Monday, November 28, 2022

Bawal Bintang Empat

Rekomendasi

Daging tebal, empuk, dan kenyal. Sudah begitu duri mudah dicabut. Empat keunggulan itu menyebabkan bawal bintang laku keras di restoran hidangan laut.

 

Kepala Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPPL), Badrudin MSi, menuturkan karena tekstur daging kenyal itu bawal bintang cocok diolah menjadi berbagai macam hidangan seperti asam manis, steam, dan gulai. Keunggulan itu plus kandungan lemak rendah dan kaya omega 3 membuat Trachinotus blochii banyak dijajakan dalam bentuk fillet dan sashimi di Amerika Serikat dan Jepang.

Di pasar domestik, konsumen juga menggemari bawal bintang. Buktinya permintaan ikan yang juga menghuni perairan laut Taiwan, Jepang, dan wilayah timur Afrika itu relatif tinggi. Restoran Jumbo di Telukbetung, Bandarlampung, Provinsi Lampung, dan Restoran Bandar Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, misalnya, kerap kewalahan memenuhi pesanan menu bawal bintang. Peminatnya tinggi menyaingi kakap, cumi-cumi, dan udang.

Pijahkan

Menurut anggota staf pemasaran PT Suri Tani Pemuka, Josita, peluang bisnis bawal bintang besar. PT Suri Tani Pemuka membudidayakan bawal bintang di Situbondo, Jawa Timur. Apalagi harga jual di restoran tinggi mencapai Rp40.000 untuk bobot 350 g per ekor. Sumadi dari PT Lucky Samudra, pembudidaya di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, berpendapat serupa. “Permintaan ekspor hingga 125 ton per tahun untuk pasar Amerika Serikat dan Jepang,” kata Sumadi.

Pantas pula PT Suri Tani Pemuka sampai membuka lokasi pembenihan bawal bintang di Sukaraja, Provinsi Bali. Itu bukti bahwa bawal bintang tengah menjadi bintang. Semula para peternak mengimpor benih anggota keluarga Carangidae itu dari Taiwan. Namun, sejak 2007 Balai Budidaya Laut (BBL) Batam dan BBPBL berhasil memijahkan silver pompano-sebutan bawal bintang di Amerika Serikat dan Inggris. Oleh karena itu peternak tidak perlu mengimpor benih ikan yang bisa hidup di salinitas rendah kurang dari 15 ppm itu.

Induk bawal bintang siap memijah saat berumur 2 tahun dengan bobot minimal 1,5 kg per ekor. Saat ini sekitar 100 induk siap pijah terdapat di BBPBL. Agar induk lekas siap kawin, BBPBL memberi 100 IU vitamin E per ekor. Frekuensi pemberian setiap 1-2 pekan. Selain itu pakan berupa 70-80% pakan ikan rucah dan sisanya cumi. “Biar proses matang gonad lebih cepat,” ujar periset bawal bintang di BBPBL, Dwi Handoko Putro APi.

BBPBL memijahkan induk bawal bintang dua kali sebulan. Pertama saat memasuki bulan baru, berikutnya ketika bulan purnama. Induk siap pijah lantas dirangsang dengan suntikan hormon HCG (Hormon Corionic Gonadotropin) atau fibrogen berdosis 250-500 IU per kg bobot tubuh. Dua hari pascasuntik, telur dan sperma keluar. Sementara untuk mengatasi induk belum matang gonad dengan penyuntikkan hormon LHRHa (Luteinizing Hormone Releasing Hormone analog) supaya mempercepat matang gonad.

Di bak pemijahan berukuran 200 m3 dengan sistem air mengalir, tanpa pengendapan terdapat 3 jantan dan 2 betina. Ukuran tubuh jantan harus sama dengan betina supaya tidak saling menyerang. Setiap kali proses pemijahan menghasilkan jutaan telur. Telur bagus bila mengambang di permukaan air. Petugas bergegas memasukkan telur ke jaring plankton berukuran 100-400 mikron hingga menetas 18 jam kemudian.

Setelah menetas, larva-larva itu menghuni bak pemeliharaan. “Diberi pakan rotifer hingga 10 hari, berikutnya artemia dan pelet buatan sampai bibit berumur 30 hari berbobot sekitar 25 g per ekor,” ujar Dwi Handoko. Pada fase berikutnya, yakni pendederan Arief Prihaningrum SPi, periset BBPBL menjelaskan ikan dipindahkan ke bak lain dengan padat tebar 400 ekor per m3. Pakan berupa pelet 2 kali sehari. “Jangan sampai alpa memberi pakan hingga 2 hari bisa menjadi kanibal,” kata Arief.

Sebulan kemudian, memasuki fase penggelondongan, padat tebar dikurangi menjadi 150-200 ekor per m3. Tingkat kelulusan hidup di fase pendederan dan penggelondongan mencapai 95-99%. “Sebulan di penggelondongan, ikan siap dibesarkan di karamba,” ujar Arief. Saat itu ikan mencapai panjang 15-17 cm dengan bobot 75 g per ekor.

Pelet buatan

Di karamba para peternak memberi pakan berupa pelet kerapu setiap pagi dan sore. “Pelet khusus bawal bintang belum ada,” ujar Arief. Oleh sebab itu Koperasi Mina Bahari di Pesawaran, Lampung, memanfaatkan pelet kerapu, pelet lele, atau ikan rucah sebagai pakan bawal bintang. Koperasi itu tengah membudidayakan 2.000 bawal bintang. Menurut Yuwana Puja SPi dari Koperasi Mina Bahari, pemakaian pelet berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan.

Untuk mencapai bobot 500 g per  ekor perlu 9-10 bulan jika menggunakan pelet lele; 7-8 bulan dengan pelet kerapu. Bawal bintang siap panen saat berbobot minimal 300-500 gr. Menurut Arief pemberian pelet lele tidak seluruhnya habis terkonsumsi, sekitar 10% akan terbuang percuma. Itulah sebabnya peternak perlu memberikan tambahan pakan ikan rucah untuk mengatasi kehilangan itu.

Arief mengatakan rasio konversi pakan (FCR feed conversion ratio) jika memanfaatkan pakan ikan rucah 5. Artinya untuk menghasilkan 1 kg daging, perlu 5 kg pakan ikan rucah. Adapun FCR pelet kerapu 1,5-1,7 dan pelet lele 2. Dengan karakter omnivora peternak bisa memelihara bawal bintang bersama kerapu. Sebab bawal bintang dapat mengonsumsi limbah dari sisa pakan kerapu.

Peternak sebetulnya beruntung bila memelihara bawal bintang lantaran nyaris tidak banyak penyakit menyerang. Jika ada parasit, penanganannya mudah, cukup merendam sebentar di air tawar. Sebagai tindakan preventif, perendaman di air tawar cukup sebulan sekali. Setelah itu peternak pun bersiap-siap menuai bawal bintang 7 bulan usai tebar. (Susirani Kusumaputri)

Keterangan Foto :

  1. Ikan berbobot 300-500 g ukuran kosumsi
  2. Bawal bintang kaya protein dan omega 3
  3. Setelah berumur 30 hari pascamenetas, ikan dipindahkan ke bak pendederan
  4. Pembesaran bawal bintang di karamba membutuhkan waktu 7-9 bulan untuk mendapatkan bobot 500 g
  5. Dwi Handoko Putro APi, “Induk bawal bintang perlu dirangsang dengan hormon supaya dapat memijah.”

 

Previous articleRanchu Rajai Kontes
Next articleJawara Tanah Banua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img