Friday, August 12, 2022

Bila Kaum Muda Gandrung Golden

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Itulah yang dilakukan Shalvynne setelah seharian sibuk kuliah dan syuting sehingga tak sempat bermain dengan Triven. Triven tak langsung menyetujui ajakan gadis kelahiran Jakarta 18 tahun lalu itu. Keinginan Shalvynne baru terkabul setelah golden berumur 10 bulan itu disogok dog food kering.

Itu hanya salah satu bentuk kedekatan pemain film Love dan klangenannya. Bentuk lainnya, setiap malam Triven setia berjaga-jaga di depan pintu mengawasi Shalvynne mengerjakan tugas kuliah. Berkahnya, ketika Shalvynne pingsan karena terpeleset di kamar mandi, ‘Triven menggonggong keras sekali sehingga orang rumah datang menolong, lalu membawa saya ke rumahsakit,’ kenangnya.

Bermain bola

Shalvynne semakin yakin atas pilihannya anjing golden retriever. ‘Dia setia dan enak diajak bermain,’ katanya. Awal kepemilikan Triven terjadipada pertengahan 2007. Teman kuliah Shalvynne tiba-tiba menawarkan 3 golden untuk dipelihara. Mahasiswi Monash University itu memilih Triven yang bertubuh bongsor. ‘Triven kependekan dari triple eleven, karena lahir tanggal 7, bulan 7, dan tahun 2007,’ ujar kekasih Marcel Chandrawinata, aktor film Summer Breeze.

Meski bobotnya besar, Triven lincah, terutama saat bermain bola. Kegemarannya bermain bola seakan klop dengan profesi Shalvynne sebagai pemandu acara sepakbola Liga Italia di salah satu stasiun televisi swasta. Setiap kali break Shalvynne terlihat asyik berebut bola dengan Triven yang diboyong ke lokasi syuting. Kedekatannya tak sampai di situ. Selesai bermain satu per satu jemari kaki anjing berbulu lebat itu dilap tisu basah. ‘Triven gelisah kalau kaki atau bulunya basah,’ ucap mantan model Look Agency itu.

Bersama Triven Shalvynne tak pernah kesepian. Selain teman bermain, anjing berbulu kuning telur itu pendengar keluhkesah yang baik. Wajah Triven memelas saat gadis berkulit putih itu sedih. Sebaliknya saat Shalvynne gembira, Triven ikut tersenyum. Karena itu Shalvynne lebih senang menghabiskan waktu bersama Triven saat jadwal kuliah dan syuting kosong.

Saking akrabnya Triven pernah mogok makan lantaran ditinggal sebulan berlibur ke Amerika Serikat pada 2007. ‘Karena malas makan bobotnya turun. Ia baru mau makan kalau disuapi,’ ucap Shalvynne yang meninggalkan Triven kembali pada Juni 2008 untuk melanjutkan kuliah di negeri Kanguru. Sebagai pelepas rindu, foto-foto Triven dicetak untuk dibawa. ‘Februari 2009 saya pasti menemuinya. Semoga saat itu Triven tidak malas makan,’ harapnya.

Jadi dokter

Shalvynne hanya salah satu kaum muda yang gandrung golden retriever di saat muda-mudi lain memilih reptil sebagai klangenan. Contoh lain Renard Fabian Aquaristaputra di Temanggung, Jawa Tengah. Gara-gara menonton film Air Bud, pria kelahiran Semarang 20 tahun lalu itu kepincut golden. Renard pun merayu sang ayah untuk dibelikan Hector dan Nava. ‘Harganya mahal, saldo di tabungan saya belum cukup,’ kenang Renard yang saat itu duduk di bangku sekolah menengah atas.

Beberapa bulan setelah dibeli kedua anjing itu kawin sehingga melahirkan 8 anak. Yang dibesarkan Renard hanya Austin. Sisanya diberikan pada saudara dan kerabat. Austin sangat disayang Renard dan anggota keluarga lainnya. Pada saat ulang tahun Austin pun dirayakan oleh seisi rumah dengan diberikan topi dan pakan kualitas premium.

Saking cintanya pada golden, Renard bercita-cita menjadi dokter hewan. Impian itu terwujud saat ia diterima di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Konsekuensinya Renard harus hidup terpisah dari golden. ‘Tak mengapa, toh setiap Jumat-Minggu bisa pulang ke rumah ketemu Austin,’ ujarnya.

Setiap pulang Renard selalu membawa oleh-oleh tomat, jeruk nipis, timun, dan pepaya khusus untuk sang anjing. ‘Sejak kecil ia suka buah,’ katanya. Kepulangan Renard pun disambut dengan gonggongan dan loncatan bahagia Austin.

Rajai lomba

Kesenangan bersama golden juga dinikmati Christoper Ekajaya di Jakarta Utara. Pria berusia 18 tahun itu jadi tersohor di kalangan pencinta anjing trah lantaran berhasil mencetak golden lokal juara. Misalnya Ina Ch Golden Heaven Blood Diamond yang ditabalkan sebagai best of group umum pada Pameran Nasional Kapolda Cup IPC Jawa Barat di Bandung.

Prestasi itu membuat golden umur 18 bulan itu ditawar hobiis seharga Rp55- juta. Namun, Bo-nama panggilan anjing-tak dilepas karena ia ternakan pertama Chris. ‘Kuncinya indukan berkualitas,’ kata Christopher. Wajar kalau ia sering melakukan surfing ke dunia maya untuk mendekati para penangkar anjing kenamaan dari Brasil.

Saat jadwal kuliah kosong Chris menyempatkan berguru ke pakar anjing seperi Jani Lauw dan Paul Sing. Dari mereka Chris mendapat pelajaran, ‘Perawatan yang terberat adalah saat 2 minggu setelah persalinan,’ ucapnya. Setiap 2 jam anjing harus disusui agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi.

Repotnya merawat dan mencetak golden retriever bagi Shalvynne, Renard, dan Chris bukan suatu halangan. Mereka tidak rugi masa mudanya dihabiskan untuk memberi pakan, memandikan, memotong bulu dan kuku, mengajak bermain, atau ke salon anjing. Yang penting mereka merasa bahagia bersama sang golden. (Lastioro Anmi Tambunan/Peliput: Nesia Artdiyasa)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img