Sunday, August 14, 2022

Baranangsiang-Bubulak dengan Jelantah

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Setiap pekan Hasim Hanafie, manajer teknik Hotel Salak membawa jelantah itu ke Cimanggu, Kota Bogor, berjarak 7 km. Selain dari dapur hotel, ia juga mendapatkan jelantah dari Pemerintah Kota Bogor asal pengepul. Minyak-minyak itu dikirim ke instalasi produksi di Cimanggu.

Di sana berdiri bangunan sederhana seluas 100 m2. Perusahaan yang mengelola hotel tertua di Bogor itu mencemplungkan dana Rp120-juta untuk membangun instalasi pengolahan jelantah menjadi biodiesel.

Alat penyaring hingga pemisahan biodiesel tersedia di sana. Kapasitas alat 150 liter/3 jam. Menurut Hasim, membuat biodiesel jelantah relatif mudah lantaran hanya menggunakan metode esterifikasi, tanpa transesterifi kasi. Setelah bersalin rupa menjadi biodiesel, jelantah menjadi bahan bakar, bukan jelantah biasa.

Kualitas biodiesel jelantah tak kalah dengan solar sekalipun. Titik nyala biodiesel jelantah 180oC sama dengan solar, nilai kalor 39,410 MJ/kg. Beginilah cara Hasyim membikin biodiesel jelantah yang menjadi bahan bakar Trans-Pakuan. (Vina Fitriani)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img