Tuesday, July 23, 2024

Bisnis Kopi Robusta Premium untuk Pasar Lokal dan Mancanegara

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Kopi robusta premium berkat peningkatan mutu dari sejak budidaya hingga pengolahan. Tentu saja, adanya kopi premium meningkatkan pendapatan petani. Pasar kopi robusta premium pun terbuka lebar dengan permintaan yang tinggi.

Direktur PT Alko Sumatera Kopi, Suryono, mengaku mendapat permintaan rutin 200 ton kopi robusta dalam bentuk green beans dari salah seorang pembeli di Timur Tengah. Green beans yang dimaksud Suryono merupakan buah kopi tanpa kulit berkadar air 10–12%.

Satu kilogram green beans alias kopi beras berasal dari 4–5 kg buah kopi utuh atau ceri. Menurut Suryono, warga Timur Tengah sangat menggandrungi kopi robusta. Eksportir di Kota Jambi itu mengatakan, mereka meracik kopi robusta kemudian mencampurnya dengan rempah—salah satunya kapulaga—dan menyajikan ketika berkumpul bersama.

Suryono juga harus memasok pembeli lain di beberapa negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Australia. Sebagai gambaran, permintaan dari pembeli di Australia mencapai 5 kontainer atau setara 100–125 ton per bulan.

Suryono mengatakan, kapasitas produksi baru 24.000 ton kopi beras robusta per tahun. Pasokan kopi dari 8.000 petani mitra yang tersebar di seluruh Sumatra. Meskipun demikian, permintaan jauh lebih tinggi dibanding kapasitas produksi. Oleh karena itu, kadang-kadang permintaan besar itu tidak terpenuhi. Permintaan terpenuhi terutama ketika panen raya, pada Februari–Mei.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dwi Muji Prasetyo, eksportir kopi robusta di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Dwi memasok roastbean atau kopi pascasangrai dan bubuk untuk pembeli di Hongkong. Selain itu, ia juga rutin mengirimkan kopi bubuk ke Israel.

Dwi tidak membedakan harga untuk pasar ekspor dan lokal. Harga jual kopi Rp125.000 per kg dalam bentuk kopi pascasangrai dan Rp140.000 per kg bubuk. “Ongkos kirim ditanggung pembeli,” kata Dwi.

Harus dipahami bahwa pasar kopi robusta tidak melulu dijual ke mancanegara. Permintaan pasar domestik juga tinggi. Permintaan dari salah satu perusahaan kopi di dalam negeri saja sudah mencapai 10.000 ton kopi beras saban bulan.

Prosesor sekaligus pekebun kopi robusta di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Deden Hidayat, mengatakan, permintaan kopi premium ada sejak 2017.

“Dugaan saya permintaan robusta premium akan terus naik saban tahun,” katanya.

Permintaan dalam negeri itu terus meningkat seiring naiknya tren konsumsi kopi di Indonesia. Data PT Riset Perkebunan Nusantara pada 2021 menunjukkan konsumsi kopi Indonesia 300.000 ton per tahun dengan pertumbuhan 8%.

Adapun konsumsi per kapita 1,5 kg kopi per tahun. Jumlah itu naik 3 kali lipat dibanding pada 2000 dengan konsumsi per kapita hanya 0,5 kg per tahun. Anda bisa menyimak pembahasan lebih lanjut mengenai prospek bisnis kopi robusta di Majalah Trubus Edisi 639 Februari 2023.

Majalah Trubus Edisi 639 Februari 2023 mengupas tuntas terkait bisnis kopi robusta premium dari hulu hingga hilir. Misalnya, budidaya yang tepat, mengatasi kendala, serta teknik pemasaran. Dapatkan Majalah Trubus Edisi 639 Februari 2023 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Pakai IoT di Kebun Jeruk, Hasil Panen Optimal

Trubus.id—Penggunaan internet of things (IoT) untuk pertanian turut membantu meningkatkan hasil panen dan kualitas produk. Pekebun jeruk di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img