Tuesday, November 29, 2022

Bertahan dari Serangan Addison

Rekomendasi

Serangan addison menyebabkan kadar kortisol rendah.

Namanya memang mentereng: addison. Namun, ia bikin menderita hingga semua orang tak ingin bersamanya. Nerly Hutabarat yang begitu dekat dengan addison merasakan betul penderitaannya. Ia seketika mengeluarkan keringat dingin, kepala serasa berputar-putar, mual, gemetar, diare, dan muntah. “Bisa sampai pingsan. Pakaian juga basah kuyup oleh keringat meski di ruang berpendingin,” kata perempuan 61 tahun itu.

Dokter mendiagnosis Nerly menderita addison, penyakit langka akibat kegagalan korteks kelenjar adrenal memproduksi hormon kortisol. Manusia normal memiliki kadar kortisol 4-22 µg/dl. Berdasarkan pemeriksaan laboratorium pada akhir November 2012, kadar kortisol Nerly hanya 0,4 µg/dl.

Steroid

Kortisol jenis hormon steroid yang diproduksi di korteks adrenal. Posisi korteks adrenal di atas ginjal. Hormon itu antara lain berperan melawan rasa sakit, luka, kepanasan, dan infeksi. Mengetahui Nerly masih bisa beraktivitas, dokter terkejut. “Seharusnya saya sudah terbaring koma,” ujarnya.

Ibu enam anak itu mengetahui dirinya menderita penyakit addison lima tahun silam. Gejalanya mual, muntah, diare, gemetar, dan lelah. Bersama suami, Nerly memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam. “Saya diberi obat pereda mag,” tuturnya.

Namun, konsumsi obat mag tak membuat kondisinya membaik sehingga Pirtondi Hutabarat, suami Nerly memutuskan untuk pindah rumahsakit. Di tangan dokter baru, Nerly menceritakan keluhannya. “Dokter menduga Nerly keracunan obat,” ujar Pirtondi. Untuk perawatan intensif, dokter meminta Nerly menjalani rawat inap selama 10 hari. Hasilnya sama saja, kondisinya tidak berubah.

Melihat kondisi itu dokter memintanya melakukan tes di laboratorium. Uji tes darah, kadar kortisol Nerly jauh di bawah batas normal, 0,9 µg/dl. Oleh karena itu dokter memberi tablet steroid untuk mendongkrak kortisol. Sebulan pascakonsumsi steroid, tekanan dan kadar gula darah Nerly seketika melambung masing-masing 200 mmHg dan 690 mg/dl yang membuat dokter memberikan obat pengontrol tekanan dan kadar gula darah.

Sejak menderita addison, Nerly mengonsumsi sebutir tablet steroid setiap pagi dan sore hari. Kadar kortisol pun naik-turun tapi tak pernah menyentuh angka lebih dari dua, berkisar 0,9-2 µg/dl.

Kelenjar adrenal

Menurut dr Sutarso SpPD dari rumahsakit Maguan Husada di Wonogiri, Jawa Tengah, addison adalah kelainan permanen yang hingga saat ini belum diketahui pasti penyebabnya. Bisa juga karena adanya penyakit autoimun yang menyebabkan sel-sel di kelenjar adrenal rusak akibat proses autoimun itu sendiri. Addison dapat menimpa setiap orang dari segala usia dan jenis kelamin.

“Penderita addison perlu terapi hormon seumur hidup untuk menunjang kebutuhan kortisol di tubuh,” kata Sutarso. Namun, ia mewanti-wanti konsumsi steroid harus di bawah pengawasan dokter untuk meminimalkan efek samping. Sepanjang Mei 2012, Nerly tergolek lemah di tempat tidur. Ia sempat menjalani rawat inap selama lima hari. Hasil pemeriksaan MRI Magnetic Resonance Imaging memperlihatkan terjadi pembengkokan di tulang punggung serta pengeroposan tulang pinggul sebelah kiri.

Nerly mengatakan, “Saya sama sekali tidak bisa berjalan kalau dipaksakan saya menjerit-jerit kesakitan.” Pada Juni 2012, Nerly kembali masuk rumahsakit. Akibat terlalu sering mengonsumsi steroid, tubuh Nerly membengkak, kulit wajah sembap dan menghitam.

Dokter Sutarso SpPD menuturkan konsumsi steroid jangka panjang berefek hiperglikemia, hipertensi, wajah sembap, tubuh bengkak, kegemukan, dan kulit menghitam.

Herbal

Sepekan pascarawat inap, atas saran seorang kerabat, Nerly mengunjungi tempat praktek dr Paulus Wahyudi Halim, dokter dan herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Untuk membantu meringankan penderitaan pasien, Paulus membuat ramuan beragam herbal seperti ekstrak kulit manggis, pegagan, daun salak, tapak dara, kumis kucing, tabat barito, dan pala-semua dalam bentuk kapsul.

Dokter alumnus Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu memberikan ramuan majemuk karena masing-masing herbal memiliki peran berbeda. Dalam ramuan itu kulit manggis berperan sebagai superantioksidan. Antioksidan tinggi membantu memacu regenerasi sel untuk menggantikan sel-sel yang rusak baik karena addison atau dampak konsumsi obat.

Sementara pegagan berperan sebagai antiradang dan memperbaiki sirkulasi darah. Daun salak mengaktifkan kerja ginjal agar cairan dalam tubuh tidak menumpuk. Kumis kucing memperbaiki kerja ginjal. Rimpang kunyit sebagai antiradang dan antibiotik. Adapun tabat barito memperbaiki keseimbangan hormon di tubuh, sedangkan tempuyung mengendalikan tekanan darah Paulus menuturkan “herbal tidak bisa bekerja instan, tapi butuh waktu untuk mengatasi keluhan.” Solusi jangka pendek tetap obat kimia sebab efeknya langsung terasa,” katanya. Sebab itu pula Nerly mengonsumsi ramuan herbal itu bersama steroid setiap hari. Sebulan pascakonsumsi kondisi Nerly berangsur-angsur membaik. Sakit di punggung berkurang. Wajah sembap dan menghitam mulai tidak terlihat. “Saya juga sudah bisa belajar jalan,” kata Nerly.

Pada akhir November 2012, Nerly kembali menyambangi rumahsakit. Hasil tes darah menunjukkan kadar adrenalinnya 0,4 µg/dl. Itulah yang membuat dokter heran kenapa ia masih sanggup berjalan meski dengan bantuan tongkat. “Dulu kalau kambuh selalu pingsan, sekarang tidak,” kata Nerly. Sementara kadar gula dan tekanan darah masing-masing 166 mg/dl dan 149/90 mmHg. Berkat ekstrak kulit manggis berpadu beragam herbal lain, Nerly bisa bertahan dari penyakit addison. (Andari Titisari)

Keterangan Foto :

  1. Paduan kulit manggis dan herbal lain mampu menjaga kondisi tubuh pasien addison
  2. Nerly Hutabarat bertahan di tengah krisis Adrenalin
  3. “Ramuan herbal adalah solusi jangka panjang bagi pasien addison,” kata Paulus
  4. Tapak dara membantu mengendalikan kadar gula darah

 

 

Previous articlePenawar Iritasi Usus
Next articleBeras Tumpas Sel Ganas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img