Monday, August 8, 2022

Bibit Lengkeng Di Bawah Lindungan Sungkup

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Agar bertahan hidup, bibit lengkeng hasil sambung pucuk membutuhkan kelembapan sekitar 60—70%. Ia pun tidak menyukai sinar matahari langsung dan angin kencang. “Kulit batang lengkeng, terutama varietas pingpong, tipis dan cepat mengering bila terkena udara. Akibatnya entres gagal menyambung pada batang bawah,” kata Prakoso.

Untuk mengatasinya, bibit disungkup secara klonal dalam naungan. Perlakuan dengan sungkup tunggal, misal membungkus setiap bibit dengan plastik es mambo, menuai kegagalan. Itu karena sulit menjaga kelembapan yang dibutuhkan masing-masing bibit. Dengan disungkup secara berkelompok, hal itu teratasi. Selain sungkup, persentase keberhasilan naik bila penyambungan dilakukan pada pagi hari. Itu segera setelah batang bawah disayat dan entres dipisahkan dari induk.

Pascapenyambungan bibit langsung dimasukkan ke dalam sungkup. Lamanya penyungkupan selama 3 bulan. Ketika itu tunas baru sudah tumbuh kuat dan sehat. “Ini sebenarnya teknik tradisional. Cara modern menggunakan mistroom,” kata Prakoso. Namun, penggunaan mistroom membutuhkan biaya tinggi. Inilah yang dilakukan alumnus Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, itu agar bibit lengkeng sambung pucuk selamat hingga siap dikebunkan. (Evy Syariefa)

  1. Siapkan sungkup berupa “terowongan” setengah lingkaran berangka bambu dengan atap plastik. Tinggi puncak mencapai 70—90 cm dari permukaan tanah, lebar 60—90 cm. Panjang sungkup disesuaikan kebutuhan, misal yang digunakan Prakoso sepanjang 4—5 m. Dengan ukuran itu satu sungkup sanggup menampung 400—500 bibit dalam polibag berukuran 18— 20 cm. Arah sungkup memanjang dari timur ke barat. Bila melintang arah rotasi matahari, bibit di dalamnya berisiko terbakar karena intensitas cahaya matahari yang masuk terlalu banyak. Berbarengan dengan itu, buat naungan dari anyaman daun kelapa setinggi 2 m. Dengan cara itu intensitas sinar matahari yang masuk hanya 60%.
  2. Siram hingga jenuh tanah di bawah naungan 2—3 hari sebelum bibit masuk. Pada tanah liat yang mudah retak saat kemarau, seperti di Demak, buat galengan atau gali tanah sedalam 4—5 cm. Lalu kocorkan air hingga menggenang. Nantinya, genangan berfungsi menciptakan kelembapan di dalam sungkup.
  3. Masukkan bibit hasil sambung pucuk. Setelah penuh, tutup rangka sungkup dengan plastik selebar 120 cm dengan ketebalan 0,8 mm. Bila terlalu tipis, plastik cepat buram. Akibatnya intensitas cahaya matahari yang masuk berkurang sehingga bibit rentan serangan cendawan. Sisa kerudung plastik di samping kiri dan kanan rangka ditimbun dengan tanah.
  4. Sungkup ditutup selama 3 bulan. Selama itu perhatikan kondisi plastik. Bila berembun, artinya kelembapan tinggi yang dibutuhkan bibit lengkeng terpenuhi. Plastik yang terlihat transparan tanpa embun menunjukkan kelembapan berkurang. Biasanya terjadi pada saat suhu lingkungan panas, mencapai 30oC. Untuk menaikkan kelembapan, siram tanah di sekitar sungkup.
  5. Setelah 3 bulan, bibit telah bertunas dan siap dikeluarkan. Lakukan secara bertahap untuk menghindari bibit layu karena perbedaan iklim di dalam dan luar sungkup. Awali dengan membuka separuh plastik di bagian depan dan belakang sungkup selama 1 jam pada pagi hari. Jangan memulai dengan membuka plastik di sisi kiri atau kanan. Perbedaan suhu dan kelembapan terlalu tajam menyebabkan daun terbakar.
  6. Setelah seminggu barulah “pintu” depan dan belakang dibuka sepenuhnya. Siram bibit menggunakan selang karena media mengering selama bibit disungkup. Lakukan itu selama seminggu.
  7. Setelah perlakuan penyiraman selama seminggu, buka salah satu plastik di samping. Buka setengahnya selama seminggu. Bila kemudian 70% populasi bibit mampu beradaptasi— ditandai daun yang sehat dan segar—seluruh plastik bisa dibuka. Namun, bila persentase hanya 50%, cukup membuka bagian depan, belakang, dan samping. Bibit siap ditanam.
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img