Saturday, August 13, 2022

Banyak Sarang karena Pelantang

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Memasang twitter di ruang inap searah menjadikan distribusi suara jelas.(foto : dok. Willy)

TRUBUS — Tepat memasang pelantang suara atau twitter menentukan keberhasilan anak walet kembali menginap.

Membetahkan anak kunci meningkatkan produksi walet. Pemerhati walet di Jakarta, Harry Wijaya, S.T., mengatakan, jika anak walet betah potensi peningkatan populasi 75% berselang 3—4 bulan. Peningkatan populasi menyebabkan lonjakan produksi. Membetahkan berarti anak-anak walet itu tetap tinggal di rumah walet atau tidak berpindah ke lokasi lain. “Anakan kembali menginap adalah kunci sukses panen melimpah,” ujar Harry Wijaya.

Kian banyak populasi walet tentu berpeluang terhadap peningkatan jumlah panen sarang. Namun, jika anak kabur menyebabkan penurunan populasi walet, bahkan menurunkan hasil panen. Penyebab anak tidak kembali beragam, antara lain adanya hama, penyakit, suhu dan kelembapan tak sesuai, tata udara kurang tepat, serta tertarik suara dari gedung lain. Penyebab lain bisa juga keliru memasang pelantang suara atau twitter.

Ruang putar

Menurut Harry twitter ibarat pemandu atau penuntun walet masuk ke ruang inap. Peranti itu mengeluarkan berturut-turut suara panggil, suara tarik, dan suara inap. Pemilik rumah walet kerap kali salah memasang suara tarik yang berfungsi membimbing walet menuju ruang inap. Banyak pemilik gedung yang sekadar memasang suara tarik tanpa memperhatikan lintasan terbang burung pada ruang putar.

Pemasangan pelantang suara atau twiter harus tepat agar anak walet betah bersarang.

“Pemilik gedung harus tahu lintasan burung keluar dan masuk dari gedung, jangan salah memasang twitter di lubang masuk antarlantai tempat burung memutar,” kata Sarjana Arsitektur alumnnus Universitas Katolik Parahyangan itu. Celakanya pemilik gedung memasang twitter tepat di lubang masuk antara lantai yang bersinggungan dengan ruang putar. Imbasnya walet saling bertabrakan di ruang putar sekitar lubang masuk antarlantai.

Kondisi itu menyebabkan walet tidak betah. Pasalnya jalur keluar-masuk walet akan terganggu. Salah satu solusinya memindahkan twitter minimal berjarak 50 cm dari area putar. Pemilik gedung harus mengamati atau memantau via video arah lintasan putar walet. Letak lubang masuk antarlantai yang terlalu menempel di dinding juga mempersempit area putar dan akses keluar-masuk.

Jika pemilik gedung meletakkan twiter di lubang masuk antargedung yang menempel dinding tentu walet akan bertabrakan. “Lubang masuk antarlantai pun baiknya tidak menempel di dinding, minimal berjarak 50 cm dari dinding,” kata pebisnis walet sejak 2005 itu. Tujuannya agar burung lebih leluasa keluar-masuk lubang antarlantai.

Twitter inap

Permasalahan lain memasang twitter di ruang inap. Menurut Harry masih banyak pemilik gedung yang percaya bahwa walet akan bersarang tepat di twitter. Oleh karena itu, timbul sebuah teori makin banyak twitter di ruang inap, kian banyak sarang. Harry mengatakan, jumlah twitter tidak berbanding lurus dengan jumlah sarang. Menurut pemilik gedung walet di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, Willy, jumlah twitter tidak berhubungan dengan jumlah sarang.

Faktor yang menyebabkan walet menginap atau anak kembali menginap karena kualitas suara. Adapun indikator kualitas suara baik antara lain frekuensi tepat, kejelasan dan kemiripan dengan suara induk. “Suara bergema seperti di gua pun disenangi walet karena mirip suara di alam,” kata Harry. Menurut Willy terpenting menghasilkan suara jelas. “Tidak perlu puluhan twitter pada ruang inap,” kata pria 45 tahun itu.

Pemerhati walet di Jakarta, Harry Wijaya, S.T.

Willy mengatakan, untuk satu blok ruang inap 4 m x 5 m, pemilik gedung cukup memasang 14 twiter. Jarak antarpapan sirip rata-rata 40 cm. Masing-masing 4 twiter berderet di samping kanan, kiri, dan tengah ruangan. Jarak dari tepi samping kurang lebih 30 cm. Di sudut ruangan pun pemilik gedung memasang 2 twitter posisinya sedikit diserongkan 45 derajat. Tujuannya agar distribusi suara merata.

Twiter lainnya bisa dipasang lurus menghadap sumber masuk burung dengan jeda 2 atau 3 papan sirip berturut-turut. “Terpenting twitter searah mengarah ke tampat masuk burung,” kata Willy. Harap mafhum, pemilik gedung memang kerap bereksperimen, antara lain memasang vertikal atau saling berhadapan. Pemasangan twiter saling berhadapan mengakibatkan suara bertubrukan sehingga suaranya tidak jelas, distribusi suara pun tidak merata.

Menurut praktikus walet di Jakarta Utara, Peter John, twiter bagus dapat menghasilkan suara semirip mungkin dengan suara alami walet. Tepat memasang twitter tepat membuat walet nyaman, sehingga potensi anakan menginap pun tinggi. Anakan betah berpotensi meningkatkan populasi. Populasi banyak berpotensi panen sarang pun meningkat. (Muhamad Fajar Ramadhan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img