Wednesday, August 10, 2022

Bangun Kilang Minyak di Kebun

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Dalam waktu dekat, impian menambang minyak di kebun akan jadi kenyataan. Seiring dengan melambungnya harga BBM, minyak jarak diharapkan menjadi alternatif. Kandungan minyaknya 32—35% dari biji berbobot 0,4—0,6 g. Jumlah itu lebih banyak dibanding buah kelapa sawit yang hanya 24%. Tak heran jika pemerintah mulai mengkampanyekan untuk menanam jarak.

Jarak pagar Jatropha curcas adaptif di daerah tropis dan subtropis. Namun, ia tumbuh lebih subur di daerah tropis berketinggian maksimal 500 m dpl dengan curah hujan 300—1.000 mm/tahun. Anggota famili Euphorbiaceae itu dapat tumbuh di lahan kritis asal drainase dan aerasi baik.

Bibit berkualitas

Hasil optimal diperoleh melalui budidaya intensif. Salah satu faktor yang paling menentukan adalah pemilihan bibit berkualitas. Menurut Zainal Mahmud, peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, bibit bermutu berasal dari induk yang unggul. Cirinya, umur tanaman di atas 5 tahun dan menghasilkan minimal 2 kg biji kering per pohon per tahun. Sebaiknya benih diambil dari produksi buah pada panen besar. Pilih buah matang segar dan berwarna kuning yang berumur 90 hari sejak berbunga. Buah muda dan buah matang yang kering tidak bisa dipakai untuk benih.

Untuk perbanyakan vegetatif berupa setek, pilihlah cabang-cabang yang berpucuk dan berkayu. Umurnya minimal 1 tahun. Tandanya, warna batang hijau keabu-abuan. Ukuran setek untuk penanaman skala luas 15—30 cm; pagar, 60—120 cm.

Untuk pembibitan, siapkan polibag ukuran 20 cm x 35 cm. Polibag diisi campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. Benamkan 2 biji di setiap polibag sedalam 5—6 cm. Untuk bibit setek, batang ditanam sedalam 10—15 cm. Siram 3 hari sekali. Setelah berumur 2—3 bulan, bibit siap ditanam.

Sebelum penanaman di lahan bukaan baru, hendaknya dicangkul atau dibajak sebanyak 2 kali. Setelah diratakan, buat lubang tanam berukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm. Jarak antar lubang tanam 2 m x 2 m. Jadi, satu hektar memerlukan 2.500 bibit, ditambah 10% atau 250 bibit untuk sulaman. Menurut Andi Nur Alam Syah, peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, jarak tanam yang lebar memungkinkan tanaman berbuah lebih banyak.

Setelah lahan siap, polibag dilepas dari media bibit dan dimasukkan ke dalam lubang tanam. Untuk bibit setek, bisa juga ditanam langsung di lahan yang sudah siap. Masukkan sekitar 10—20 cm ke dalam lubang tanam, lalu timbun dengan sisa tanah galian dan padatkan.

Jarak pagar bisa ditanam sebagai tanaman campuran pada areal bukaan baru atau tanaman sela pada areal tanaman tahunan, seperti kelapa, pinang, kopi, dan kakao. Pada lahan-lahan marginal, dapat ditanam menurut kontur dengan gamal, rumput gajah, akar wangi, atau serai wangi, buah-buahan, atau bercampur di areal tanaman jati, mimba, dan lamtoro. Di lahan subur sampai sedang, jarak ditumpangsarikan dengan sayur-sayuran, tanaman obat, dan nilam. Jarak juga dimanfaatkan sebagai tiang panjat vanili atau lada.

Rawan air

Dua puluh hari setelah tanam, tanah di sekitar tanaman diolah ringan agar tidak mengganggu perakaran. Gulma disingkirkan setiap bulan sampai berumur 3—4 bulan. Setelah tinggi tanaman 1 meter, pemangkasan cabang dilakukan untuk merangsang cabang baru. Setiap tahun, cabang yang tumbuh di pangkal batang dipangkas. Pemangkasan secara teratur akan membentuk tajuk seperti payung dan meningkatkan produksi.

Pertumbuhan di awal tanam, sangat menentukan produktivitas. Jika tanaman kurang subur, berikan 2 kg kompos atau pupuk kandang. Tahun kedua dan seterusnya, berikan 2,5—5 ton pupuk kandang ditambah 50 kg Urea, 150 kg SP- 36, dan 30 kg KCl per hektar.

Pada awal pertumbuhan, tanaman juga sangat peka terhadap kekurangan air. Untuk tanah yang kandungan pasirnya tinggi atau tanah marginal, disiram setiap 5—6 hari. Jika kandungan pasir tinggi sampai sedang, penyiraman setiap 7—10 hari, tanah agak berpasir atau tanah subur, setiap 10—12 hari.

Meski jarak pagar beracun, ia tak luput dari gangguan hama penggerek batang dan penyakit busuk pangkal batang. Untuk mengendalikan penggerek batang, semprotkan pestisida nabati dari biji mimba. Untuk mengatasi penyakit busuk pangkal batang, semprotkan Copperoxychlorida 0,2%.

6 bulan

Menurut Drs Rusim MS APU, peneliti Badan Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat, ada perbedaan waktu panen antara tanaman asal biji atau setek. Sebab, biji memerlukan waktu berkecambah 7—10 hari. Namun, semua itu tidak mutlak, tergantung kecukupan air. Meski dari biji, asal kebutuhan air tercukupi, tanaman tumbuh dan berbunga lebih cepat.

Setelah berumur 6 bulan, buah siap panen. Panen pertama baru menghasilkan 0,5—1 kg per tanaman per tahun. Berselang setahun, produksi menjadi 2 kg; 3 tahun, 3 kg per tanaman. Produksi stabil ketika umur 5 tahun. Hasil maksimum bisa mencapai 12 ton biji kering per hektar setiap tahunnya. Ia akan terus berbuah hingga 40 tahun. Buah dibiarkan kering hingga berwarna cokelat kehitaman baru dipanen. Cara budidaya yang relatif mudah memberi harapan bagi pesatnya perkembangan jarak pagar di Indonesia. Sifatnya yang adaptif dengan lahan yang paling kritis sekalipun, mewujudkan impian: kini minyak tak hanya ditambang di samudera lepas, tapi juga di kebun. (Imam Wiguna/Peliput:Dewi Nurlovi Permas)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img