Monday, November 28, 2022

Bermula dari Sebuah Imajinasi

Rekomendasi

Pantas bila Heru Tjahjono kepincut pada adenium di pilar nomor 43 itu. Penampilan bonggol mawar gurun itu persis buaya. Torehan pisau yang diayunkan dengan hati-hati menghasilkan motif seperti kulit reptil air itu di permukaan bonggol. Akar yang disisakan hanya 4 buah menjadi tungkai satwa pemangsa itu. Penambahan aksesori berupa biji saga berwarna hitam merah sebagai mata menambah kuat karakter buaya.

Padahal 2 tahun silam, ia hanya berupa bonggol obesum yang ditemukan Sulisdianto di kebun koleksi seorang rekan. Namun, mata pemilik nurseri Exotic Garden itu jeli melihat potensi kamboja jepang itu. Dalam imajinasi Sulis?sapaannya?bonggol sang mawar gurun bisa diolah menjadi bentuk unik: buaya.

Jadilah adenium itu masuk kategori unik kreasi di kontes adenium bertajuk Exhibition Flora Festival 2007 di Tulungagung pada awal Agustus 2007. Adenium yang baru kali pertama mengikuti lomba itu pun diganjar sebagai pemenang ke-1. Sampai terakhir dikonfirmasi oleh Imam Wiguna, wartawan Trubus, pada pertengahan Agustus 2007, negosiasi harga antara Sulis dan Bupati Tulungagung masih berlangsung.

Kreasi manusia

Menurut Aris Budiman, pelopor adenium di Yogyakarta, mawar gurun dikatakan unik bila sosoknya menyerupai sebuah bentuk di alam, tapi bukan pohon. ?Misal ada adenium yang bonggolnya seperti gajah. Itu termasuk kategori unik,? ujar Adeng?begitu Aris Budiman lebih dikenal. Ciri khas lain, seperti lukisan. Adenium unik memiliki tema. Contohnya naga?karena bentuk keseluruhan atau beberapa bagian menyerupai naga, kujang?berbentuk seperti senjata khas masyarakat Sunda, dan omega, bonggol membentuk seperti lingkaran.

Dalam proses pembentukan adenium unik itu boleh ada campur tangan manusia. ?Jika campur tangan itu sengaja diekspos?maksudnya ketika di salah satu atau seluruh bagian adenium dipahat dan pahatan sengaja ditampilkan, maka adenium itu dimasukkan dalam kategori unik kreasi,? papar Adeng. Intinya pada adenium unik kreasi tampak sekali hasil rekayasa manusia dalam bentuk sebuah kreasi. Dalam jangka panjang, bila hasil rekayasa tangan manusia itu sudah tidak terlihat, desert rose itu bisa dikategorikan sebagai unik alami.

Lantaran adenium unik selalu diasosiasikan dengan bentuk sesuatu, mencari bahan dan membuatnya bukan perkara gampang. ?Untuk bentuk makhluk hidup yang jadi pertimbangan bagian-bagian tanaman yang nantinya menjadi kelengkapan anatomi. Ini yang menentukan kekuatan asosiasi atau kemiripan,? tutur I Gede Merta, seniman adenium unik di Bali.

Paling sulit mencari bahan menyerupai wujud manusia. Itu lantaran bahan yang digunakan mesti mempunyai 2 calon tangan, 2 calon kaki, serta leher dan kepala. Begitu bahan didapat, prosesnya tak semudah membalik telapak tangan. ?Rawan busuk,? ujar Merta. Menurut pengalaman sang seniman, tingkat keberhasilan pun sangat rendah. Wajar bila hasil akhir berupa adenium unik dibandrol dengan harga tinggi.

Adenium berbentuk anjing koleksi Agus Deddy Suprapta, SH, di Denpasar, Bali, pernah ditawar Rp5-juta oleh seorang wisatawan. Namun, notaris alumnus Fakultas Hukum Universitas Udayana itu enggan melepas. Maklum kelahiran 5 Mei 1970 itu sendiri yang menghabiskan waktu hingga larut malam untuk membuat ?pola? bentuk sang mawar gurun. Berawal dari sebuah imajinasi, jadilah adenium unik kreasi. (Evy Syariefa/Peliput: Destika Cahyana & Imam Wiguna)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img