengan sifat itu, sang juara berpotensi sebagai anggrek pot dan koleksi. Ia sukses mengalahkan puple brown yang sebenarnya berbunga lebat, tetapi sosoknya biasa dan gaton sunray yang berbunga besar, tetapi memiliki satu tangkai bunga layu. (Syah Angkasa)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img