Monday, November 28, 2022

Batal Amputasi Karena Ling Zhi

Rekomendasi

Biang kerok gangren itu adalah tingginya kadar gula darah tak puasa Liliana, mencapai 600 mg/dl; normal, 200 mg/dl. Lantaran kadar gula melambung, luka tak kunjung sembuh. Bahkan, terus melebar. Awalnya hanya sebuah luka kecil akibat tergores pecahan gelas. Perempuan 57 tahun itu mengolesi luka dengan antiseptik. Namun, luka tak kunjung mengering, malahan mengucurkan darah. Celakanya luka itu terus melebar. Oleh karena itu 21 hari pascaluka, sang anak bernama dr Winardi Yusman, membawa Liliana ke sebuah rumahsakit di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di situlah Liliana mengetahui kadar gula darah tak puasa 600 mg/dl. Sepekan lamanya ibu 4 anak itu menjalani opname. Sayang, tak ada perubahan signifikan. Itulah sebabnya bersama dr Winardi Yusman, Liliana terbang ke Surabaya.

Dokter yang me-me-riksa Liliana pada 29 Agustus 2005 menyarankan amputasi. Pelaksanaannya 30 Agustus 2005. Tujuannya mencegah luka menjalar ke organ tubuh lain. Menurut Prof Dr dr Askandar Tjokroprawiro, SpPD, dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, gangren atau ulkus seperti yang diderita oleh Liliana merupakan kematian jaringan lunak akibat terganggunya pasokan darah ke jaringan itu. Penyebabnya penyempitan pembuluh darah.

Selalu manis

Gangren acap terjadi di bagian kaki diabetesi alias penderita diabetes mellitus. Diabetesi harus waspada terhadap luka, sekecil apa pun. Askandar mencontohkan, terkena knalpot, lecet akibat sepatu sesak, luka kecil saat memotong kuku, kompres kaki yang terlalu panas, cukup memicu gangren. Jika dibiarkan, infeksi mengakibatkan pembusukan di bagian luka karena tidak mendapat aliran darah. Risikonya bagian terinfeksi harus diamputasi.

Di tengah kemasygulan itu Liliana teringat gaya hidupnya. Setiap hari makanan dan minuman manis tak pernah terlewatkan. Sirop, umpamanya, minimal 6 gelas sehari ia minum berselang-seling dengan teh manis. Begitu juga dengan cokelat dan roti manis sebagai camilan. Seiring bobot tubuh bertambah, kadar gula darah meroket. Menurut Dr dr Arijanto Jonosewojo, SpPD, dokter di RSUD Dokter Sutomo Surabaya, pola hidup yang tidak seimbang seperti Liliana, pemicu diabetes melllitus.

Diabetes mellitus merupakan kelainan metabolisme karena kerusakan pada sel-sel pulau langerhans dalam kelenjar pankreas. Akibatnya jumlah hormon insulin yang disekresikan sedikit atau tidak ada sama sekali. Padahal, hormon insulin berperan dalam metabolisme dalam darah dan sel tubuh. Penurunan sensitivitas reseptor hormon insulin sel pun juga memicu diabetes.

Indikasi diabetes antara lain hiperglikemia alias peningkatan kadar gula darah di atas ambang normal. Kadar normal puasa 126 mg/dl dan kadar normal setelah makan 200 mg/dl.

Ling zhi

Malam menjelang amputasi, Liliana dan kerabat berkumpul untuk berembuk. Ketika itulah kemenakan Liliana, Herawati Kristanto, menyarankan untuk mengkonsumsi ekstrak jamur ling zhi Ganoderma lucidum. Bagi Liliana ling zhi herbal yang masih asing. Ia tak begitu yakin. Untunglah sang anak yang berprofesi dokter meyakinkannya bahwa ling zhi kaya nutrisi dan senyawa aktif. Malam itu perempuan kelahiran Banjarmasin 1 November 1951 itu menelan masing-masing 2 kapsul ekstrak ling zhi dan miselium ling zhi.

Ia juga menaburkan 6 buah kapsul ekstrak ling zhi di atas luka. Persis 30 Agustus 2005 akhirnya Liliana memutuskan menolak amputasi. Hari-hari berikutnya ia rutin mengkonsumsi ekstrak ling zhi. Dosisnya tetap 2 kapsul ekstrak ling zhi dan miselium ling zhi 2 kali sehari. Sedangkan penaburan ekstrak ling zhi untuk mempercepat pengeringan luka hanya sekali sehari.

Miselium ling zhi merupakan ekstrak yang diperoses dari bawah tudung jamur berumur 18 hari. Adapun ekstrak ling zhi dari jamur dewasa berumur 90 hari. Sepekan berselang, Liliana memekik keras begitu bangun tidur. Ia hampir tak percaya luka mengering dan bersih. ‘Bentuknya seperti dijahit,’ kenang istri Suganda Yusman itu. Ia bergegas mengecek kadar gula darah. Hasilnya kadar gula darah Liliana berangsur turun, 300 mg/dl.

Liliana kian yakin terhadap khasiat jamur anggota famili Polypo-raceae itu. Ia terus melanjutkan konsumsi mannentake alias ling zhi. Luka itu benar-benar mengering, mulus, tak meninggalkan sedikit pun jejak. Kadar gula darahnya pun berangsur normal, 125 mg/dl. Untuk menjaga kondisi kesehatan Liliana melanjutkan konsumsi masing-masing 2 kapsul ekstrak ling zhi dan miselium ling zhi sekali sehari.

Polisakarida

Menurut dr Paulus Wahyudi Halim, dokter dan herbalis di Serpong, Kotamadya Tangerang Selatan, mengeringnya luka Liliana karena polisakarida. Senyawa aktif dalam jamur itu dikenal sebagai pembangun imunitas tubuh. Karena imunitas meningkat, nutrisi memperbaiki sel rusak di ulkus. Polisakarida itu juga terbukti antidiabetes seperti dibuktikan Dr Aliyu Mohammed dari Fakultas Kedokteran Ahmadu Bello University, Nigeria.

Dalam uji praklinis Aliyu membagi 50 ekor mencit menjadi 4 kelompok. Kelompok pertama tanpa perlakuan, 3 grup lain diinduksi 150 mg alloxa monohydra/kg bobot tubuh untuk memicu diabetes. Ia kemudian memberi larutan ekstrak ling zhi kepada masing-masing kelompok berdosis 250 mg, 500 mg, dan 1.000 mg per kg bobot tubuh. Kadar gula darah mencit yang mengkonsumsi 500 mg ekstrak lingzhi, turun dari 240 mg/dl menjadi 125 mg/dl dalam waktu 4 jam; 72 mg/dl dalam 8 jam.

Sementara untuk dosis 1.000 mg, kadar gula turun dari 278,8 mg/dl menjadi 162 mg/dl dalam waktu 4 jam, dan 73,8 mg/dl dalam tempo 8 jam. Penurunan itulah yang terjadi setelah Liliana mengkonsumsi ekstrak ling zhi. Dengan begitu kini kedua kakinya tetap utuh. Mimpi buruk hidup dengan satu kaki pun tak terjadi karena amputasi urung. (Faiz Yajri)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img