Friday, December 2, 2022

Beras Bangsawan untuk Jantung

Rekomendasi

Konsumsi rutin beras hitam dan merah, sehatkan jantung Pudji Rahardjo.

Dua belas tahun silam orang mengenal Pudji Rahardjo sebagai pria ringkih. Tubuhnya gampang oleng, napasnya ngos-ngosan. Mengangkat benda berat ia tidak mampu. Keadaan itu bermula pada medio 2000. Ketika itu Pudji berada di tengah massa yang mendemo pabrik tempat ia bekerja di sebuah kota di Kalimantan Timur.

Para pendemo itu berteriak, mengacungkan golok, parang, dan pisau. Mereka pun memblokade pintu gerbang. Pudji yang bekerja sebagai anggota staf penanggulangan mesin-mesin rusak mendapat tugas menyelamatkan karyawan yang tidak terlibat dan mengantar keluar pabrik. Misi itu berjalan sukses.

Pudji dan karyawan lain berhasil melewati kerumunan massa menggunakan mobil. Namun, ketegangan dalam misi penyelamatan itu berakibat fatal. “Waktu mau turun dari mobil, napas saya sesak dan seperti berhenti. Saya benar-benar bingung,” tuturnya. Hampir 50 detik pria berusia 50 tahun itu tak mampu menghirup udara. Keringat dingin pun mengucur. Sejak saat itu Pudji pun kerap mengeluhkan dada sakit, tubuh lemas, dan badan kaku.

Operasi by pass

Menjelang malam hari itu juga ayah dua anak itu berobat ke dokter umum. Dokter hanya memberi vitamin C dosis tinggi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Dua hari kemudian Pudji yang pascademonstrasi di pabrik pulang ke kampung halaman di Malang, Provinsi Jawa Timur, memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung. Gejala tubuh lemas dan dada sakit membuat ia khawatir terkena serangan penyakit jantung. Benar saja dokter pemeriksa menduga Pudji mengalami syok dan stres. “Pembuluh darah menuju jantung tersumbat sehingga terjadi serangan jantung. Ini harus operasi by pass,” kata Pudji menirukan ucapan dokter. Untuk memastikan dokter merujuk Pudji untuk berobat ke Jakarta.

Menurut dr Oetjoeng Handajanto, dokter di Bandung, Jawa Barat, serangan jantung koroner terjadi bila saluran pembuluh darah yang menuju ke jantung tersumbat. Penyebabnya adalah lemak jahat (low density lipoprotein alias LDL) dalam darah yang mengendap lalu menggumpal di sepanjang dinding arteri. Dalam bahasa medis penggumpalan itu disebut aterosklerosis. Lemak yang mengental dan mengeras-yang disebut plak itu-mempersempit saluran arteri.

Pada kondisi itu yang paling mudah dideteksi adalah tekanan darah meningkat karena laju aliran darah ke jantung dan organ lain terhambat. Kerja jantung menjadi lebih keras karena darah banyak mengandung lemak jahat. Plak dalam saluran juga mengurangi jumlah oksigen untuk memasok jantung dan organ lain. “Bila plak menutupi seluruh saluran, serangan jantung terjadi. Pasokan oksigen dan darah terhenti,” kata Oetjong. Bila pembuluh darah kemudian pecah karena tekanan yang kuat, maka terjadi stroke.

Pada kasus Pudji, menurut Oetjoeng, ketegangan saat demo di pabrik hanyalah pemicu yang membuat tekanan darah Pudji meningkat. Penyebab utamanya tentu kondisi pembuluh darah yang sudah banyak dipenuhi plak. “Dalam jangka panjang, pemulihan harus dengan memperbaiki gaya hidup dan pola makan. Prinsipnya mengurangi endapan lemak baru dan menghilangkan plak yang sudah ada,” kata alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Essen, Jerman itu.

Jantung koroner

Menurut anggota staf pengajar senior di Departemen Kardiologi dan Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr dr Bambang Budi Siswanto SpJP(K), jantung koroner bisa disebabkan oleh kadar kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes mellitus, faktor keturunan, stres, dan merokok. Dokter akan memeriksa pasien dengan keluhan terkait jantung koroner menggunakan program syntax clinical score. Dalam program itu dokter memeriksa berbagai indikator gejala yang dialami pasien. Dari seluruh indikator itu muncul skor. Jika jumlah skor tinggi, pasien disarankan melakukan operasi by pass atau pemasangan saluran darah baru. Bila skor menengah, pasien menjalani operasi pemasangan cincin di pembuluh darah jantung, sedangkan skor rendah cukup konsumsi obat.

Menurut Dr dr Andhika Rachman SpPD dari divisi Hematologi & Onkologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia jika penyumbatan pembuluh darah mencapai 50-70% pasien mesti menjalani pemasangan stent. “Jika di atas itu dan pembuluh koroner cabang depan, cabang belakang, dan cabang yang memutari jantung sudah tersumbat maka harus operasi by pass,” kata Andhika. Jika penyumbatan di bawah 50% pasien cukup mengonsumsi obat yang bekerja memperlebar pembuluh darah. “Tingkat kesembuhan penanganan sekitar 90%,” tuturnya. Pascapengobatan kerap terjadi pasien nyeri di nyeri perut, atau tensi darah turun.

