Friday, August 19, 2022

Bakar Lilin untuk Rubella

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

“Gugurkan janin Anda, atau dia terlahir cacat,” kata dokter kala itu. Benar saja, Damaz Bagaskara, putra yang dilahirkannya menderita tuna rungu seumur hidup. Sepuluh tahun kemudian, berkat terapi lilin sarang lebah, Damaz tak lagi didera kesunyian. Ia mulai dapat mendengar indahnya suara dunia.

Pilihan yang diberikan dokter sangat sulit. “Bagai makan buah simalakama,” kata Zulfi Agustin, ayah Damaz. Namun, pasangan Zulfi —Dewi tetap memilih sang bayi dilahirkan karena dia titipan Tuhan. Malam itu, 5 September 1994, jerit bayi yang dinanti sekaligus dikhawatirkan terdengar dari klinik bersalin di Jakarta Pusat. Secara fi sik dia terlahir sempurna.

Tanda-tanda bungsu dari 2 bersaudara itu mengalami cacat mulai terlihat sejak berusia 4 bulan. Ketika itu suhu tubuh meningkat hingga 320C. Sekujur kulit tubuh berbintik merah. Dokter mengatakan pendengarannya terganggu akibat bawaan lahir. Beragam obat pun diberikan untuk menanggulangi penyakit itu, tapi sayang perubahan yang dinanti tak kunjung tiba.

Bosan dengan pengobatan medis, Zulfi beralih pada pengobatan alternatif. “Dari dokter spesialis sampai dukun saya uber. Pulau Jawa sudah dikelilingi untuk mencari kesembuhan,” kata pria kelahiran 5 Agustus 1966 itu. Terakhir kali, pada akhir 2004 ia mencoba terapi tenaga dalam. Lagi-lagi semuanya berakhir kecewa. Beruntung pada awal 2005, adik Zulfi memberitahukan terapi lilin sarang lebah. Ia pun bergegas memburu sang pengobat di Jakarta Barat itu.

Sekresi berlebih

Di sebuah klinik, Susana Budiman, sang pengobat membersihkan dan memeriksa telinga Damaz. Seberkas sinar senter diarahkan ke lubang telinga. Tampaklah kotoran hasil sekresi berlebih dari cairan rumah siput dan cendawan patogen dalam telinga. Ia disedot dengan memasukkan ujung lilin yang menyala selama 15 menit. Kotoran yang terhisap terlihat jelas saat sisa lilin dibelah dengan gunting. Selanjutnya telinga dibersihkan dengan antibiotik.

Proses terapi itu ditutup dengan memberikan segelas air minum untuk menetralkan tekanan di telinga kiri dan kanan. “Efeknya sangat terasa, tenggorokan jadi kering,” kata David Elim, asisten Susana. Damaz Bagaskara beruntung. Telinga kanan dan kirinya membaik setelah 3 kali kunjungan.

Kini beragam bunyi-bunyian mulai akrab di telinga Damaz. Pelajar SDLB Santirama Fatmawati itu bisa berkomunikasi tanpa bahasa isyarat. Ia juga tak perlu membaca gerakan bibir atau alat bantu dengar yang biasa digunakan. “Luar biasa, ia bisa mendengar suara pada kisaran 105 DB (desible). Padahal, sebelumnya harus di atas 120 DB,” ucap Zulfi Agustin, sang ayah, menirukan ucapan dokter.

Normalnya manusia mampu menerima suara di bawah angka 50 DB. Menurut Susana, walau baru turun 15 DB, itu sangat menggembirakan. “Prosesnya cepat, 3 kali terapi langsung terasa,” Kata Susana.

Virus rubella

Penderitaan panjang dialami Damaz saat sebelum terapi bakar lilin. “Ia kerap terserang panas tinggi, kulit berbintik kemerahan, batuk pilek, dan mata merah,” ucap Dewi Ramayanti, sang ibu. Gejala itu timbul akibat serangan rubella.

Virus itu memiliki efek buruk menurunkan kondisi tubuh. Meski tidak lebih ganas daripada campak biasa, campak jerman itu tetap tergolong penyakit mudah menular. “Penularan terjadi melalui udara,” kata dr Sudung O. Pardede dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Penyakit yang disebabkan oleh virus itu bisa menyebabkan kematian. “Apalagi ketika berkomplikasi dengan penyakit lain, seperti radang paru-paru, otak, atau jenis infeksi lain,” ujar Susana Budiman.

Meski begitu, rubella bisa ditangkal dengan imunisasi. Bayi usia 8—9 bulan disarankan menerima vaksin campak. Ketika usianya 15 bulan, vaksin campak jerman diberikan. “Hingga kini tidak ada vaksin tunggal campak jerman,” ungkap Sudung. Jadi pemberian vaksin rubella dipadukan dengan vaksin campak dan gandongan.

Penggunaan lilin sarang sebagai pengobat rubella, sifatnya memperingan penderitaan. “Efek rubella kerap terjadi pada telinga,” tutur Susana Budiman. Di telinga itulah lilin bakal bekerja mengembalikan dan memperbaiki fungsi sel-sel organ pendengaran yang terganggu akibat serangan virus. (Hanni Sofi a)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img