Sunday, May 19, 2024

Apartemen Kepiting, Teknik Budidaya yang Banyak Diminati

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Budidaya kepiting dengan teknologi apartemen atau vertical crab house makin berkembang di Indonesia. Pembudidaya bisa panen lebih cepat, sebab pembesaran dan penggemukan kepiting hanya perlu waktu sekitar tiga minggu.

Calon peternak bisa membuat apartemen kepiting desain kotak-kotak (kandang) plastik dengan lebar 25 cm, tinggi 25 cm, dan panjang 30 cm. Buat pintu yang bisa buka dan tutup. Beri saluran pipa paralon untuk air masuk dan pembuangan. Pintu tadi dipakai untuk keluar masuk kepiting dan pemberian pakan. Budidaya bisa dilakukan secara indoor, dalam ruangan.

Kandang itu bisa dipasang berderet rapat dan bersusun sampai lima tingkat. Ruang ukuran 10 × 6 m² bisa menampung 1.500 ekor berikut perkakas produksi, jaringan pipa dan kolam air payau untuk kebutuhan sirkulasi air. Untuk budidaya kepiting, kadar garam pada air genangan kandang 0,2–0,3 persen. Ketinggian air di kandang tak lebih dari 5 cm.

Salah satu perguruan tinggi yang sudah mengembangkan teknik budidaya vertical crab house atau apartemen kepiting adalah IPB University, Bogor, Jawa Barat.

Teknik budidaya apartemen kepiting juga memikat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Belakangan ini DKP Sumbar dan IPB University telah meneken kerja sama pendampingan dalam mengembangkan vertical crab house yang sesuai pada skala usaha rakyat.

Program kerja sama akan dilakukan dalam bentuk alih teknologi. Pembangunan model apartemen kepiting itu akan dihelat di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), Balai Perikanan Budidaya Air Laut dan Payau (BPBALP) Sungai Nipah, Panainan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar.

Para peneliti yang diterjunkan ke Sungai Nipah itu adalah dosen dan peneliti dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK) serta Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Acuan utamanya adalah pengalaman praktis Tim Peneliti FPIK selama mengembangkan apartemen kepiting di arena IPB Fisheries and Marine Observation (IFMOS), Ancol, Jakarta Utara.

“Pengembangan perikanan kepiting di Sumbar ini bertujuan menghasilkan kepiting dalam jumlah banyak tanpa merusak lingkungan hidupnya, yaitu mangrove. Program ini juga dimaksudkan untuk menjadikan Sumbar menjadi salah satu sentral kepiting di Indonesia,” tutur Dr. Syamsul Bahri, ahli kepiting yang terlibat dalam kerja sama tersebut, seperti dikutip dari laman Indonesia.go.id.

Menurut Syamsul Bahri, dengan program itu, diharapkan dapat memberi solusi atas tingginya tingkat kematian kepiting dalam budidaya serta mencapai ukuran produksi yang seragam. Adapun kunci utama dalam budidaya apartemen kepiting itu adalah pada sirkulasi airnya, bentuk dan ukuran wadah kepiting, serta proses pemeliharaannya.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Pilihan Mengolah Biji Ketumbar Praktis  

Trubus.id–Ketumbar berpotensi sebagai penurun gula darah. Hal itu sesuai peneliti di Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img