Friday, December 2, 2022

Asisten Perawat Tanah Sakit

Rekomendasi

Pemberian pupuk kimiawi hingga 500 kg per ha per musim tanam menyebabkan tanah sawah sakit. Butuh asupan bahan organik untuk memulihkannya.

 

Setiap musim tanam, petani padi di tanahair rata-rata membenamkan 200 kg Urea, 100 kg SP36, dan 100 kg KCl untuk sawah seluas 1 hektar. Rekomendasi pemupukan untuk 1 ha sawah subur saja hanya 75 kg Urea, 50 kg SP36, dan 50 kg KCl. Menurut Prof Dr Iswandi Anas, guru besar Departemen Tanah dan Sumberdaya Lahan Institut Pertanian Bogor, pemberian zat kimia terus-menerus dan berlebihan menyebabkan lahan sakit.

Lahan disebut sakit jika unsur organik dalam tanah kurang dari 2%. Cirinya tanah padat, keras, retak, tidak bisa menyimpan air. Idealnya kandungan unsur organik tanah mencapai 5%. Tanah seperti itu gembur, remah, kemampuan menyimpan air baik, pupuk mudah diserap tanaman. Menurut pengamatan Iswandi sebanyak 73% lahan pertanian di Indonesia sakit.

“Di tanah mineral yang kandungan organiknya rendah produksi padi 3-4 ton per ha, sedangkan tanah yang kandungan organiknya tinggi mencapai 6-7 ton per ha,” kata Iswandi. Petani yang ingin mendongrak produksi menaikkan dosis pemupukan anorganik yang justru mengakibatkan tanah kian sakit.

Kompos

Menurut Ir Kus Hendarto MS, dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung tanah sakit mesti diobati dengan pemberian bahan organik. Asupan bahan organik menyebabkan tanah menjadi gembur dan remah. Dengan begitu pengolahan lahan menjadi lebih mudah. Pertumbuhan tanaman lebih cepat dan sehat karena akar leluasa tumbuh. Penyerapan hara pun lebih efektif. “Respon padi terhadap pemupukan nitrogen dan kalium misalnya dipengaruhi oleh ketersediaan bahan organik tanah,” kata Hendarto. Makin banyak unsur organik tersedia kian efektif penyerapan nitrogen dan kalium oleh akar padi. Itu berarti bahan organik meminimalisir pemborosan dalam pemupukan.

Selama ini petani menganggap pupuk kimia sebagai pupuk utama dan pupuk organik sebagai pupuk sampingan. Padahal pupuk kimia hanya menambah unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Sedangkan pupuk organik memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, begitu pula unsur makro seperti kalsium, magnesium, dan sulfur serta unsur hara mikro lainnya.

Salah satu cara untuk meningkatkan kadar organik tanah dengan membenamkan beragam pupuk organik seperti kotoran ternak dan kompos jerami padi ke dalam tanah.

Namun tingginya kadar selulosa, hemiselulosa, dan lignin dalam jerami membuat proses dekomposisi secara alami berjalan lama. Oleh karena itu sebelum mengomposkan petani sebaiknya mencacah jerami. Menurut Iswandi Anas pencacahan bahan organik mempercepat laju dekomposisi bahan sehingga kompos cepat matang.

Proses pencacahan dapat secara manual atau menggunakan mesin pencacah. PT Cans Agrinusa misalnya memproduksi beragam tipe mesin pencacah dan pengompos berkapasitas 100-200 kg/jam, 300-500 kg/jam, 1.000-1.500 kg/jam, dan 2.000-3.000 kg/jam. Produsen alsintan lain seperti PT Bahagia Jaya Sejahtera dan PT Hinoka Alsindo Tekni juga membuat mesin pendukung pembuatan kompos seperti mesin pengaduk dan mesin pengayak kompos. Mesin-mesin itu bisa membantu petani memperbaiki tanah yang sakit. (Pranawita Karina/Peliput: Muhamad Khais Prayoga)


Keterangan foto :

  1. Pupuk kompos memperbaiki sifat fisik tanah dan memperkaya bahan organik tanah
  2. Prof Dr Iswandi Anas, pemberian zat kimia terus-menerus dan berlebihan menyebabkan lahan sakit

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tips Mengatur Pola Pakan Tepat untuk Kuda

Trubus.id — Berbeda dengan sapi, kuda termasuk hewan herbivora yang hanya mempunyai satu lambung (monogastrik) sehingga kuda sangat membutuhkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img