Friday, December 9, 2022

Besar di Kotak Kaca

Rekomendasi

 

Di pojok ruang laboratorium, peneliti di Jurusan Perikanan Universitas Gadjah Mada itu membenamkan 20 bibit sepanjang 8-10 cm di akuarium 1 m x 0,5 m x 40 cm. Akuarium diisi air setinggi 10 cm dan 30% air diganti setiap minggu. ‘Sampai 3 bulan pemeliharan semua hidup dan sedikit bertambah gemuk,’ kata Hardaningsih. Pakannya hanya ikan-ikan kecil. Namun, karena sebatas coba-coba, Hardaningsih tidak mencatat detail laju pertumbuhan Monopterus albus itu.

Nun di Semarang, Jawa Tengah, Budi Kuncoro turut mengujinya pada 2007. Bukan di akuarium, tetapi di kolam. Tak tanggung-tanggung, alumnus Fakultas Perikanan Universitas Diponegoro itu mencobanya di 7 kolam masing-masing berukuran 1 m x 3 m. Ia menebar 15 kg bibit pada setiap kolam. Hasilnya? Selama 3 minggu dipelihara semua bibit mati. ‘Seluruhnya terkena serangan aeromonas,’ kenangnya.

Menurut Ade Sunarma MSi, periset dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar, Sukabumi, Jawa Barat, belut bisa dibudidayakan di air tawar bersih tanpa lumpur. ‘Ini yang sedang kami lakukan,’ katanya. Perubahan habitat memang memberi pengaruh. Namun, itu bukan hambatan besar. ‘Sama seperti lele, secara alami ia makan malam hari, tapi sekarang peternak melakukannya pagi dan siang hari,’ ujar Ade yang menganalogikan pada perubahan pola hidup Clarias sp itu. (Dian Adijaya S/Peliput: Tri Susanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mentan Ingin Produk Hortikultura Segera Tembus Pasar Mancanegara

Trubus.id — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginginkan produk hortikultura, seperti buah dan sayur bisa tembus pasar mancanegara. Mengingat,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img