Wednesday, August 17, 2022

Bersandar pada Pasupati

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Seperti kisah Arjuna, patin pasupati-hibrid-silangan Loka Riset Pemuliaan dan Teknologi Budidaya Perikanan (Loris) Sukamandi di Subang, menang dalam kecepatan tumbuh, 6 bulan bobotnya mencapai 700 g/ekor.

 

Itu sebuah prestasi besar dibandingkan tetuanya, patin jambal dan siam. Patin jambal Pangasius djambal mencapai bobot 700 g/ekor dalam waktu 7 bulan dan siam P. hypopthalmus 8 bulan. ‘Kecepatan tumbuh inilah salah satu kelebihan patin pasupati,’ kata Drs Sularto MSi, peneliti di Loris.

Keistimewaan lain, dari uji organoleptik rasa dan tekstur pasupati identik dengan jambal yang lebih dahulu disukai. Bahkan pasupati memiliki keunggulan lain dalam jumlah kadar lemak. Lemak pasupati sangat rendah, hanya 14,9%; lemak jambal berkisar 16,8%. ‘Jadi pengidap kolesterol tak perlu khawatir menyantapnya,’ kata Ir Evi Tahapari, peneliti Loris.

Fekunditas tinggi

Pasupati yang dirilis tahun 2006 hadir karena permintaan jambal yang demikian tinggi. Maklum pasar dunia mencapai angka 500.000 ton/tahun menginginkan daging putih. Syarat itu ada pada jambal. Sayang lantaran fekunditas rendah, 10.000 telur/kg induk, produksi sulit digenjot. Vietnam dengan P. bocourti-juga jenis berdaging putih-berjaya memasok setengah dari kebutuhan dunia itu.

Siam yang memiliki fekunditas tinggi, 100.000 telur/kg induk, tidak disukai pasar karena dagingnya kuning. Namun, ia berpotensi menjadi induk silangan agar produksi daging putih meningkat. ‘Penyilangan jambal dan siam ternyata menghasilkan fekunditas seperti siam dan fisiologi seperti jambal,’ kata Sularto. Dengan demikian silangan yang kemudian diberi nama pasupati itu siap menghadang P. bocourti.

Pasupati memang kental mewarisi leluhurnya. Sosoknya mirip siam, tapi dengan tambahan corak biru di punggung. Daging putih seperti jambal. Ia adaptif pada lingkungan berkadar oksigen rendah, kurang dari 3 ppm. Bandingkan dengan jambal, minimal 5 ppm. Pasupati juga tumbuh baik pada suhu tinggi 28-32oC dan salinitas 10-15 ppt.

Steril

Pertumbuhan larva pasupati sangat cepat. Normalnya pada jambal dan siam burayak berukuran 1 inci dicapai dalam 25-30 hari. Namun, ukuran itu didapat pasupati dalam waktu 21-23 hari. Penyebabnya ukuran mulut larva pasupati lebih besar sehingga kemampuan menangkap artemia lebih banyak.

Kekurangannya, pasupati steril. Dengan demikian silangan sesama pasupati tidak mungkin menghasilkan telur. ‘Pasupati tetap lahir dengan mengandalkan penyilangan jambal dan siam,’ ujar Sularto. Kini peternak di Bogor, Sukabumi, Subang, Palembang, hingga Banjar, banyak yang tertarik membudidayakan pasupati. Mereka menebar bibit-bibit ukuran 1 inci yang dibelinya seharga Rp90-Rp100/ekor itu, dengan harapan 6 bulan ke depan mereka bisa mengisi pasar ekspor. (Andretha Helmina)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img