Monday, November 28, 2022

Antikanker di Biji Pinang

Rekomendasi

 

Kuh dan rekannya rutin mengunyah pinang. Warga Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muarawahau, Kabupaten Kutai Timur, itu cuma ingin menjaga kekuatan gigi. Namun, tak sadar mereka juga tengah mencegah datangnya sel kanker. Pinang antikanker? Begitulah hasil riset Dr Edy Meiyanto, peneliti di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ia membuktikan ekstrak etanol biji pinang menghambat pertumbuhan dan proliferasi alias perkembangbiakan sel kanker payudara.

Edy melakukan uji invitro terhadap sel kanker payudara MCF-7. Itu sel kanker yang resisten terhadap agen kemoterapi. Doktor molekular onkologi itu mengekstrak 1 kg biji pinang bersih. Sebelumnya biji pinang dipotong-potong menjadi kecil-kecil, dikeringkan dengan oven bersuhu 70oC, dan ditumbuk menjadi serbuk. Serbuk itulah yang kemudian diekstraksi dengan etanol 96%.

Bunuh diri

Edy menggunakan 100 µg/ml ekstrak itu untuk menginkubasi sel MCF-7 selama 48 jam. Hasilnya menggembirakan. Ekstrak biji Areca catechu itu menghambat 84% pertumbuhan sel kanker. Ekstrak itu juga menurunkan proliferasi sel serta memacu apoptosis alias proses bunuh diri sel. Ekstrak pinang menghambat pertumbuhan sel MCF-7 karena sifatnya sebagai antioksidan. Antioksidan mencegah terjadinya mutasi pada gen p53-gen yang bertanggung jawab menekan pertumbuhan tumor.

Menurut Jung-Do Choi, periset di Departemen Biokimia, Chungbuk National University, Korea Selatan, ekstrak etanol biji pinang memiliki IC50 (Inhibition Concentration)-konsentrasi yang dapat menghambat 50% radikal bebas-sebesar 45,4 µg/ml. Artinya hanya dengan dosis 45,4 µg/ml ekstrak pinang menghambat 50% radikal bebas.

Sedangkan dari hasil pelitian Edy, aktivitas sitotoksik ekstrak pinang yang juga dinyatakan dalam IC50-konsentrasi yang menyebabkan kematian 50% populasi sel uji-adalah 77 µg/ml. Artinya hanya dengan dosis 77 µg/ml ekstrak pinang mampu menghambat 50% pertumbuhan sel MCF-7. ‘Nilai IC50 di bawah 100 µg/ml menunjukkan adanya potensi ekstrak itu sebagai agen kemopreventif,’ ujar doktor alumnus Nara Institute of Science and Technology, Jepang, itu.

Agen kemopreventif merupakan agen yang dapat mencegah dan menghambat proses perkembangan sel kanker serta membantu memulihkan kondisi kesehatan penderita kanker. Agen kemopreventif relatif aman karena memiliki target aksi yang spesifik secara molekuler, sehingga memiliki selektivitas tinggi terhadap sel kanker. Menurut Chin-Kun Wang, periset di Institute of Nutritional Science, Taiwan, ekstrak etanol anggota famili Arecaceae itu tidak menginduksi perubahan kromosom. Sedangkan penghambatan proliferasi sel MCF-7 terjadi melalui mekanisme apoptosis.

Asam fenolik

Berdasarkan uji kromatograpi lapis tipis (KLT), Edy menemukan bahwa tidak terdapat senyawa arekolin dalam ekstrak etanol biji pinang. Arekolin salah satu senyawa yang umum ditemukan dalam biji pinang. Ini artinya, arekolin tidak berperan sebagai senyawa bioaktif yang menghambat pertumbuhan dan proliferasi sel MCF-7.

Uji KLT memperlihatkan ekstrak biji pinang banyak mengandung senyawa fenolik seperti polifenol dan asam fenolat. Menurut kelahiran Solo 2 Mei 1962 itu asam fenolat berperan dalam mencegah kanker. Sebagai contoh senyawa fenolik dalam buah blueberry yang terdiri dari asam fenolat, tannin, flavon, dan antosianin berkhasiat antiproliferasi dan apoptosis pada sel kanker kolon HT-29.

Asam fenolik berefek sebagai anti-proliferatif karena langsung berinteraksi dengan reseptor aril hidrokarbon dan menghambat produksi enzim nitrat oksida sintase (NOS). Penghambatan NOS pada sel MCF-7 menginduksi terjadinya apoptosis sehingga sel ganas gagal berkembang biak. Ekstrak etanolik biji buah pinang juga mengandung tanin, flavon, dan senyawa fenolik yang bersifat antiproliferasi dan apoptosis.

Kombinasi

Hasil penelitian itu menunjukkan potensi ekstrak biji pinang sebagai antikanker penghambat proliferasi sel dan pemacu apoptosis. Dengan nilai IC50 di bawah 100 µg/ml, ekstrak pinang cukup menjanjikan untuk dikembangkan sebagai agen kemopreventif. Apalagi sel yang diuji adalah sel MCF-7 yang memiliki sifat resistensi yang tinggi terhadap beberapa agen kemoterapi.

Aplikasi dalam pengobatan, menurut Edy lebih diarahkan pada kombinasi penggunaan ekstrak biji pinang dengan doxorubicin secara bersamaan untuk memerangi sel kanker payudara. Doxorubicin adalah agen kemoterapi yang sering digunakan dalam pengobatan kanker payudara tetapi mengalami resistensi pada sel MCF-7. Selain itu doxorubicin memiliki beberapa efek samping di antaranya menyebab-kan resistensi dan kardiotoksik (meracuni jantung, red) sehingga berisiko tinggi bila digunakan dalam dosis tinggi. Itulah sebabnya perlu obat pendamping seperti ekstrak biji pinang. (Ari Chaidir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Cara Membangun Rumah Walet agar Walet Mau Bersarang

Trubus.id — Rumah walet tidak bisa dibuat asal-asalan. Perlu riset khusus agar rumah itu nyaman ditempati walet. Mulai dari...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img