Dokter pemeriksa di Jakarta mendiagnosis sama: Pudji mengalami serangan jantung koroner dan menyarankan segera operasi. Menurut Andhika Rachman penyakit jantung merupakan momok terbesar untuk penyakit nonkanker di dunia. Mereka yang berisiko terserang jantung koroner, adalah usia 40 tahun ke atas yang memiliki gaya hidup tak sehat seperti merokok, termasuk obesitas alias kegemukan. Risiko serangan pada laki-laki dan perempuan sama.

Operasi by pass pun dilakukan pada Januari 2000 untuk membuat saluran baru ke jantung. Seminggu pascaoperasi Pudji melakukan kontrol ke dokter. Kontrol berikutnya setiap bulan selama setahun. Di tahun kedua, setiap 3 bulan; selanjutnya setiap 6 bulan.

Melalui kegiatan kontrol dokter memantau kondisi jantung pascaoperasi, sekaligus kondisi tekanan darah dan kolesterol. Hasilnya kolesterol dan tekanan darah Pudji normal, meski masih terdapat sumbatan di pembuluh darah. Berdasar hasil pemeriksaan saat kontrol, dokter membekali Pudji 4 jenis tablet yang berfungsi untuk menstabilkan gula darah, menyehatkan jantung, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Obat dikonsumsi 3 kali sehari masing-masing satu tablet. Menurut dokter, obat tersebut harus Pudji konsumsi seumur hidup.

Namun, meski telah menjalani operasi bedah by pass dan rutin kontrol Pudji merasa kian melemah. “Tubuh benar-benar seperti tidak punya tenaga,” katanya. Menurut Andhika Rachman hal tersebut mungkin saja terjadi, apabila pasien mengalami obesitas, kolesterol, dan gula darah tidak terkontrol. Dugaan lain terdapat sumbatan lagi pada pembuluh darah buatan.

 

Konsumsi rutin

Selama pemulihan tiada akhir itu Pudji rajin membaca buku pengobatan dari setiap zaman dan budaya. Dari aktivitas itu ia mengenal beragam herbal dan makanan sehat berkhasiat. Salah satunya beras hitam. Di literatur itu Pudji mengetahui khasiat beras hitam di antaranya menetralisir sel darah merah, anti penuaan dini, dan detoksifikasi racun dari dalam tubuh. Menurut herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana, beras hitam mengandung betakaroten tinggi yang berkhasiat untuk penyakit demam berdarah, malaria, kaki gajah, diabetes, termasuk jantung koroner. Untuk jantung koroner, Lina meresepkannya dengan memanaskan beras hitam 100 g dalam 3 gelas air hingga mendidih dan air berwarna hitam kemerahan. Tambahkan satu sendok makan garam, madu, atau gula aren sesuai selera. Konsumsi air rebusan itu sehari dua kali pada pagi dan malam hari. “Kalau rutin konsumsi, sekitar 3 bulan sudah membaik,” tuturnya.

Menurut Dr Ir Agus Setyono, MS periset di Balai Penelitian Tanaman Padi, Subang, Jawa Barat, beras hitam merupakan beras biasa yang mengandung banyak aleuron dan endospermia yang memproduksi antosianin sehingga warna beras menjadi ungu pekat mendekati hitam. Sampai sejauh ini sentra beras hitam masih di Jawa Tengah tepatnya di Yogyakarta. “Di sana penanamannya lebih dari 10 hektar,” tutur Agus. Menurut Agus warna hitam pada beras hitam cenderung lebih kuat dibanding warna merah pada beras merah. “Beras hitam warna hitamnya hingga kedalam bulir sementara beras merah hanya di lapisan luar,” tuturnya.

Pada 2005 Pudji mendapat sebanyak 5 kg benih padi hitam dari seorang rekan di Toraja, Sulawesi Selatan. Pudji menanam benih dan memanen 4 bulan berselang dengan hasil 950 kg. Bersumber dari hasil panen pada pengujung 2005 itulah ia mulai mengonsumsi beras hitam plus beras merah. Beras merah didapat dari teman sekantornya asal Sumatera Barat. Pudji mengonsumsi keduanya sebagai pengganti nasi putih. Menurut Dr Samuel Oetoro MS SpGK, ahli gizi klinik di Jakarta, konsumsi nasi putih berlebih-tanpa diiringi banyak aktivitas-menjadi salah satu penyebab lemak dalam tubuh meningkat. “Karbohidrat dalam tubuh diubah menjadi gula sebagai sumber energi. Saat energi tidak digunakan dengan beragam aktivitas, gula diubah menjadi lemak sebagai cadangan energi,” kata Samuel.

Pudji mengkonsumsi 3 kali sehari. Pada pagi hari, ia menikmati beras merah dan hitam berbentuk sereal. Satu sendok makan beras hitam dan beras merah dicampur segelas kopi atau teh. Siangnya, masing-masing 1 genggam beras merah dan beras hitam ditanak lalu dikonsumsi dengan lauk pauk. Pada malam hari, Pudji merebus masing-masing 1 sendok makan beras merah dan hitam dalam 1,5 gelas hingga tersisa 1 gelas. Lalu meminum air rebusan. “Ampas” beras ditanak pada esok hari untuk makan siang.

