Monday, August 8, 2022

Bentuk Kaki ala sang Juara

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Posisi dan arah akar sang jawara di kelas total performance itu nyaris sempurna mengikuti arah tajuk. Kehadiran kaki istimewa di arena kontes tergolong langka. Dalam 3 tahun lomba adenium digelar, baru 2 tanaman yang perakarannya istimewa.

Pantas mawar gurun berbunga beauty taiwan itu berkaki prima. ‘Itu hasil program kaki selama 2 tahun,’ kata Edi Sebayang, hobiis adenium di Tangerang, pemilik tanaman juara. Edi-bersama Erwin Winarso, trainer bonsai-memotong bonggol adenium untuk merangsang munculnya akar-akar samping. Cara itu diadopsi dari teknik program kaki bonsai yang kerap dilakukan Edi.

Toh, cara itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Menurut Erwin, dari 10 tanaman yang diprogram, hanya 1 yang siap maju ke arena kontes. ‘Terkadang akar tunggang dari bonggol yang dipotong muncul lagi. Akibatnya pertumbuhan akar samping terhambat,’ tutur Erwin. Karena kesulitan itulah Adeng-sapaan akrab Aris Budiman-mengatakan 2 tahun lalu tingkat kesempurnaan program kaki hanya 1-5%.

Selama 3 tahun terakhir baru 2 tanaman juara berkaki istimewa. Yang pertama Adenium obesum milik Edi Sebayang yang menjuarai kontes BSD. Berikutnya Adenium arabicum koleksi R Sumadi yang memenangkan kontes di Yogyakarta 2 tahun silam. Ciri khas keduanya sama: komposisi seimbang dan alur akar ke umbi yang mengalir. ‘Bekas potongan umbi hampir tak terlihat sehingga tampil alamiah. Akar dan batang seolah-olah menyatu,’ ujar pemilik nurseri Watu Putih di Yogyakarta itu.

Piring terbalik

Sejatinya bentuk akar seperti itu tak hanya ditemukan di arena kontes. Trubus menemukan kaki-kaki adenium cantik di Pati, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Pelopornya Eko Hadi Nuryono di Pati dan Freddy Setiawan di Yogyakarta. Keduanya memodifikasi program kaki sehingga tingkat kesempurnaan menjadi 80-90%. Bahkan Freddy memadukan program kaki dengan pemanjangan kaudek (cabang pokok yang membesar, red). Hasilnya, proporsi umbi dengan kaki lebih berimbang.

Menurut Eko, cara yang lazim dipakai memprogram kaki ialah memasang styrofoam berbentuk roda sebagai penopang. Diameter styrofoam sama dengan penampang bonggol yang dipotong (baca: Panduan Praktis Hasilkan Bonggol Adenium Kualitas Prima, Trubus edisi November 2004). Teknik itu ternyata masih memiliki kelemahan. Bila diameter styrofoam berbentuk roda sama persis dengan penampang bonggol, maka akar yang muncul cenderung horizontal. Atau, malah sebaliknya. Muncul tegak vertikal ke bawah karena styrofoam tertembus akar.

Eko dan Freddy memodifikasi cara itu dengan mengubah bentuk styrofoam menjadi piring terbalik (Gambar No. 8-11). Dengan bentuk itu akar yang muncul tertahan styrofoam sehingga arahnya miring mengikuti kemiringan yang dibuat. Biasanya 30-45o. ‘Arahnya tidak akan terlalu horizontal dan terlalu vertikal,’ kata pemilik Xsotika Flora, Pati, itu. Eko juga membuat sayatan miring setelah bonggol dipotong. Tujuannya agar akar yang muncul bukan dari bagian bawah bonggol yang bisa menembus styrofoam. Namun, keluar dari bekas sayatan sehingga secara alami arah akar siap mengikuti bentuk piring terbalik.

Teknik terbaru itu memunculkan peluang maraknya juara-juara berkaki istimewa seperti di Bumi Serpong Damai.

  1. Siapkan adenium sehat dan telah dibersihkan untuk diprogram. Diameter bonggol minimal 6-7 cm.
  2. Potong bonggol di tempat yang diinginkan dengan pisau steril. Biasanya dipilih pada bagian lingkar batang yang paling besar.
  3. Buat sayatan miring di tepi bonggol.
  4. Potongan bonggol siap diberi perlakuan.
  5. Bagian bawah diolesi campuran fungisida dan antibakteri.
  6. Sementara bagian tepi diolesi campuran fungisida dan zat pengatur tumbuh.
  7. Pangkas daun agar penguapan minimal, lalu kering anginkan.
  8. , 9., 10., 11., Bentuk styrofoam seperti piring terbalik.
  1. Bila diperlukan piring dibuat bertumpuk.
  2. Pasang styrofoam pada bonggol.
  3. Gantungkan selama 3-4 hari.
  4. Tanam di media sekam bakar, cocopeat, dan pasir malang. Perbandingan 2:1:2. Jangan disiram selama seminggu pertama. Rawat seperti biasa.
  5. Buang akar yang tidak diinginkan. Pertahankan yang arahnya tidak berpotongan dan sehat.
  6. Buat cekungan antarakar agar kelak bekas potongan tak kentara. Gantungkan 2-3 hari, lalu tanam kembali. Media menggunakan sekam bakar, cocopeat, dan pasir malang perbandingan 1:1:1.
  7. Koreksi akar pertama kali dilakukan 2 bulan setelah penanaman. Berikutnya koreksi dilakukan 3-5 bulan sekali. Biasanya dibutuhkan 3 kali koreksi akar.
  8. Salah satu hasil program akar ala Eko.

(Destika Cahyana)

JUAL HORMON PERANGSANG TUNAS & AKAR Aglaonema dll.

ESHA FLORA
Jl. Kemuning VI Blok M6 No 9 Taman Cimanggu Bogor. 0251-344879. CP: Ir. Edhi Sandra MSi 0812 821 3720 Ir. Hapsiati 0817 154 375

PELATIHAN KULTUR JARINGAN

SKALA RUMAH TANGGA selama 5 hari. 80% praktek, 20% wawasan. Biaya Rp2-jt, termasuk snack, makan siang, pelatihan kit, sarana praktek
ESHA FLORA
Jl. Kemuning VI Blok M6 No 9 Taman Cimanggu Bogor. 0251-344879. CP: Ir. Edhi Sandra MSi 0812 821 3720 Ir. Hapsiati 0817 154 375

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img