Friday, December 9, 2022

Bangsawan Bongsor

Rekomendasi

Diameter jati berlian dan platinum mencapai 25 cm hanya dalam 3 tahun. Jenis lain perlu  6 tahun.

 

Itulah jati berlian dan platinum, hasil inovasi terbaru Pusat Penelitian Biologi dan Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pertumbuhan supercepat itu lantaran tanaman memiliki banyak akar tunggang. Lazimnya jati hanya mempunyai sebuah akar tunggang yang tumbuh vertikal ke bawah. Banyaknya akar tunggang itu menyebab-kan pasokan hara pun kian memadai sehingga mempercepat pertumbuhan kayu bangsawan itu.

Selain itu, akar tunggang majemuk membuat jati kokoh dan tahan terpaan angin. Itulah sebabnya, penanaman bibitnya tidak memerlukan ajir sebagai penopang. Akar tunggang biasanya hanya terdapat pada tumbuhan hasil perbanyakan dari biji. Padahal, Tectona grandis yang dibidani Dr Ir Witjaksono MSc, periset di Pusat Penelitian Bioteknologi, hasil perbanyakan vegetatif dengan kultur jaringan. Witjaksono memanfaatkan tunas unggul teradiasi sinar.

Tumbuh lurus

Witjaksono memperbanyak jati secara vegetatif agar sifat tanaman menyerupai induk. Jati asal biji hanya mempunyai satu akar tunggang, sedangkan jati hasil rekayasa sebagian bisa memiliki beberapa akar tunggang. Akibatnya kecepatan penyerapan hara dan kekuatan bertambah. Teknik serupa, tapi secara manual, dipakai oleh Sugiarto, pekebun di sntul, Kabupaten Bogor. Ia memotong akar bibit jati sehat, lalu mencelupkan ke zat perangsang akar sehingga membentuk akar tunggang majemuk.

Pada  tahun pertama, jati berlian cenderung tumbuh vertikal dan memperbesar lingkar batang. Kalau pun muncul cabang, hanya berupa ranting kecil. Menurut Betalini Widhi Hapsari SP MSi, periset di Pusat Penelitian Bioteknologi, batang tumbuh lurus dengan diameter tetap-tidak mengecil di ujung-selama setahun pascatanam. “Perawatan praktis karena tidak perlu pemangkasan intensif,” kata Betalini. Di kompleks LIPI Cibinong Science Center, tampak jati berlian berumur satu tahun setinggi 10 m berdiameter 10 cm tumbuh vertikal tanpa cabang.

Kisah keunggulan jati baru itu segera menyebar. Banyak kalangan berhasrat menanam jati bongsor itu. Ketua Forum Rimbawan, Nana Sutrisna, menanam 3.000 jati berlian di dua lokasi, yaitu Kabupaten Ciamis, di ketinggian 200 m di atas permukaan laut (dpl) seluas 0,5 ha dan Kabupaten Subang (600 m dpl seluas 2 ha)-keduanya di Provinsi Jawa Barat. Hasilnya, sejak tanam pada Desember 2011, pertumbuhan seragam setinggi 2,5 m dengan diameter batang 2,5-4 cm.

Padahal, Sutrisna merawat jati-jati itu sebagaimana lazimnya. Pertama, Sutrisna membuat lubang tanam berukuran 40 cm x 40 cm x 30 cm dengan jarak antarlubang 3 m, lalu membenamkan 5 kg pupuk kandang dari kotoran kambing. Selang 10 hari, peneliti di Balai Penelitian Teknologi Agroforestri, Ciamis, Jawa Barat, itu menanam bibit jati berlian setinggi 25 cm. Dua pekan kemudian ia memberikan 100 g-sekitar segenggam-pupuk NPK majemuk. Hujan yang turun membantu pertumbuhan jati belia itu. Setiap bulan Sutrisna dan kelompoknya cuma membersihkan gulma.

Oni Jauhari di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pun tertarik menanam jati itu. Pada November 2011, dokter di salah satu perusahaan asuransi itu, menanam 300 bibit jati berlian berjarak tanam 3 m x 4 m. Puas melihat hasilnya, 2 dan 3 bulan berselang Oni menanam 700  bibit.

Platinum

Dr Witjaksono menyarankan pekebun memanen jati berlian pada tahun ke-10 pascatanam. Saat itu pekebun mendapat kayu sepanjang  6 m dengan diameter 30 cm dari satu pohon setara 0,42 m3 kayu. Pada tahun ke-5 pascatanam bisa untuk veneer (penutup bagian depan pada kayu lapis, red.). Untuk bahan mebel, sebaiknya panen pada tahun ke-10 pascatanam. Saat itu densitas meningkat sehingga kayu lebih padat dan menampakkan urat kayu. Dengan harga Rp3-juta per m3, pohon berumur 10 tahun bisa menghasilkan Rp1,2-juta per tanaman. Padahal potensi jati berlian lebih dari itu. Contohnya yang ditanam di kompleks LIPI, tahun ke-3 dan ke-5 pascatanam sudah mencapai diameter 25 dan 30 cm dengan tinggi 8-12 m.

Menurut ahli silvikultur dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Dr Irdika Mansur MforSc, pertumbuhan jati berlian tergolong cepat. Namun, manajemen lahan dan perawatan perlu menjadi perhatian. “Genetik menyumbang 20%, sisanya ditentukan oleh pemupukan, pembersihan gulma, ketersediaan air, dan faktor lain,” kata Irdika. Selain itu, kayu dari jati cepat panen warnanya lebih terang dan belum menampakkan lingkaran tahun. Toh, dengan pewarnaan dan pengawetan, masalah itu teratasi.

Dr Witjaksono menganjurkan penanaman jati berlian di lahan dengan tanah cukup air, tidak tergenang, pH di atas 5, dengan ketinggian kurang dari 800 m di atas permukaan laut. Permintaan bibit jati berlian tersebar di berbagai daerah seperti Nanggroe Aceh Darussalam, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Pada 2012, tim LIPI menargetkan produksi 200.000 bibit. Meski demikian, banjir permintaan membuat kewalahan sehingga banyak yang harus menunggu.

Jati unggul lain hasil riset LIPI adalah platinum. Penampilan jati platinum hampir sama dengan jati berlian. Sebab, platinum hasil iradiasi bibit jati berlian. Menurut Betalini keunggulan platinum adalah cepat tumbuh. Itu sebabnya platinum sanagat cocok sebagai bahan veneer. Tanaman jati platinum berumur 5 tahun memiliki diameter 30 cm. Berlian dan platinum bisa menjadi alternatif bagi pekebun kayu bangsawan. (Susirani Kusumaputri)

Tanaman berumur satu tahun memiliki batang tumbuh lurus dengan diameter tetap dan tanpa cabang

Keterangan Foto :

  1. Tanaman berumur satu tahun memiliki batang tumbuh lurus dengan diameter tetap dan tanpa cabang
  2. Batang bibit yang sudah  berkayu menandakan siap dipindah ke lahan
  3. Pembibitan jati berlian
  4. Jati dengan akar tunggang tunggal, ganda, dan majemuk (kiri-kanan)
  5. Tanaman jati berlian berumur 3 tahun dengan diameter rata-rata 25 cm
  6. Jati berlian dan platinum hasil perbanyakan vegetatif dengan kultur jaringan dari tunas unggul teradiasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mentan Ingin Produk Hortikultura Segera Tembus Pasar Mancanegara

Trubus.id — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginginkan produk hortikultura, seperti buah dan sayur bisa tembus pasar mancanegara. Mengingat,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img