Saturday, December 3, 2022

Bayer Perluas Pemberdayaan Desa

Rekomendasi

Trubus.id — Ciasihan, Ciasmara, Gunungsari dan Purwabakti, desa yang berlokasi di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Letaknya di area penyangga Ibu Kota dan hanya berjarak tempuh sekitar 2,5 jam dari DKI Jakarta.

Namun di daerah itu masih menghadapi 2 tantangan besar terkait pertanian dan kesehatan. Desa Ciasihan, contohnya tengah berhadapan dengan masalah produktivitas pertanian yang belum optimal. Musababnya terkendala keterbatasan lahan dan penggunaan metode pertanian yang masih tradisional.

Sementara di bidang kesehatan, menurut Data dari Puskesmas Ciasmara dan Puskesmas Pamijahan Kabupaten Bogor 2022 menunjukan tingkat tengkes yang masih di atas 10%.

Menjawab tantang itu, maka PT. Bayer Indonesia memperluas jangkauan program holistik Bayer untuk Indonesia (BISA) dengan menyasar 8.000 keluarga tani di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Persemian program itu berlangsung pada 12 Agustus 2022. Turut hadir diantaranya Dr. Ir. Musdhalifah Machmud, M.T.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan President Director Bayer Indonesia Kinshuk Kunwar. Hadir juga Kepala Desa Ciasihan, Lilih N., serta Direktur Eksekutif Mercy Corps Indonesia Ade Soekadis.

Hingga 2030

Kinshuk Kunwar menyampaikan kegiatan itu sebagai perwujudan dari visi perusahaan ‘Health for All, Hunger for None’, hingga 2030 mendatang. Bayer di Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan 4 juta petani lahan kecil, 1 juta masyarakat ekonomi rentan, dan 1 juta perempuan di perkotaan atau pedesaan.

Program holistik ‘Bayer untuk Indonesia’ yang dijalankan sejak 2020, berfokus pada bidang pertanian dan kesehatan.

“Pada ranah pertanian, kami berupaya menghadirkan akses terhadap inovasi termutakhir, pengetahuan yang relevan, serta kemitraan, guna meningkatkan pendapatan petani. Sementara, pada ranah kesehatan, Bayer memberikan pelatihan kesehatan mandiri, akses terhadap alat kontrasepsi, hingga edukasi penanggulangan stunting ” tutur President Director Bayer Indonesia.

Bayer menargetkan program BISA memberikan manfaat kepada 8.000 petani dan keluarga tani di Kecamatan Pamijahan. Meliputi pendampingan kepada 2.000 petani lahan kecil, 1.000 petani dan keluarga tani perempuan. Edukasi kepada 10 bidan yang selanjutnya akan melatih 220 kader kesehatan dari 43 posyandu.

Selain itu juga pengembangan 3 Better Life Farming Center—bagian dari ekosistem pendukung pertanian untuk memudahkan petani setempat dalam mengakses teknologi pertanian.

Selain itu juga menjamin keterlibatan mereka dalam mata rantai nilai pertanian. Sebelumnya, BISA telah menjangkau 800.000 keluarga petani di 15 provinsi Indonesia. Produktivitas pertanian dari penerima manfaat rata-rata meningkat hingga 20 persen dan menaikkan pendapatan hingga 30 persen. Selama 2 tahun penyelenggaraan, Bayer telah mengembangkan 477 Better Life Farming Center (BFLC) atau kios cerdas pertanian.

Pelatihan kewirausahaan terhadap 100 pengusaha perempuan tani dan telah melatih 100 tenaga kesehatan profesional dengan metode training of trainer. Dalam meningkatkan kapasitas kesehatan perempuan, diwujudkan dengan memberikan edukasi dan pelatihan terkait kesehatan perempuan serta pencegahan tengkes. Kegiatan itu telah menjangkau 32.146 perempuan.(Widi Tria Erliana)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img