Thursday, August 18, 2022

Bawang Putih Atasi Hipertensi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Beberapa kandungan senyawa jenis olganosulfur seperti ajoene dan alisin berperan dalam menurunkan tekanan darah sistemik. (Dok. Trubus)

Khasiat bawang putih terbukti klinis sebagai antihipertensi.

Trubus — Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkenas) menunjukkan pada 2018 kecenderungan hipertensi pada penduduk berusia lebih dari 18 tahun mencapai 32,4%. Sebanyak 63 juta penduduk Indonesia mengidap hipertensi. Menurut dr. Dina Nugraheni seseorang mengidap hipertensi jika tekanan darahnya lebih dari sama dengan 140/90 mmHg. Angka di depan merupakan tekanan sistolik atau tekanan saat kontraksi darah dari jantung ke seluruh tubuh.

Umbi bawang putih terbukti berkhasiat antihipertensi. (Dok. Trubus)

Adapun angka di belakang, tekanan darah diastolik merupakan tekanan saat jantung berelaksasi atau beristirahat. Dokter alumnus Universitas Diponegoro itu mengatakan, pemicu hipertensi antara lain kehamilan, kelainan pada ginjal, dan mengonsumsi obat obat tertentu yang menimbulkan peningkatan tekanan darah. Itu semua merupakan penyebab sekunder. Hipertensi primer tidak diketahui penyebabnya.

Relaksasi otot jantung

Celakanya banyak orang merasa sehat, ternyata tekanan darahnya tinggi. Orang merasa tak menemukan gejala apa pun. Ia merasa sehat, tidak tahunya tekanan darahnya di atas normal. Itulah sebabnya hipertensi dijuluki sillent killer atau pembunuh dalam senyap. Jika keadaan itu berlangsung bertahun-tahun sehingga penderita mengalami kondisi kronis atau terkena penyakit komplikasi seperti jantung atau strok.

Penawar hipertensi sejatinya ada di dapur, yakni umbi bawang putih. Anastasia Kartikasari dan Rita Tjokropranoto dari Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha, menguji klinis bawang putih untuk mengontrol hipertensi. Konsumsi bawang putih Allium sativum secara oral berkhasiat hipotensif atau menurunkan tekanan darah. Umbi tanaman anggota famili Liliaceae itu mengandung senyawa ajoene yang merupakan organosulfur.

Yayuk Ambarwulan, herbalis di Tangerang Selatan, Banten. (Dok. Yayuk Ambarwulan)

Senyawa itu menyebabkan aroma kuat dan spesifik hanya ada pada bawang putih. Namun, belum banyak uji klinis dilakukan di Indonesia terhadap khasiat bawang putih. Anastasia dan Rita menguji 30 pria berusia 18—27 tahun. Sebelum mengonsumsi bawang putih, tekanan darah sistolik mereka rata-rata 121,53 mmHg serta tekonan darah diastolik mereka 81,00 mmHg.

Mereka mengonsumsi 4—5 gram bawang putih mentah, mengunyah, dan menelan sekaligus bersama air mineral 200 ml. Para periset kembali mengukur tekanan darah mereka 5 menit kemudian. Pengukuran tekanan darah diulangi setiap 5 menit agar tekanan darah tidak berubah setelah 2 kali pengukuran. Hasil pengujian menunjukkan terjadinya penurunan rerata tekanan darah diastolik dan sistolik sesudah mengonsumsi bawang putih.

Tekanan darah diastolik dan sistolik mereka setelah mengonsumsi umbi segar bawang putih turun menjadi 111,40 mmHg dan 74,00 mmHg secara berurutan. Senyawa ajoene dalam umbi bawang putih berperan dalam penurunan tekanan darah. Caranya senyawa ajoene mereduksi stres oksidatif yang terjadi pada jaringan kardiovaskulat yang menjadi penyebab meningkatnya tekanan darah.

Kekebalan tubuh

Valentina Indrajati, herbalis di Bogor, Jawa Barat. (Dok. Valentina Indrajati)

Di kalangan herbalis, umbi bawang putih sohor sebagai antihipertensi. Herbalis di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Yayuk Ambarwulan, meresepkan bawang putih untuk pasien yang mengidap hipertensi, kolesterol tinggi, trigisliserida tinggi, dan kejang-kejang. Menurut Yayuk ada beberapa cara untuk mengonsumsi bawang putih, tergantung ketahanan setiap konsumen terhadap rasa bawang putih.

Ketika mengunyah bawang putih muncul rasa pedas dan getir. Kebanyakan orang kurang menyukainya. Pilihan konsumsi antara lain konsumsi segar atau mentah, kukus, goreng, atau panggang. Perempuan 56 tahun itu memberikan dosis Yayuk tergantung penyakit dan keperluan masing-masing sehingga perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan herbalis sebelum mengonsumsi bawang putih untuk hipertensi.

Herbalis di Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati, mengatakan bawang putih mengandung senyawa alisin, yang merupakan senyawa organosulfur sekaligus yang memberikan wangi khas pada bawang putih. Alisin dapat mengurangi tekanan darah bagi penderita hipertensi. Selain itu khasiat lainnya adalah menguatkan kekebalan tubuh dan menghindari serangan penyakit jantung. (Tamara Yunike)

Resep Antihipertensi

Bahan

– Umbi bawang putih Allium sativum 3 siung
– Rimpang jahe merah Zingiber officinale 5 jari
– Vinegar 3 sendok makan

Cara Membuat

– Lumatkan umbi bawang putih dan jahe merah.
– Rebus umbi bawang putih dan jahe merah hingga mendidih.
– Setelah hasil rebusan dinginm campurkan 3 sendok makan vinegar.
– Simpan larutan bawang putih di kulkas.

Konsumsi
Minum hasil rebusan 3 kali dalam sehari 3 sendok makan. ***
Sumber Resep: Valentina Indrajati

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img