Monday, July 15, 2024

Bertani di Dalam Ruangan Pakai IoT, Tanam Sepanjang Waktu

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id–Pertanian vertikal dalam ruangan alias indoor vertical farming inovasi dalam bidang pertanian. “Indoor vertical farming merupakan sistem budidaya baru, saat menanam kita tidak bergantung dengan cuaca karena semua bisa terencana,” ujar  Dr. Slamet Widodo, S.TP., M.Sc.

Menurut  dosen di Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, itu ketika syarat tumbuh terpenuhi antara lain nutrisi dan cahaya hasil panen pun akan maksimal.

Ia mengatakan, petani dalam ruangan harus memperhatikan faktor cahaya. Kebutuhan tanaman akan cahaya berbeda-beda, mulai dari durasi, intensitas, dan spektrum. Artinya tidak bisa dipukul rata, karena kondisi fisiologis masing-masing tanaman berbeda.

Menurut Slamet konsep indoor farming semuanya tertutup, sehingga semua bisa direkayasa dengan kebutuhan yang tepat. Metode itu menghasilkan sayuran yang bebas pestisida karena tidak dilakukan penyemprotan secara langsung pada daun. 

Pelaku indoor vertical farming Widya Surya Prayoga, S.I.Kom menuai rata-rata 18—20 kilogram per 1 m2 . Interval panen 3 hari. Hasil panen itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan budidaya di lahan konvensional yang paling banter hanya 2—3 kg di luasan lahan yang sama. Surya panen hingga 10 kali lipat.

“Semua berbasis Internet of Things (IoT),” kata petani di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, itu.

Ia menuturkan mulai dari fase pemindahan, penyemaian, hingga panen sudah tidak perlu menggunakan kontrol manusia. Kontrol manusia hanya untuk kondisi tertentu. Misal mengisi nutrisi pada tandon jika habis dan saat semai benih. 

Model aplikasi berbasis daring sehingga bisa terhubung dengan ponsel pintar. Sensor sistem bisa berperan sebagai alarm dan teknis seperti pengisian kebutuhan nutrisi pompa akan menyala otomatis. 

Adapun semai biji masih dilakukan oleh tenaga manusia. Namun, sudah disertai panduan khusus dari mentor pada saat awal pemasangan sehingga hasil optimal.

Saat fase pindah tanam petani melakukan input data meliputi jenis sayuran, lokasi rak, fase tanaman, dan tanggal pemindahan. Saat data berhasil diterima oleh sistem kontrol akan dilanjutkan oleh sensor otomatis.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Bahan Alami untuk Ternak Ayam

Trubus.id—Lazimnya kunyit sebagai bumbu masakan. Namun, Curcuma domestica itu juga dapat menjadi bahan untuk menambah nafsu makan ayam....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img