Monday, August 15, 2022

Awet dan Produksi Tinggi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Cabai Carla Agrihorti tahan serangan lalat buah Bactrocera dorsalis. (foto : dok. Balitsa)

TRUBUS — Tiga cabai keriting baru berproduksi tinggi, berdaya simpan lama, dan tahan penyakit.

Joko Pitoyo lazim menuai lebih dari 250 kg cabai keriting dari 20 kali pemetikan di lahan 1.500 m2. “Pemetikan pertama mendapatkan sekitar 10 kg cabai, sedangkan pemetikan terakhir memperoleh 200 kg,” kata petani di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, itu. Meski begitu Joko masygul memanen cabai keriting pada Agustus 2021 karena menduga hasil panen menurun 20%. Musababnya hujan kerap mengguyur kebun cabai milik Joko.

Dampaknya Capsicum annuum rentan terserang kutu daun (trips) dan layu fusarium akibat cendawan Fusarium oxysporum. Sebetulnya Joko tidak perlu bersusah hati meski hujan turun jika menanam cabai CK 426. Keunggulan cabai hasil pemuliaan PT Benih Citra Asia itu antara lain buahnya keras sehingga tahan serangan cendawan penyebab antraknosa Colletotrichum capsici dan cendawan penyebab layu Fusarium oxysporum. Panen perdana dapat dilakukan ketika tanaman berumur 82—85 hst.

Produksi tinggi

Tinggi CK 426 mencapai 92 cm —127 cm. Batangnya bulat berdiameter 0,89—1,23 cm. Satu tanaman menghasilkan 167—230 buah setara 1,11 kg. Panjang buah mencapai 16 cm dan berdiameter 0,8 cm. Menurut Junior Breeder pemulia muda PT Benih Citra Asia, Muhamad Ichsan Tarigan, umur penyimpanan CK 426 lebih dari 10 hari pada suhu ruang. Sementara masa simpan cabai keriting lainnya rata-rata 5 hari.

Lignin tinggi melindungi CK 22 dari serangan hama dan penyakit.(foto : dok. CV Multi Global Agrindo)

Artinya CK 426 lebih awet. Hal itu menguntungkan petani dan pedagang karena cabai tidak mudah busuk. “CK 426 adaptif di dataran rendah, menengah, dan tinggi,” kata alumnus Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, itu. Uji multilokasi dilakukan di tiga kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, yakni Brebes, Purbalingga, dan Cilacap. Mengatur teknik budidaya tepat seperti waktu panen mesti dilakukan agar mendapatkan hasil panen optimal.

Ciri khas CK 426 itu berbatang hijau kehitaman. Joko berharap terdapat pengembangan varietas cabai keriting khusus dataran tinggi. Alasannya ia kerap merugi ketika kemarau karena cabai keriput sehingga terlihat kurang segar. Cabai baru lainnya yakni Carla Agrihorti. Setiap tanaman cabai baru kreasi Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, itu menghasilkan 84—88 buah.

Dengan kata lain, potensi hasil Carla Agrihorti mencapai 17—19 ton per ha. Selain berproduksi tinggi, Carla Agrihorti juga genjah. Tanaman berbunga saat berumur 43—48 hari setelah tanam (hst) dan siap panen pada 107 hst. Bandingkan dengan waktu panen cabai jenis lain yang mencapai 115—120 hst. Keunggulan lain Carla Agrihorti yaitu tahan serangan lalat buah Bactrocera dorsalis. “Latar belakang pemuliaan Carla Agrihorti adalah keinginan menyediakan varietas unggul baru yang berdaya hasil tinggi dengan tingkat kehilangan hasil panen akibat lalat buah kecil,” kata pemulia Carla Agrihorti, Dr. Rinda Kirana, S.P., M.P.

Petani di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Joko Pitoyo.

Cabai anyar itu berwarna merah dan bercita rasa pedas. Bentuknya memanjang mencapai 13—15 cm, sedangkan lebarnya 1,1—1,3 cm. Tanaman itu dapat setinggi 68, 4 cm. Saat ini cabai hasil persilangan antara LV-8477 dan LV-8476 itu mulai diperkenalkan kepada petani cabai. Cabai baru lainnya yang bisa menjadi pilihan petani yaitu CK 22. Produksi tinggi salah satu keunggulan cabai yang dirilis CV Multi Global Agrindo itu. Setiap tanaman menghasilkan 250—310 buah berbobot 1,86 kg atau setara 22,20—29,60 ton per ha.

Lebih awet

Cabai hasil hibrida silang tunggal itu juga tahan terhadap serangan virus gemini dan lalat buah. Buah CK 22 berwarna merah cerah dan mengilap karena mengandung lignin tinggi. Bentuk buah bulat sepanjang 14,01—16,26 cm. Tinggi tanaman 81,93—87,67 cm. Ukuran daun cabai itu relatif kecil dengan panjang 8,20—9,88 cm dan lebar 2,92—4,00 cm. Meski tanaman tidak terlampau rimbun dan bercabang banyak, produksi buah tetap tinggi.

Ciri utama cabai anyar itu yakni tangkai bunga merunduk dan bentuk pangkal buah meruncing. Sudut antara bunga dan tangkai bunga 90°. Keunggulan lainnya daya simpan 7—10 hari setelah panen pada suhu 27—30°C. “CK 22 tergolong awet karena lebih dari 10 hari tidak langsung busuk, hanya keriput perlahan, ” kata Direktur CV Multi Global Agrindo Mulyono, Herlambang, S.P., M.M. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Previous articlePadi Musuh Gizi Buruk
Next articleDi Organik Dia Jaya
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img