Friday, August 19, 2022

Avokad Mini Rasa Maksi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Avokad alsindang meraih nilai 85 dari komunitas AlNusa.(foto : Koleksi Mardianto)

TRUBUS — Keunggulan dua avokad anyar memiliki rasa gurih dan manis, bertekstur pulen, serta produktif.

Avokad berukuran relatif kecil itu hanya berbobot 450—500 g per buah. Meski begitu jangan sepelekan kualitas avokad itu. Cicipi rasa buahnya. Pulen, gurih, dan manis. Itulah avokad top di pekarangan rumah Teguh Priyadi. “Kami menamakan avokad itu sasi. Kombinasi dari nama orangtua istri yaitu Saidin dan Siah,” kata pehobi avokad di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, itu. Mertua Yadi—sapaan akrab Teguh Priyadi—menanam avokad enak itu pada 2015.

Teguh Priyadi dan tanaman avokad sasi yang berusia sekitar 6 tahun.

Sang mertua memperoleh bibit dari bibi Yadi yang berjualan buah di pasar tradisional di Cilacap. Meski tidak terawat secara intensif, avokad yang berada di kebun belakang rumah itu tumbuh hingga kini. Yadi bersama keluarga memanen Persea americana itu pertama kali pada 2018. Saat itu tanaman hanya memproduksi kurang dari 10 buah. Kemudian Yadi menuai sekitar 20 kg avokad pada 2020. Yadi mendapatkan 100 kg avokad pada Juli 2021 yang merupakan panen ketiga. Saat mencicip avokad itu, Yadi merasakan kenikmatan yang luar biasa.

Hasil penilaian

“Dibandingkan dengan avokad lokal lainnya, sasi paling enak,” ujar ujar lelaki kelahiran 26 Februari 1982 itu. Sang istri yang berjualan jus buah berbahan avokad sasi juga kebanjiran pesanan. Menurut pembeli rasa avokad itu lebih enak dan lembut daripada avokad lainnya. Atas pertimbangan itu, Yadi berinisiatif mengirimkan sampel avokad sasi kepada panelis dari Komunitas Alpukat Nusantara (AlNusa), Ir. Dinno M Dionysius, S.P., M.M., untuk dinilai.

Parameter penilaian antara lain bobot, warna, rasa, dan persentase bagian buah yang bisa dikonsumsi (edible portion). Avokad sasi mendapatkan nilai 80 dari hasil penilaian AlNusa. Menurut Dinno avokad sasi termasuk kategori buah meja dan olahan. Alasannya warna daging buah kuning menggoda, mudah dikupas, plus rasanya kombinasi manis dan gurih sekali. “Sasi memiliki edible portion 82%, tebal buah 2,69 cm, dan warna kulit buah awalnya hijau berubah menjadi merah saat masak,” ujar Dinno
Kini pohon avokad sasi setinggi 6 meter dengan lingkar pohon 30 cm. Yadi merawat intensif sasi setelah bergabung dengan komunitas pencinta avokad. Sebelumnya tidak ada perawatan khusus. Yadi baru memberikan 1 kg pupuk NPK dan 60 kg pupuk kandang kambing. Tidak hanya Yadi yang memiliki avokad jagoan. Nun di Desa Sindangsari, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara, Lampung, Mardianto menemukan avokad pulen nan gurih.

Mardianto bersama tanaman induk avokad alsindang berusia sekitar 12 tahun.

Avokad itu bernama alsindang karena berasal dari nama Desa Sindangsari Pria kelahiran 10 Agustus 1980 itu. Menemukan avokad alsindang saat mengeksplorasi potensi buah-buahan di pelosok Lampung Utara. Pohon avokad setinggi 8 meter itu tumbuh di pekarangan rumah seluas 200 m2. Misawanda—pemilik pohon—menanam alsindang dari biji pada 2009. Panen raya alsindang pada Februari dengan produktivitas 200—300 kg per tahun. Rasa alsindang kombinasi manis dan gurih serta porsi yang dapat dimakan tinggi.

Hasil penilaian komunitas AlNusa, avokad alsindang meraih nilai 85. Menurut Dinno M Dionysius, alsindang masuk kategori buah meja. “Rasanya manis dan gurih sekali dengan edible portion hingga 86%,” kata Dinno. Tebal daging buah 2,91 cm dan berbobot sekitar 483 g per buah. Kehadiran avokad sasi dan alsindang memperkaya potensi avokad dalam negeri yang patut dikembangkan. (Bondan Setyawan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img