Monday, August 8, 2022

Bejo Raja Pedagang

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Domba terbaik beradu molek di kontes nasional. Bejo menjadi jawara.

Bejo menjadi Raja Pedaging karena berbobot paling berat yakni 116 kg.
Bejo menjadi Raja Pedaging karena berbobot paling berat yakni 116 kg.

Umur Bejo relatif muda, 2,5 tahun. Namun, bobotnya mencapai 116 kg. Itulah sebabnya Bejo meraih gelar bergengsi, yakni Raja Pedaging pada kontes domba garut Piala Kemerdekaan Republik Indonesia pada 27 Agustus 2016. Ia menjadi jawara setelah mengalahkan ratusan pesaing. Pemilik Bejo, Ibing dari Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, sangat senang dengan prestasi itu.

Sebelum lomba, Ibing yakin Bejo bakal tampil maksimal. Harap mafhum domba bernomor peserta DG.C.19 itu pernah menjuarai kontes serupa tingkat Kabupaten Bandung Barat dan Provinsi Jawa Barat pada 2014. Atas prestasinya itu beberapa penggemar domba garut berhasrat memiliki Bejo. Penawaran tertinggi mencapai Rp70-juta. Namun, Ibing enggan melepas Bejo.

Perawatan

Para juri menobatkan Lasminingrat sebagai Raja Kasep karena lebih sehat, rapih, dan bersih dibanding pesaingnya.
Para juri menobatkan Lasminingrat sebagai Raja Kasep karena lebih sehat, rapih, dan bersih dibanding pesaingnya.

Tidak ada perawatan istimewa menjelang lomba. Perawat Bejo, Mandra, mengatakan setiap hari domba berbulu putih itu mengonsumsi 7—8 kg rumput dan 7—8 kg ampas tahu. Frekuensi makan tiga kali sehari. Mandra juga memberikan telur itik mentah, madu secukupnya, vitamin, dan obat cacing setiap bulan. “Tujuannya untuk menjaga kesehatan dan stamina domba,” kata Mandra. Setiap sore Bejo pun mendapat olesan minyak sereh.

Mandra menjelaskan minyak sereh untuk menghangatkan tubuh sekaligus menghindari gigitan nyamuk. Senyum kemenangan juga menghias wajah Cepi Ramdani berkat kemenangan Lasminingrat sebagai Raja Kasep. Peternak domba dari Kota Bandung, Jawa Barat, itu tidak menyangka meraih piala. Musababnya peserta kontes berupa domba-domba terbaik se-Jawa Barat.

Dewi milik M Kamaluddin dari Garut, Jawa Barat,  peraih Ratu Bibit.
Dewi milik M Kamaluddin dari Garut, Jawa Barat, peraih Ratu Bibit.

Adu molek di area Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, itu kontes kedua bagi Lasminingrat. Pada 2015 domba berumur 2,5 tahun itu pun menjadi yang terbaik pada kontes serupa. Sekali sehari Cepi menyediakan rumput, singkong, dan ampas tahu sebagai menu Lasminingrat. Domba hasil ternakan sendiri itu pun mendapat asupan telur itik mentah, minyak ikan, dan vitamin sepekan sekali.

M Kamaluddin, dari Garut, Jawa Barat, pun girang bukan kepalang karena Dewi menjadi Ratu Bibit. Kontes itu adalah kali kedua Dewi bersaing menjadi yang terbaik. Kamaluddin yakin domba berumur 15 bulan itu menjadi jawara. Musababnya pada Agustus 2016 Dewi menjadi pemenang di kontes serupa tingkat Jawa Barat. Agar tampil prima Dewi menyantap 15 kg rumput dua kali sehari.

Domba berbulu putih itu pun menerima ampas tahu supaya tubuhnya gemuk. Sekitar pukul 18.00 Kamaluddin memberikan setengah bagian pepaya matang. “Fungsinya memperbanyak produksi susu,” kata Kamaluddin. Setiap 2 pekan Dewi mandi dengan air hangat agar bulu mengilap. Domba lain yang menjadi juara pada kontes itu adalah Mutiara kepunyaan Tata.

563_-131Juri asal Sumedang, Jawa Barat, Aditya Nugraha SPt menuturkan Mutiara, Bejo, Dewi, dan Lasminingrat menjadi juara karena memenuhi kriteria penilaian. Juri menilai kesehatan, kebersihan, dan kerapian domba. Poin penilaian khusus ratu bibit antara lain berparas cantik, bokong besar dan bertulang kokoh, ambing, susu normal dan bebas mastitis, serta berpunggung lurus. “Genetik, perawatan, dan cuaca mempengaruhi kualitas domba,” kata anggota staf Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Jawa Barat, itu.

Ekspor ternak

Piala untuk pemilik domba terbaik.
Piala untuk pemilik domba terbaik.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP, mengatakan kontes untuk meningkatkan kualitas domba dan kambing serta menaikkan kebanggan beternak. Sebanyak 875 domba dan kambing dari seluruh daerah di Jawa Barat bersaing dalam adu molek itu. “Sekitar 400 domba mengikuti kontes dan pameran,” kata doktor Ilmu Pertanian alumnus Universitas Hasanuddin itu.

Amran menuturkan kini masyarakat peternakan tengah memperingati hari lahir Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-180 yang diperingati 26 Agustus—26 September setiap tahun. Kementerian Pertanian bertekad menjadikan kontes itu sebagai tonggak kebangkitan sekaligus penyadaran untuk memberikan perhatian yang serius kepada peternak domba dan kambing.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, meninjau lokasi kontes domba dan kambing.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, meninjau lokasi kontes domba dan kambing.

Apalagi data menunjukkan populasi domba dan kambing tumbuh 5,8% selama 2011—2015. Saat ini terdapat 13-juta domba dan 19-juta kambing di tanahair. Amran berharap beberapa tahun ke depan Indonesia dapat mengekspor kedua ternak itu. “Kita akan berikan bantuan dan pendampingan kepada peternak,” kata Amran. Pada acara itu Presiden Joko Widodo memperkenalkan lima domba peliharaan Istana Bogor bernama Bera, Beri, Dogar, Edoh, dan Nyai. (Riefza Vebriansyah)

Previous articleGama Pedaging Unggul
Next articleIwung Jawara Banten
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img