Tuesday, April 16, 2024

Atasi Beragam Kendala Budikdamber Lele

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Cendawan Saprolegnia sp. salah satu penyebab kematian lele di unit budikdamber. Semula muncul luka lalu tumbuh benang putih di sekitarnya. “Awalnya lele lemah lalu luka akibat serangan lele lain yang terjangkit,” kata Putu Noviyanti, S.Si.

Sifat kanibal menjadikan lele sering menyerang ikan yang lebih lemah. Menurut Putu untuk mengatasinya yakni dengan menyortir 2—4 pekan sekali. Putu memisahkan ikan yang pertumbuhannya lambat dari yang besar lalu ditempatkan di ember terpisah.

Ikan yang luka ditempatkan di ember terpisah. Ia lalu memberikan garam kasar secukupnya ke dalam air. “Cukup 1—3 jimpit garam untuk air dalam ember budikdamber,” katanya. Garam itu mencegah cendawan berkembang. Setelah kembali merespons pemberian pakan, ia mengembalikan ikan ke ember yang berisi ikan berukuran sama.

Kendala lain, lele kerap naik ke permukaan, kondisi yang lazim disebut “menggantung.” Pemicunya beragam, seperti bibit lemah, serangan penyakit, atau kualitas air yang tidak baik. Putu memperbaiki kualitas air dengan memberikan satu tutup botol larutan probiotik.

Hasilnya terlihat sehari kemudian. Selama itu ia menghentikan pemberian pakan. Ikan berpuasa. Kalau air menjadi penyebab ikan menggantung, hari berikutnya ikan pulih. Kalau tidak, berarti ikan itu lemah atau luka.

Oleh karena itu, ia segera memisahkannya. Ia mengganti air setiap dua pekan. Caranya dengan memasukkan salah satu ujung selang sampai dasar ember lalu membiarkan air keluar dari ujung lainnya—lazim disebut menyipon.

Penyiponan memastikan kotoran yang mengendap di dasar ember terbuang. Namun, Putu kadang-kadang menyipon darurat kalau tiba-tiba air berbau menyengat. “Itu menandakan ada mikrob patogen yang berkembang cepat.

Penyiponan menjadi cara memasukkan air baru tanpa memicu stres ikan,” katanya. Variabel lain yang menjadi perhatian adalah pakan. Pakan yang mestinya memberikan tenaga bisa mendatangkan masalah.

Pelaku budikdamber di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Fajar Yulianto, menyatakan ketersediaan ukuran pelet di kios kadang tidak sesuai dengan ukuran ikan. “Kalau butiran pelet lebih besar daripada mulut, ikan tidak bisa makan,” katanya.

Pelet memang akhirnya melunak, tapi proses itu perlu waktu sementara ikan telanjur lapar. Kondisi itu memicu ikan agresif dan menyerang satu sama lain. Karyawan perusahaan swasta itu membibis alias membasahi pelet sebelum memberikannya kepada ikan.

Ia membuat larutan khusus untuk membibis yang berisi 0,25—0,5 kg gula merah dan dua sendok makan vetsin per liter. Larutan pembibis itu untuk merendam pelet setiap kali pemberian pakan.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kiat Mengubah Kediaman Pribadi Menjadi Rumah Walet Produktif

Trubus.id— Memodifikasi rumah tinggal menjadi rumah walet sangat memungkinkan. Hal terpenting yang mesti diperhatikan yakni lokasi itu merupakan habitat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img