Pudji menyantapnya dengan lauk pauk daging, ikan, tempe tahu, dan beragam sayuran seperti sawi, kangkung, alias tidak ada pantangan. Berbarengan dengan itu Pudji mulai mengurangi asupan obat medis. Dosis obat dikurangi  bagian setiap 6 bulan hingga tidak sama sekali. Pudji pun tidak mengonsumsi herbal lain.

Perubahan mulai terasa sehari pascakonsumsi beras bangsawan itu. “Semua organ tubuh terasa sakit. Kaki, otak, dan jantung seperti ditusuk jarum,” papar Pudji. Ia merasakan derita itu selama 3 hari. Pada hari ke-4 rasa sakit mereda hingga hilang sama sekali. Kini, menurut Pudji, badannya sehat seperti sebelum operasi. Tubuh pun lebih kuat dan bertenaga. Bahkan di usianya yang ke-62, Pudji masih sanggup mengangkat sekarung beras 25 kg tanpa lelah dan ngos-ngosan. “Ini (beras hitam dan merah, red) obat yang sehat dan mengenyangkan,” katanya.

Risiko turun

Beras hitam dan beras merah memiliki kandungan karbohidrat yang lebih rendah dari beras putih. Menurut data yang dirilis Persatuan Ahli Gizi Indonesia, dalam 100 g beras, karbohidrat beras hitam, beras merah, dan beras putih masing-masing 1,3 g; 0,9 g; dan 1,7 g. Sebaliknya serat beras hitam mencapai 20,1 g, sedangkan serat beras putih hanya 0,2 g alias 1/10-nya. Dengan komposisi itu karbohidrat pada beras hitam diubah menjadi energi dalam tubuh lebih lambat sehingga tidak diubah menjadi lemak.

Riset Min Xia dan rekan dari Department of Clinical Nutrition, School of Public, Guangzhou, China yang diterbitkan The Journal of Nutrition, melaporkan beras hitam mampu menurunkan risiko sakit jantung dengan mengurangi jumlah lemak jahat dalam darah dan plak pada saluran pembuluh darah. Min Xia menggunakan 45 ekor tikus percobaan yang dibagi menjadi 3 kelompok.

Setiap kelompok diberi perlakuan pakan tinggi lemak. Min Xia juga membuat kombinasi kelompok diet tinggi lemak saja sebagai kontrol, kelompok diet tinggi lemak plus beras hitam sebanyak 5 g/100 g, dan kelompok diet tinggi lemak plus beras putih sebanyak 5 g/100 g. Min Xia memberi perlakuan itu selama 16 minggu lalu setelah itu ia mengamati plak dalam pembuluh darah dan lemak jahat dalam darah. Hasilnya, jumlah plak tikus yang diberi beras hitam 48% dan 46% lebih rendah dibanding kelompok kontrol dan kelompok yang diberi beras putih.

Pun total kolestrol (TC) dan lemak jahat (LDL) di dalam aorta-alias pembuluh darah besar-pada tikus yang diberi beras hitam jauh lebih rendah dibanding kelompok kontrol dan kelompok yang diberi beras putih. Sementara kolestrol baik (high density lipoprotein atau HDL) tikus yang diberi beras hitam paling tinggi. Menurut Oetjoeng, HDL bertindak sebagai ‘pemulung’ yang memungut ‘sampah’ berupa LDL.

Min menyebutkan beras hitam mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti polifenol, isoflavon, dan anthcyanidins. Beberapa riset melaporkan senyawa tersebut efektif mengurangi lemak dalam darah dan mempengaruhi pembentukan lipoprotein. Karena itu menurut Min, di masa depan beras hitam berpeluang menjadi terapi pencegah aterosklerosis, stroke, maupun jantung koroner. Pudji Rahardjo sudah membuktikannya. (Ridha YK, kontributor Trubus di Kalimantan Selatan/Peliput: Bondan Setyawan)

Keterangan Foto :

  1. Beras hitam rendah karbohidrat, tapi mengandung serat 10 kali lipat beras putih
  2. Komsumsi nasi putih berlebih tanpa dibarengi aktivitas menyebabkan lemak di tubuh meningkat
  3. Sentra penanaman beras hitam di Yogyakarta
  4. dr Oetjoeng Handajanto, “Bila plak menutupi seluruh saluran, serangan jantung terjadi. Pasokan oksigen dan darah berhenti.”
  5. Nasi hitam dan merah dapat dikonsumsi dengan lauk pauk atau sayur
  6. Pudji Rahardjo, pulih seperti sediakala setelah konsumsi beras hitam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Terluka dan Tidak Bisa Terbang, Petugas Mengevakuasi Burung Rangkong

Trubus.id — Petugas Balai Besar KSDA Sumatra Utara, mengevakuasi burung rangkong yang ditemukan terluka di kawasan konservasi Suaka Margasatwa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img