Monday, August 15, 2022

Bebas Jerawat dan Ketombe dengan VCO

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Lelah berdamai dengan jerawat, Dessy mengunjungi dokter spesialis kulit di Cimahi. Oleh dokter, ia diberi obat berupa bedak, salep, dan sabun pencuci wajah. Obat bedak dan salep ia oleskan ke seluruh wajah setiap pagi. Ia pun rutin membasuhnya dengan sabun pencuci wajah sebelum tidur.

Sebulan kemudian, wajah Dessy mulai membaik. Sayang, setelah obat tandas, jerawat kembali bermunculan dan kulit wajah menjadi kering. Ia tak langsung berobat ulang ke dokter. ?Biaya berobat mahal, minimal habis Rp300. 000, ? ujar lulusan jurusan Biologi, Institut Teknologi Bandung, itu.

Semula iseng

Pada medio 2004, laboratorium jurusan Biologi, tempatnya bekerja, sedang mempraktekkan pembuatan virgin coconut oil (VCO). Setibanya di rumah, ia pun iseng mengoleskannya di wajah. Keesokan harinya, kulit wajah yang semula kering dan kaku, terasa lentur. Setelah merasakan manfaatnya, ia pun rutin mengoleskan VCO sebelum tidur. Seminggu berselang, jerawat di wajah Dessy mulai berkurang.

Timbulnya jerawat dipengaruhi aktivitas hormon. Jerawat kerap muncul saat pubertas, usia 14 -19 tahun. Pada usia itu terjadi perubahan aktivitas hormon. Jerawat juga kerap muncul saat menjelang menstruasi. Saat itu produksi hormon androgen berlebih. Androgen adalah hormon yang merangsang kelenjar minyak dan folikel rambut pada kulit. Kelenjar terus-menerus memproduksi minyak sehingga menyumbat saluran kelenjar minyak, membentuk komedo, dan seborhoea . Apabila sumbatan membesar, komedo menjadi terbuka dan muncullah jerawat.

Menurut dr Dendi Sandiono SpKK, ahli penyakit kulit dan kelamin Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, lingkungan dan kebiasaan dapat memicu jerawat. Jika permukaan kulit sangat peka terhadap bakteri, maka jerawat dengan mudah bermunculan.

?Kebiasaan mengkonsumsi makanan pedas dan berminyak bisa menyebabkan jerawat,? ujar lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran itu. Jerawat bisa diobati dengan obat-obatan yang mengandung sulfur untuk mengeringkan, mengurangi jumlah minyak berlebih, dan antibiotik. Bagaimana dengan VCO??Saya tidak tahu, sebab belum teruji klinis. Kalaupun dipakai sebagai obat, tergantung kecocokan si pasien, ? papar Dendi. ?Tapi jangan sembarang minyak, jika salah bisa memperparah ? katanya. ?Minyak justru menutupi pori-pori kulit dan merangsang munculnya jerawat,? kata dr Yohannes Widodo, SpKK, dosen Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada.

Usir ketombe

Selain jerawat, ketombe juga momok menakutkan. Derita akibat ketombe dirasakan Yunita Indriastuti, karyawan swasta, tinggal di Depok Timur. Bertahun-tahun rasa gatal akibat ketombe tak kunjung sembuh. Rasa risih selalu hinggap saat mengenakan pakaian berwarna gelap. Sampo antiketombe pun tak sanggup mengusirnya. Di perusahaan tempatnya bekerja, di Kalibata, Jakarta Selatan, sang atasan menyediakan minyak perawan alias VCO. ?Katanya sih VCO bisa menyembuhkan berbagai penyakit, ? ujar Yunita. Karena penasaran, ia mencobanya untuk mengatasi ketombe. Satu sendok makan VCO dioleskan merata ke seluruh permukaan kulit kepala setiap malam. Esok harinya, dibilas dengan sampo. Dua minggu berselang, gatal-gatal mereda dan ketombe pun sirna.

Menurut dr Dendi, ketombe disebabkan oleh aktivitas hormon. Salah satu pemicunya cendawan Pytirosporum ovale yang tumbuh subur saat kondisi kulit kepala lembap. Yohannes Widodo menuturkan, bakteri turut menyuburkan ketombe. Menurutnya, VCO tidak bisa mengobati ketombe. Di laboratorium, minyak kelapa atau zaitun justru dipakai untuk menumbuhkan bakteri penyebab ketombe. ?Minyak adalah makanan bagi bakteri,? katanya.

Antimikroba

Jerawat dan ketombe adalah penyakit hormonal yang diperparah serangan bakteri dan cendawan. Menurut Hartono, pengobat herbal di kawasan niaga Roxy, Jakarta Pusat, VCO berperan membunuh bakteri dan cendawan penyebab peradangan jika dipakai sebagai obat luar.

Pendapat itu diperkuat hasil studi Jon J Kabara PhD, profesor Farmakologi dari Michigan University, Amerika Serikat, yang meriset asam laurat-senyawa dominan VCO-yang berefek antimikroba seperti virus, bakteri, dan cendawan. Umumnya bakteri dilapisi membran lipid. Asam lemak rantai sedang menumpas bakteri dengan merusak lapisan membran lipid. Akibatnya, isi sel keluar dan mati.

Keampuhan VCO mengusir cendawan-sebagai penyebab ketombe-diduga akibat asam kaprilat. Itu pendapat Murray Price PhD, pakar pengobatan alternatif lulusan Hawaii School of Medicine. Saat dioleskan di permukaan kulit, trigliserida rantai sedang minyak kelapa diubah oleh bakteri menjadi asam lemak bebas. Akibatnya, permukaan kulit menjadi asam yang ampuh menghalau cendawan.

Manfaat VCO untuk kecantikan diakui dr Erna Cipta Fahmi, pengobat tradisional yang melayani perawatan kecantikan, di Ciputat, Tangerang. ?VCO bisa dipakai sebagai pengganti minyak zaitun untuk menghaluskan kulit, ? ujar lulusan Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada itu. Minyak kelapa murni mengangkat sel kulit mati dan memperkuat jaringan kulit.

Khasiat itu dirasakan Susiawantari (51 tahun), pengusaha di Kalibata, Jakarta Selatan. Keengganan menggunakan krim pelembap, menyebabkan kulit tumit menebal dan pecah-pecah. Ketika dioleskan minyak kelapa murni, minyak diserap kulit dan susunan sel jaringan konektif kulit sehingga lentur. Hasilnya, kulit halus dan mulus, bukan semata impian. (Imam Wiguna/Peliput: Vina Fitriani & Laksita Wijayanti)

Previous articleSuperred Anda Berdarah Murni?
Next articleBerkat Lumpur
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img