Friday, December 2, 2022

Bandung Aqua Show 2008 Juara Berkat Pupuk Alami

Rekomendasi

Menurut EJ Sauw Khim, juri dari Jakarta, penampilan oranda berumur 11 bulan itu luar biasa. ‘Warna hitamnya pekat sekali,’ katanya. Selama ini di kontes lokal bahkan internasional sekelas Aquarama di Singapura, warna hitam jarang didapati solid. ‘Dengan azolla, warna hitamnya lebih keluar. Dan warna lain juga akan tampak lebih cerah,’ ujar Peter yang meniru cara peternak Thailand itu.

Tak hanya warna, oranda ternakan lokal itu punya kesehatan prima. Hal itu tampak dari penampilan tubuh kekar dan gerakan renang yang aktif. ‘Secara overall ikan ini memang paling sempurna,’ kata YB Hariantono, juri dari Bintaro, Tangerang.

Keunggulan oranda hitam itu tidak dimiliki rivalnya, oranda senior. Padahal, ikan itu juga ternakan Peter dengan pakan serupa. ‘Tubuhnya bagus, tapi kelihatan kurang sehat,’ ungkap Sauw Khim. Jika dilihat sekilas, oranda sepanjang 18,5 cm itu tampak berisi dengan sirip mengembang sempurna. Namun juri melihat kekurangannya yaitu muncul selaput di mata sebelah kiri. ‘Sebelumnya selaput ini tidak ada, mungkin karena kebanyakan garam selama di karantina,’ ujar Peter.

Ketat

Sebelum jadi grand champion, oranda hitam yang turun di kelas jumbo itu bersaing ketat dengan oranda impor Thailand milik Ever Tagoli dari Bandung. Dari segi ukuran, keduanya tampak sama panjang. Oranda milik Ever memiliki kelebihan pada ekor dan warna yang terkesan mewah. Warnanya jingga cerah dengan ekor panjang menjulang bersemburat putih. Saat bergerak, ekor itu berkibar-kibar bak bendera.

Sayang, dalam penilaian postur dan gerakan tubuh, juri menganggapnya kalah dibandingkan sang grand champion. ‘Tubuhnya kurang berisi, dan ‘jalannya’ agak nungging,’ papar Sauw Khim. Memang ketika berenang, posisi kepalanya terlihat lebih rendah dibandingkan posisi tubuh belakang. Kondisi itu otomatis mengurangi nilai overall performance.

Selain kelas oranda jumbo, semua kontestan di kelas junior bersaing sengit. Di kelas ini, penampilan para kontestan relatif seimbang. Sebab, selain masih sangat muda dan minim terjun di arena lomba, hampir semua kontestan asal ternakan lokal. Namun jangan salah, ‘Ikan lokal sekarang kualitasnya meningkat, sehingga tidak kalah dengan ikan impor,’ kata Hariantono.

Dominasi hitam

Dominasi warna hitam memang mencorong di kontes itu. Selain oranda hitam jumbo yang merebut grand champion, kelas oranda baby, junior, dan senior juga menampilkan corak hitam. Meskipun demikian, dominasi hitam di kelas oranda ini dinilai hanya suatu kebetulan. ‘Kebetulan oranda-oranda itu yang terbaik di kelasnya,’ ujar Hariantono.

Di luar dominasi maskoki-maskoki dari Magelang, Kun Kun peternak dari Bandung sukses menyapu bersih juara di kelas lionhead senior. Tiga lionheadnya memborong peringkat ke-1 sampai ke-3. Sementara lionhead juniornya menempati urutan kedua. ‘Saya hanya membawa empat ekor, tetapi semua masuk 3 besar,’ ujar Kun Kun. Salah seekor lionheadnya sudah 3 kali menjadi juara, tapi di kontes ini hanya menempati urutan ke-2. Justru anaknyalah yang menggondol peringkat pertama. ‘Indukannya sudah ‘mentok’, sementara anakannya masih memiliki prospek bagus ke depan,’ ujar Sauw Khim.

Kontes yang digelar 26-27 April 2008 di Kopo Square Bandung itu diikuti 114 kontestan. Mereka datang dari Jakarta, Bandung, dan Magelang. Secara keseluruhan jumlah peserta lomba lebih sedikit dibanding kontes-kontes sebelumnya. Menurut Baharudin, peserta dari Bandung, penyebabnya cuaca yang tidak bersahabat. ‘Saat ini masih musim pancaroba, sehingga banyak ikan kondisinya kurang fit,’ katanya. Bahar yang menurunkan jagoan ryukin butterfly kalikonya akhirnya mencicipi kemenangan di kelas open topview.

Akhir dari kontes itu menobatkan perkumpulan maskoki asal Magelang, Borobudur Goldfish Society (BOGOS) sebagai juara umum. Anggota timnya menduduki 3 besar di 10 kelas dari total 16 kelas yang dilombakan. Prestasi tim asal Magelang ini mengukuhkan prestasi serupa yang dicetak Tropis Farm pada Borobudur Goldfish Society Cup II awal Maret lalu. (Tri Susanti)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tips Mengatur Pola Pakan Tepat untuk Kuda

Trubus.id — Berbeda dengan sapi, kuda termasuk hewan herbivora yang hanya mempunyai satu lambung (monogastrik) sehingga kuda sangat membutuhkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img