Tuesday, February 27, 2024

Begonia Tetap Elok Meski Tanpa Bunga

Rekomendasi
- Advertisement -
Koleksi begonia lokal Indonesia LIPI Kebun Raya Bogor sebagai sumber tetua persilangan begonia hibrida. (Dok. Trubus)

Tanpa bunga pun, begonia lovely jo, blirik, dan crested berdaun indah. Ketiganya cocok untuk pehobi di dataran rendah.

Trubus — Nama menyiratkan doa. Begitulah lovely jo, tak pernah bosan untuk menatapnya. Bentuk daun menjantung seperti simbol love. Tumbuhan keluarga Begoniaceae berdaun tidak simetris atau secara ilmiah disebut begoniifolia, ditandai dengan proporsi dan bentuk daun bila dibelah dua dari tengah pangkal daun. Pemulia yang membidani kelahiran lovely jo adalah periset di Kebun Raya Bogor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hartutiningsih M.

Begonia lovely jo, hibrida begonia tertua hasil persilangan LIPI Kebun Raya Bogor. (Dok. Hartutiningsih M. Siregar)

Hartutiningsih memanfaatkan Begonia puspitae sebagai tetua betina dan Begonia pasamanensis (jantan), keduanya tanaman liar dari Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. Alumnus Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta itu mengatakan, lovely jo beradaptasi baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Bentuk daunnya yang membulat lebar rimbun dan perawakan tegak kokoh. Itu membuat penampilannya sangat megah dan indah sebagai tanaman hias pot dalam ruangan.

Batang kuat

Begonia blirik memiliki corak yang memikat. (Dok. Trubus)

Begonia lovely jo juga memiliki rambut daun. Ciri khas itu yang menambah karakter unik sekaligus menambak keelokannya. Selain lovely jo, Hartutiningsih juga merakit varietas lain begonia, yakni begonia blirik. Daun bermotif blirik atau abstrak hijau. Urat-urat daun berwarna hijau cerah yang kontras dengan lembaran daun berwarna hijau tua sedikit kemerahan. Wujud tanaman rimpang dan pendek, setinggi 24,5 cm.

Tetua blirik adalah Begonia natunaensis sebagai induk betina dan Begonia puspitae (induk jantan). Meskipun begonia termasuk kelompok tanaman berbatang berair, blirik memiliki batang yang kuat. Karakter batang tumbuhan yang lazim tumbuh di sekitar air terjun dan sungai itu memiliki karakter daun lebih beragam. Hartutiningsih mengatakan, karakter daun akan berpadu dari karakter betina dan jantan sehingga asyik “dimainkan.”

Begonia crested menojolkan karakter daun berjambul. (Dok. Trubus)

Satu lagi begonia elok hasil pemuliaan Hartutiningsih. Namanya crested—mengacu pada bentuk daun yang mirip jambul. Si jambul begonia itu tampil kokoh, menawan, dan merimpang. Bentuk daun begonia crested berjambul di pangkal daun. Penampilan itu berbeda dari karakter daun kedua tetuanya. Hartutiningsih menggunakan tetua betina Begonia puspitae dari Sumatera Barat dan tetua jantan Begonia sujanae dari pulau Jawa.

Karakter lain daun begonia crested bentuk daun bulat telur berwarna hijau cerah. Menurut pengalaman Hartutinigsih begonia memiliki karakter tegak lebih dominan ketimbang menjalar. “Jika ingin merakit begonia rimbun dan berizom, harus cari indukan sesama begonia rhizomatous,” ujar perempuan kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, Februari 1962 itu.

Tanaman indoor

Hartutiningsih mencari karakter daun begonia, corak, dan warna yang unik untuk merakit begonia berdaun indah. Selain itu karakter tambahan seperti bulu daun juga dikehendaki untuk menambah keunikan karakter daun. Begonia yang dijadikan tetua hasil eksplorasi Tuti dan rekannya, Wisnu Handoyo Ardi S.Si. di hutan untuk mengoleksi beragam jenis begonia setanah air sebagai upaya pelestarian plasma nutfah.

Hartutiningsih M. Siregar, pemulia begonia LIPI Kebun Raya Bogor. (Dok. Trubus)

Ketiga begonia itu merupakan begonia berdaun indah untuk indoor plants. Sosok relatif pendek (sekitar 24—31 cm). Tanaman kokoh, kuat, bisa berkarakter tegak ataupun rimpang, sehingga cocok sebagai tanaman hias pot dalam ruangan. Selain itu karakter lain yang dicari adalah begonia yang tahan naungan. “Indoor plants itu biasanya tahan seminggu di dalam ruangan,” kata periset berumur 58 tahun itu.

Selain trio lovely jo, blirik, dan crested, ada delapan jenis begonia elok lainnya hasil persilangan Kebun Raya Bogor LIPI. Menurut peneliti ahli utama itu merawat begonia berdaun indah lebih mudah dari pada begonia berbunga. Pemula pehobi sekalipun mampu melakukannya. Tanaman itu membutuhkan suhu 28―30°C, kelembapan udara sekitar 60―90%, dan media tanam porous. (Tamara Yunike)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Inovasi Pakan Itik: Riset Ilmiah Membuktikan Eceng Gondok Terfermentasi Meningkatkan Bobot Itik

Trubus.id—Riset ilmiah membuktikan eceng gondok terfermentasi meningkatkan bobot itik. Siska Fitriyanti, S.Si, M.P., peneliti muda di Badan Penelitian dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img